🔍 Penilaian tentang Samsung Galaxy Z Fold8
Samsung Galaxy Z Fold8 adalah ponsel lipat book-style terbaru Samsung dengan desain wide yang lebih pendek dan lebar dibanding Fold generasi sebelumnya. Ponsel ini cocok untuk kamu yang butuh satu perangkat untuk kerja, hiburan, dan gaming yang tetap nyaman digenggam satu tangan saat tertutup.
Performa, baterai, dan fitur AI-nya solid untuk pemakaian harian pengguna kelas berat sekalipun. Kekurangannya ada di ketiadaan kamera telefoto dan hasil foto low light. Namun dengan harga mulai dari Rp28.499.000, Fold8 merupakan ponsel lipat premium yang paling menarik di tahun 2026.
Bagi yang mendambakan ponsel lipat dengan ukuran ringkas, kehadiran Galaxy Z Fold8 akan disambut gembira. Lebih ringkas dari Galaxy Z Fold7 tapi punya layar lebih lega dibandingkan Galaxy Flip7, Fold8 hadir dengan desain lipat bergaya buku yang seukuran paspor saat terlipat.

Spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8
Di atas kertas, Galaxy Z Fold8 amat menjanjikan. Walaupun tampil ringkas dan lebih kecil dari Galaxy Z Fold8 Ultra, spesifikasinya cukup mirip kecuali di tatanan kamera dan dimensi. Berikut spesifikasi Galaxy Z Fold8.
| Spesifikasi | Samsung Galaxy Z Fold8 |
|---|---|
| Layar Dalam | Dynamic AMOLED 2X 7,6 inci (2.448 x 1.848 piksel, 403 ppi), rasio 4:3, 120Hz adaptif, hingga 3.000 nit |
| Layar Cover | Dynamic AMOLED 2X 5,5 inci (1.248 x 1.972 piksel, 428 ppi), rasio 10:16, 120Hz adaptif |
| Prosesor | Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy |
| RAM/Storage | 12GB/256GB, 12GB/512GB, 16GB/1TB |
| Kamera Belakang | 50 MP Wide (f/1.8) + 50 MP Ultra Wide (f/1.9), zoom hybrid hingga 10x |
| Kamera Depan | 10 MP (layar cover) + 10 MP (layar dalam, FOV 100 derajat) |
| Baterai | 4.800 mAh |
| OS | Android 17, One UI 9 |
| Konektivitas | 5G, Wi-Fi 7, Bluetooth, NFC, Dual SIM (nanoSIM + eSIM) |
| Ketahanan | IP48, Armor Aluminum, Gorilla Glass Ceramic 3 (depan) / Victus 2 (belakang), Flex Titanium |
| Dimensi dan Bobot | 4,5 mm (terbuka), 201 gram |
Desain Samsung Galaxy Z Fold8
Perubahan dimensi membuat Galaxy Z Fold8 nyaman dipegang dengan satu tangan saat dalam keadaan terlipat. Dengan bobot yang hanya 201 gram, Fold8 menjadi ponsel paling ringan untuk seri Galaxy Z Fold. Bahkan bobotnya ini lebih ringan dibandingkan bobot Samsung Galaxy S26 Ultra. Dipadukan dengan bodi yang tipis, Fold8 amat nyaman dikantungi di saku celana.
Dalam kondisi tertutup, ukuran dan rasio layarnya (16:10) tetap nyaman saat digunakan mengetik. Perubahan paling terasa justru muncul saat ponsel ini tertutup. Layar cover dengan rasio yang lebih lebar membuat mengetik pesan jadi jauh lebih enak. Ukurannya yang ringkas juga pas saat digunakan membaca buku digital atau menjelajah website tanpa kesan memegang ponsel yang terlalu jangkung.

Baca ebook di layar 4:3 ini rasanya beda. Halamannya lega, mata tak gampang capek.Di kondisi dibuka, layar dalam berukuran 7,6 inci dengan rasio 4:3 punya dua kenyamanan yang berbeda. Dipegang melebar atau landscape, Fold8 jadi ideal untuk menonton video Netflix maupun YouTube. Dipegang portrait, layarnya nyaman untuk bermain game atau membuka aplikasi sehari-hari seperti Whatsapp dan email.
