Review Sony MDR-ZX100

Musik saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Dari beragam jenis headphone yang tersedia di pasaran, ada satu headphone terbaru dari Sony yang mampir ke kantor kami, Sony MDR-ZX100.

Konsep dan Desain
Kemasan Sony ZX100 terlihat sporty dengan keseluruhan bodi terbuat dari material plastik yang ringan. Bagian earpadnya hadir dengan model fleksibel yang dapat diputar dan speaker driver di dalam earpadnya ini bersembunyi di balik busa lembut yang dilapisi dengan material kulit imitasi. Ketika digunakan, earpadnya ini cukup terasa nyaman di telinga walau penggunaan dalam jangka waktu lama agak sedikit melelahkan.

sony-MDR-ZX100-2

Yang cukup disayangkan, bagian headband-nya tidak bisa dilipat. Anda hanya bisa memanjangkan dan memendekkan headband untuk menyesuaikan dengan bentuk kepala Anda. Karena tidak bisa dilipat dan material plastik yang digunakannya juga cukup rentan patah, sehingga Anda harus ekstra hati-hati saat menyimpan atau mengajaknya bermobilitas.

sony-MDR-ZX100-1

Performa
Untuk reproduksi suaranya, Sony MDR-ZX100 mengandalkan driver berukuran 30mm. Sama seperti headphone bertipe open lainnya, isolasi suara dari headphone ini tergolong standar. Anda masih bisa mendengar suara dari lingkungan sekitar pada posisi volume suara sekitar 30 persen.

Untuk menguji performa suaranya, saya menggunakan Motorola Droid Razr dengan aplikasi Jet Audio Plus tanpa menggunakan pengaturan audio. File audio yang diuji yaitu file format .FLAC tanpa kompresi dari beragam jenis lagu.

svg%3E

Untuk lagu pertama, saya mendengarkan lagu bergenre pop dari Taylor Swift yang berjudul Red. Pada bagian pembuka, vokal Taylor Swift yang diiringi petikan suara banjo dan gebukan drum cukup terasa bertenaga dengan komposisi sektor mid dan high yang cukup seimbang. Ketika seluruh alat musik terdengar pada bagian Reff, vokal Taylor Swift mulai sedikit tertutupi, treble terasa cukup tinggi dan didominasi oleh keseluruhan alat musik yang cukup terdengar jelas dari efek gitar listrik, petikan banjo, keyboard dan gebukan drum. Untuk sektor high atau suara di nada tinggi, teriakan vokal dari Taylor Swift dan cabikan gitar masih tergolong cukup nyaman di dengar dan tidak terasa menusuk telinga.

Lagu kedua, saya mencoba mendengarkan lagu bergenre Techno yang berjudul Tonight dari Yinon Yahel(Perez Brothers Remix). Pembukaan lagu yang diwarnai dengan dentuman bass, headphone ini sanggup menyajikan bass yang cukup “nendang” walau agak sedikit kurang bulat dentuman bass yang terasa. Ketika vokal mulai terdengar, vokal terasa kurang mengimbangi gebukan bassnya. Sepanjang lagu, saya masih tetap dapat menikmati hantaman gebukan bassnya, walau vokalnya sedikit tertutup oleh suara gebukan bass.

Lagu ketiga saya mendengarkan lagu Audiophile dari Ann Sally berjudul I Wish You Love. Lagu ini cukup sederhana, mengingat sepanjang lagu vokal Ann Sally hanya diiringi oleh suara petikan gitar. Lagu dimulai dengan petikan gitar yang terdengar jelas namun terasa kurang natural dengan komposisi suara petikan senar bass yang lebih dominan. Ketika Ann Sally mulai bernyanyi, pada sektor mid dan high headphone ini dapat menyajikannya dengan sangat baik. Separasi Vokal dan suara petikan gitar dapat tersaji dengan cukup sempurna, walau di beberapa bagian lagu petikan senar gitar bass sedikit mendominasi dan kurang nyaman terdengar di telinga.

Kesimpulan
Dengan harga jual yang relatif terjangkau yaitu sekitar Rp250.000, headphone ini memiliki performa suara dengan tonal yang lebih condong pada bagian low atau bassnya. Sementara kompisisi mid dan treble tergolong standar dengan tonal dan kompisisi yang cukup seimbang. Untuk itu Sony MDR-ZX100 lebih cocok bagi Anda yang gemar mendengarkan musik yang bergenre techno atau RnB. Bagi Anda penggemar lagu pop, jazz atau rock, headphone ini masih dapat meyajikan suara yang cukup baik dengan tingkat treble yang masih terasa sopan di telinga.

Yang Canggih:
+ Harga terjangkau
+ Bobot ringan
+ Desain sporty
+ Bass cukup

Yang Kurang:
– Bodi kurang kokoh

Verified by MonsterInsights