Review Sony SmartWatch

Terkadang, orang rela melakukan apa saja demi tampil gaya di berbagai suasana. Jam tangan adalah salah satu aksesoris yang sering menemani segala aktivitas pemakainya, sehingga ketika SONY meluncurkan SmartWatch di tahun 2012 lalu, kami tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh.

Meski sudah cukup lama hadir di pasaran, review terhadap gadget yang satu ini masih terbilang sedikit. Mungkin karena SmartWatch didistribusikan secara terbatas, dan merupakan gadget pelengkap alias aksesoris saja. Artinya, Anda harus menghubungkannya dengan smartphone atau tablet yang juga berbasis Android – utamanya tentu saja seri Xperia dari SONY atau Sony Eriscsson.

Dua tahun lalu, Sony Ericsson pernah memperkenalkan LiveView yang dibanderol dengan seri Xperia Active. Sementara SmartWatch dijual secara terpisah. Meski begitu, konsep keduanya hampir sama.

web1

Desain
SmartWatch sejatinya merupakan perangkat mungil dengan clip-on alias penjepit yang ketika dipasangkan dengan gelang khusus, akan menjadi jam tangan keren yang canggih. Bobotnya sangat ringan (15,5 gram) dengan perpaduan warna hitam di depan (atau atas) serta putih di belakang (atau bawah), SmartWatch terlihat elegan apalagi ketika layarnya menyala di kegelapan.

Mengapa di kegelapan? Karena layar yang disematkan pada SmartWatch hanya memiliki luas 1.3 inci berteknologi OLED dengan resolusi rendah, 128×128 piksel, serta kedalaman 65 ribu warna. Menggunakannya di bawah sinar matahari langsung hampir mustahil dilakukan, sementara di dalam ruangan masih cukup memungkinkan asal tak di bawah sumber cahaya langsung.

Di atas kertas, SmartWatch memiliki dimensi 36x36x8mm yang akan menjadi 12.8mm jika dihitung dengan klip. Benar-benar ideal digunakan sebagai jam tangan, baik untuk pria maupun wanita. Bandingkan dengan jam tangan ponsel seperti Mito S500 misalnya, yang memiliki dimensi 73,2x47x16,2mm. Memang sih, fungsi dan fiturnya juga berbeda. Namun tetap saja bodi S500 akan terlalu besar bagi pengguna yang pergelangan tangannya berukuran sedang.

desain

Hanya ada satu tombol untuk mematikan dan menyalakan perangkat, yakni di sisi kanan bodi. Sementara untuk mengisi ulang baterai internalnya, Anda harus mencopot SmartWach dari gelangnya, lalu selipkan ujung konektor pada kabel ke konektor yang terletak tersembunyi di bawah. Bentuk konektornya yang unik ini agak menyusahkan karena mudah lepas saat tersenggol.

Fitur & Performa
Ketika menyalakannya pertama kali, Anda akan melihat tampilan ponsel mencari “pasangan” menggunakan koneksi Bluetooth. Anda pengguna smartphone atau tablet Android, baik SONY Xperia maupun dari pabrikan lain, perlu melakukan beberapa persiapan awal agar dapat menghubungkan keduanya dengan sempurna.

Pertama, pastikan Bluetooth smartphone/tablet Anda aktif. Lalu, nyalakan SmartWatch sekaligus mulai mode pencarian perangkat pada perangkat, dan hubungkan (pairing) keduanya. Jika berhasil, maka akan muncul notifikasi yang meminta Anda untuk mengunduh aplikasi SmartConnect di Play Store untuk dapat menggunakan SmartWatch. Tenang saja, gratis kok.

Setelah terinstal, Anda bisa memulai pengaturan aplikasi apa saja yang ingin ditampilkan pada SmartWatch dan terhubung ke perangkat Anda. Misalnya Incoming Calls, Facebook messages, Upcoming Calendar, notifikasi Twitter dan Facebook, Google Maps dan Location, hingga penghitung langkah kaki Anda baik saat beraktivitas maupun olah raga.

svg%3E

smartwatch fitur

Saat ada status yang diperbaharui oleh rekan Anda di Twitter maupun Facebook, Anda dapat langsung membacanya dengan menyentuh potongan status tersebut. Beberapa gestur sederhana dapat Anda pelajari, namun tidak untuk dipraktekkan. Dengan layar sekecil itu, gestur seperti cubit untuk kembali ke layar sebelumnya (pinch to back) akan sedikit membuat repot, dan menjadi banyak jika Anda memiliki jemari besar!

Untungnya, layar mininya tersebut cukup sensitif membaca perintah gestur lainnya, seperti geser samping, atas dan bawah, serta ketukan. Sementara untuk menghemat baterai, Sony menyediakan opsi tampilan Large Digital Clock yang hanya akan tampil saat Anda mengetuk layar dua kali. Jika ingin “memfungsikan SmartWatch sebagaimana mestinya”, Small Digital Clock dan Analog Clock yang akan terus menyala selama dikenakan (baca: Anda bergerak) bisa dipilih.

Semua pengaturan SmartWatch dapat Anda lakukan dari smartphone. Sebaliknya, saat smartphone Anda sedang “terselip”, Anda bisa menggunakan aplikasi Find Phone pada SmartWatch untuk membuat ponsel berdering layaknya sedang menerima panggilan. Tentu saja dengan catatan selama ponsel Anda dalam jarak jangkauan Bluetooth, yakni hingga radius 10 meter.

Soal baterai, penggunaan cukup aktif akan dapat menemani kegiatan Anda hingga seharian penuh. Sementara jika Anda hanya ingin memfungsikan SmartWatch sebagai penampil waktu saja, angka 7 hari alias seminggu bisa dicapai.

smartwatch fitur performa copy

Kesimpulan
Untuk sebuah jam tangan canggih seharga Rp1,7 jutaan, Anda akan mendapat desain gaya dengan layar sentuh yang sayangnya masih beresolusi rendah. Kabar baiknya, Sony menyediakan beberapa pilihan tali jam (wristband) dengan warna-warna menarik yang cocok untuk semua kalangan terutama anak muda. Beberapa penjual memberikan bonus satu tali ekstra setiap pembelian.

Sony SmartWatch nampaknya akan cocok bagi Anda yang senang beraktivitas di malam hari, clubbing misalnya, atau berbagai aktivitas lain yang menuntut Anda tampil gaya. Namun Anda harus ingat, saat ponsel Anda kehabisan daya dan koneksi terputus, maka SmartWatch tak lebih dari gelang biasa yang tak lagi pintar, karena untuk menampilkan waktu pun tak mampu.

Sony smartwatch

Yang canggih:
(+) Desain menarik, menunjang penampilan
(+) Layar sentuh
(+) Banyak aplikasi pendukung
(+) Banyak pilihan warna wristband
(+) Nyaman dikenakan
(+) Mudah dilepas-pasang
(+) Baterai cukup awet

Yang kurang:
(-) Harga cukup premium untuk fungsionalitasnya
(-) Resolusi layar rendah
(-) Agak merepotkan untuk gestur multitouch

Verified by MonsterInsights