Bagian engsel juga mengalami peningkatan ketahanan. Tapi ada kompromi. Engsel Armor FlexHinge di Galaxy Z Fold8 tidak bisa terbuka di sembarang sudut seperti di Fold7. Kamu bisa membukanya setengah untuk menaruh ponsel berdiri, tapi pilihan sudut bukaannya kini lebih terbatas. Samsung juga menerapkan dua lapis titanium di bawah layar untuk memperkuat struktur lipatannya.
Untuk ketahanan, bodinya memakai bingkai Armor Aluminum, Corning Gorilla Glass Ceramic 3 di layar depan, dan Gorilla Glass Victus 2 di bagian belakang. Fold8 juga sudah memenuhi rating IP48 yang menjamin ponsel terlindungi dari partikel padat berukuran di atas 1 mm dan tahan air. Jadi Fold8 aman digunakan di bawah siraman hujan gerimis, tapi belum bisa diajak berenang.
Layar Samsung Galaxy Z Fold8
Kualitas kedua layar Dynamic AMOLED 2X di Galaxy Z Fold8 amat baik. Kecerahan puncak yang diklaim Samsung mencapai 3.000 nit. Layarnya tetap terbaca jelas saat dipakai di luar ruangan, di bawah pancaran sinar matahari yang terik.

Bekas lipatan atau crease di tengah layar dalam kini sudah sangat samar. Saat menonton video atau membaca teks, saya nyaris tidak memperhatikannya. Garis lipatan itu baru kelihatan kalau layar dilihat dari sudut tertentu.
Yang lebih sering mengganggu mata saya justru lubang kamera di layar dalam. Samsung memberi opsi supaya bulatan kamera itu tidak memotong tampilan. Tapi gantinya, muncul garis hitam di pinggir layar. Jadi tinggal pilih mana yang lebih bisa kamu terima: lubang kamera atau bingkai hitam.
Catatan lain ada di sisi software. Tidak semua aplikasi bisa melanjutkan sesi dengan mulus saat berpindah dari layar dalam ke layar luar atau sebaliknya. Beberapa aplikasi harus saya restart ulang setiap kali membuka atau menutup ponsel. Ini cukup mengganggu kalau sedang terburu-buru.
Di sisi lain, layar dalam yang luas ini enak sekali untuk mengedit video. Timeline editing punya ruang jauh lebih lebar dibanding di ponsel biasa. Proses memotong dan menyusun klip jadi terasa lebih nyaman.
Kamera Samsung Galaxy Z Fold8

Galaxy Z Fold8 mengandalkan dua kamera belakang, yaitu kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.8 dan kamera ultra wide 50 MP dengan aperture f/1.9. Dengan bukaan atau aperture lensa yang besar, makin banyak cahaya yang bisa ditangkap sensor.
Maka tidak heran jika hasil foto kamera utamanya bisa diandalkan. Dalam berbagai suasana, hasil foto Galaxy Z Fold8 amat baik. Hasil fotonya tajam dengan warna yang matang tapi tidak berlebihan. Berikut deretan hasil foto Fold8 langsung dari hape, tanpa penyuntingan.
Kualitas video juga amat baik. Fitur My FanCam bisa memusatkan video pada satu subjek setelah proses rekam. Fitur horizontal lock juga saya andalkan supaya orientasi video tetap stabil meski posisi ponsel berubah saat merekam.
Kamera ultra wide-nya memberikan hasil bagus selama cahaya berlimpah. Begitu malam atau di ruangan redup, kualitasnya turun cukup terasa. Galaxy Z Fold8 juga tidak punya kamera telefoto. Untuk memperbesar gambar, ponsel ini mengandalkan zoom hybrid dari sensor 50 MP. Zoom 2x masih enak dipakai, bahkan cocok untuk foto portrait. Di luar itu, hasil zoom cuma oke di cahaya terang dan kurang memuaskan di dalam ruangan atau kondisi minim cahaya.
Absennya kamera telefoto cukup disayangkan untuk perangkat seharga di atas Rp25 juta. Di sisi lain, ini kompromi yang masuk akal supaya Fold8 tetap tipis dan ringan. Resolusi 50 MP juga tidak otomatis membuat foto terlihat jauh lebih detail. Kegunaan utamanya lebih ke keleluasaan cropping saat kondisi cahaya ideal.
