Quantcast
KomputerNewsTech News

Lenovo Umumkan Hasil Survey Perilaku Penggunaan Perangkat Komputasi Di UKM

Untuk menunjukkan komitmen Lenovo terhadap sektor UKM (Usaha Kecil dan Menengah), hari ini Lenovo mengumumkan hasil survei yang bertajuk “Computing Usage Behavior & Brand Perception among SMBs in Asia Pacific and Latin America” yang dilaksanakan pada bulan Juli/ Agustus 2012 terhadap para pembuat keputusan bisnis UKM (manager TI/ pimpinan TI /mitra/ pemilik), pembuat keputusan teknis (presiden, CEO, direktur/ VP) dan mitra-mitra bisnis.

Lenovo-SMB

“UKM adalah tulang punggung ketahanan ekonomi dan telah memberikan kontribusi lebih dari 50% terhadap produk domestik bruto (GDP) Indonesia. UKM adalah segmen di mana Lenovo memiliki komitmen yang sangat tinggi karena kami terus menghadirkan produk-produk yang dibangun dengan kinerja dan mobilitas yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ekslusif segmen ini. Hasil survei ini menegaskan bahwa kami berada di jalur yang benar dengan menghadirkan teknologi yang tepat dengan penawaran produk yang baik dengan harga yang terjangkau dan juga handal.” ujar Irene Santosa, Country Lead, Small Medium Business, PT Lenovo Indonesia.

Survei ini dilakukan oleh AMI Partners dan bertujuan untuk mengukur perilaku penggunaan komputasi dan persepsi terhadap merk di segmen UKM di Asia Pasifik dan Amerika Latin (APLA). Di sela-sela acara pengumuman hasil survei ini, Lenovo Indonesia juga mengumumkan hadirnya microsite www.lenovosmbcentre.co.id yang didedikasikan untuk segmen UKM. Microsite ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan UKM dan untuk menyediakan berbagai solusi dan opsi strategis guna memenuhi kebutuhan TI mereka.

Dan berikut kami jabarkan hasil surveinya:

UKM beralih dari desktop ke notebook
Untuk di seluruh kawasan APLA, survei ini menunjukkan bahwa rata-rata UKM menggunakan 30,9 unit desktop, 8,3 unit notebook dan 0.7 unit tablet, dengan rata-rata siklus hidup 4,2 tahun untuk desktop dan 3,7 tahun untuk notebook. Namun, terungkap pula bahwa UKM berencana untuk secara bertahap beralih untuk menggunakan notebook dengan mengganti sepertiga (33%) dari desktop mereka. Peralihan ini didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas karyawan (66%), menghemat ruang kantor (50%) dan memperoleh kelebihan mobilitas karena notebook memiliki Wi-Fi terintegrasi (49%).

UKM lebih memilih penawaran paket bundling
Walaupun 47% UKM yang disurvei lebih memilih untuk membeli unit PC saja, proporsi yang lebih besar (53%) dari UKM lebih memilih untuk mendapatkan penawaran paket bundling seperti Antivirus/ Firewall (69%), USB Wi-Fi Dongle (62%), Extended warranty (59%), Office 2007 Professional (59%) dan Windows 7 (48%). Sebagian besar UKM membeli PC dari toko-toko komputer lokal dan melakukan pengadaan untuk layanan dan dukungan terkait PC dari konsultan TI independen lokal UKM membeli PC dari berbagai sumber. 41% dari UKM yang disurvei di Indonesia, 47% di India, 9% di Korea, 39% di Brasil dan 35% di Meksiko membeli PC mereka dari toko komputer lokal. Chanel lain adalah reseller/ integrator sistem/ integrator jaringan bernilai tambah – 43% di Indonesia, 42% di India, 41% di Korea, 23% di Brazil dan 33% di Meksiko.

Untuk mendapatkan layanan dan dukungan yang berkait dengan PC, 27% UKM di Indonesia, 62% di India, 36% di Korea, 50% di Brazil dan 59% di Meksiko menghubungi konsultan independen setempat. Sebagai pilihan mereka juga mendapatkannya di reseller/ integrator sistem/ integrator jaringan bernilai tambah – 43% di Indonesia, 48% di India, 53% di Korea, 37% di Brasil dan 31% di Meksiko – atau langsung menghubungi vendor PC – 25% di Indonesia, 48% di India, 41% di Korea, 39% di Brazil dan 38% di Meksiko.

Notebook atau desktop
UKM memilih notebook karena merupakan kebutuhan (84%), bagian penting dalam bisnis (74%), karena kenyamanan (67%), peningkatan status (59%) dan tidak bisa hidup tanpanya (46%). Namun sebagian besar UKM memilih desktop karena harganya lebih terjangkau (dibandingkan notebook), meningkatkan produktivitas, fungsional, memenuhi kebutuhan dasar dan memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Terlebih lagi, kebanyakan desktop saat ini langsing dan ringkas, yang dipasangkan dengan monitor TFT sehingga menghemat ruang.

Survei ini juga mengungkapkan bahwa UKM memiliki persepsi positif terhadap notebook-notebook Lenovo karena banyaknya pilihan, memiliki konfigurasi yang sesuai dengan kebutuhan merek dan handal. Desktop-desktop Lenovo juga mendapatkan pandangan positif dengan konfigurasi yang baik, kecepatan dan fungsionalitas yang sangat baik, handal dan dipasarkan secara luas.

Kriteria pemilihan merek PC
UKM memilih PC berdasarkan reputasi merek, fitur dan spesifikasi, dukungan teknis & layanan pasca jual, harga dan promosi. Mereka mengatakan bahwa hal terpenting adalah reputasi merek karena ini memberikan jangkar bagi perusahaan. Dukungan yang baik, terutama pasca penjualan, juga sangat penting dalam memilih merek PC. Karena anggaran yang telah ditetapkan, harga juga merupakan salah satu faktor penting dalam memilih PC.

Survei ini menunjukkan bahwa UKM memberikan penilaian sangat baik untuk Lenovo. Ikatan dengan warisan teknologi IBM yang telah lama dikenal memberikan Lenovo tempat dan kehadiran di tingkat global, sehingga memberikan nilai tinggi untuk reputasi. Jajaran PC keluaran Lenovo juga dilihat sebagai trendsetter. Permintaan terhadap produk-produk Lenovo dan rating yang tinggi di kalangan pengguna disebabkan oleh kinerja dan keunggulan produk-produk Lenovo, serta dukungan teknis yang baik. Jajaran produk Lenovo yang luas memenuhi kebutuhan UKM dari berbagai industri dan harga yang juga sesuai dengan kemampuan UKM.

Artikel terkait

Back to top button