Hands On: Nokia Lumia 610

Dalam acara peluncuran Nokia Lumia 610 di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta, Kamis (10/5) kemarin, seperti biasa saya menyempatkan diri untuk melakukan hands on unit terbaru tersebut. Dari 4 warna pilihan, saya mencoba unit berwarna biru yang ada di display. Berikut ulasan dan video singkatnya.

Seperti biasa, pertama kali saya akan menyorot sektor desain terlebih dahulu. Terlihat, Lumia 610 tidak memiliki sudut lancip di ujung-ujungnya. Warna depan device ini didominasi oleh warna hitam untuk semakin menonjolkan tampilan layarnya, sementara bagian sisi bawah, samping hingga bagian belakangnya dipenuhi warna pilihan yang ber-taste metalik. Di bagian tersebutlah terdapat kamera lengkap dengan lampu kilat di sisi atas, sementara di bawah terdapat lubang speaker eksternal serta cetakan seri “Nokia 610” persis di bawahnya yang menunjukkan identitas perangkat ini.

Jack audio 3.5mm serta port microUSB berada di sisi atas, sementara di sisi kanannya bisa kita temukan tombol rana kamera dan volume. Secara umum, ketipisan dan dimensi 610 nyaman dalam genggaman, namun bahan case plastik pembungkusnya terasa agak licin di tangan yang mudah berkeringat, serta jenis kaca pada layar terlalu mudah meninggalkan sidik jari.

Masuk ke user interface, dapat Anda lihat kotak-kotak dinamis yang Nokia sebut dengan “Live Tiles”. Tiap kotaknya dapat berubah sesuai dengan fungsi kotak tersebut. Jika belum terbiasa, geser saja ke kiri, maka menu akan tersaji dalam bentuk daftar sehingga lebih mudah digunakan.

Seperti dapat Anda lihat, meski saya geser ke atas-bawah dengan gerakan cukup cepat, namun tak ada lag atau jeda yang terasa. Pun ketika saya mencoba masuk ke beberapa fitur seperti Microsoft Office dan PeopleHub.

Fitur lain yang sempat saya coba langsung adalah Nokia Drive dan Maps. Nokia Drive akan membantu Anda dalam menemukan alamat tujuan dengan bantuan suara navigator, sementara Nokia Maps sangat mirip dengan Google Maps. Bahasa Indonesia sudah tersedia sehingga melengkapi peta yang sudah tertanam di Lumia 610 – Anda pun dapat menggunakan Nokia Drive secara offline.

Tak lupa saya mencoba fitur kamera. Dengan resolusi foto maksimum 5MP serta video VGA 30fps, mengambil keduanya dari perangkat ini bisa dilakukan dengan cepat dan mudah berkat tersedianya tombol rana di sisi kanan. Kemudahan dan kecepatan itu berlanjut saat saya mencoba mengunggahnya ke Facebook, karena hanya dalam waktu beberapa detik (tergantung jaringan), maka foto akan tertampil di Beranda kita. Saat proses mengunggah, saya juga mencoba langsung performa papan ketik virtualnya dalam format portrait.

Sayangnya, ketika hendak mencoba kehandalan peramban IE 9 dengan membuka laman yangcanggih, kegagalan saya temui karena peramban hanya menampilkan layar putih selama beberapa saat. Lebih lengkap dan jelasnya, bisa Anda saksikan pada video berikut.

Sebagai tambahan, Anvid Erdian sempat mendemonstrasikan beberapa fitur unggulan Lumia 610.

Verified by MonsterInsights