Performa Samsung Galaxy Z Fold8
Di dalamnya ada Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Ini chipset atau otak pemrosesan utama yang dikustomisasi khusus untuk lini Galaxy. Dalam pemakaian harian, performanya kencang. Multitasking berat berjalan lancar, termasuk saat membuka beberapa aplikasi sekaligus dalam mode split screen di layar dalam.
Bermain game di layar dalam terasa nyaman sekali. Sensasinya seperti bermain di tablet. Bedanya, seluruh bagian layar tetap mudah dijangkau jari. Catatannya, belum semua game dioptimalkan untuk rasio 4:3. Sebagian masih tampil dengan letterbox atau bingkai hitam di kiri-kanan layar.
Chipset ini juga membawa NPU yang lebih kuat dari generasi sebelumnya. NPU adalah chip khusus untuk memproses AI. Dampaknya terasa saat memakai fitur Galaxy AI. Proses di Photo Assist atau Generative Edit, misalnya, jadi lebih cepat selesai.
Baterai Samsung Galaxy Z Fold8
Daya tahan baterai 4.800 mAh di Galaxy Z Fold8 sudah sangat baik. Dalam pengujian saya, pemakaiannya cukup intensif: chat media sosial sering sekali, memotret puluhan foto, merekam video beberapa menit, browsing cukup sering, telepon, dan menonton video. Mayoritas aktivitas itu saya lakukan di layar dalam. Dengan pola itu, baterainya bertahan sekitar 14 jam.
Kalau lebih banyak memakai layar cover, baterainya bisa lebih hemat dan tahan sampai 16 jam. Wajar, karena layar dalam yang lebih besar tentu menyedot daya lebih banyak.
Fitur AI Samsung Galaxy Z Fold8
Fitur Galaxy AI di Galaxy Z Fold8 terasa lebih matang dibanding generasi sebelumnya. Yang paling sering saya pakai adalah Photo Assist, kumpulan fitur edit foto berbasis AI. Salah satu andalannya adalah Generative Edit. Fitur ini bisa memindah, mengubah ukuran, atau menghapus objek dalam foto. Setelah itu, AI mengisi ulang latar belakangnya secara natural. Hasil edit bisa langsung dibandingkan berdampingan dengan foto asli di layar dalam yang lebar.
Ada juga Now Nudge. Fitur ini memunculkan saran sesuai isi layar. Misalnya, saat sedang chat soal jadwal, ponsel menyarankan membuka kalender dan langsung menampilkannya berdampingan dalam mode split screen.
Fitur My FanCam di bagian kamera juga hasil kerja AI. Sistemnya mendeteksi dan melacak satu orang dalam video grup. Setelah itu, sistem membuat versi crop yang fokus ke orang itu saja.
Untuk kebutuhan sehari-hari, ada Circle to Search with Google. Cukup tekan lama tombol home dan lingkari apa pun di layar. Hasil pencarian Google langsung muncul tanpa perlu pindah aplikasi. Untuk komunikasi lintas bahasa, Live Translate bisa menerjemahkan panggilan telepon secara real time.
Dari semua fitur itu, fitur AI kamera dan editing gambar yang paling terasa manfaatnya buat saya. Fitur-fitur ini sangat membantu untuk konten yang butuh proses cepat tanpa membuka aplikasi edit tambahan.
Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold8
Kelebihan:
- Desain book-style yang ergonomis. Nyaman digenggam satu tangan saat tertutup dan ringkas untuk mengetik maupun membaca
- Bobot hanya 201 gram, paling ringan untuk seri Fold Samsung saat ini.
- Baterai tahan lama untuk ponsel lipat: 14 jam pemakaian intensif dan bisa sampai 16 jam kalau lebih banyak di layar cover
- Performa kencang dan nyaman dipakai gaming maupun mengedit video di layar dalam yang lebar
- Hasil foto kamera utama amat baik, dengan hasil zoom hybrid yang masih tajam dan detil
- Fitur Horizontal Lock dan MyFancam berguna saat merekam video di berbagai suasana.
- Harga mirip seperti ponsel berdesain konvensional lain seperti S26 Ultra.
Kekurangan:
- Engsel tidak bisa ditahan di sembarang sudut seperti Fold7. Pilihan sudut setengah terbuka lebih terbatas
- Lubang kamera di layar dalam cukup mengganggu. Opsi menyembunyikannya malah memunculkan garis hitam di pinggir
- Tidak semua aplikasi melanjutkan sesi dengan mulus saat berpindah layar.
- Tidak ada kamera telefoto.
- Hasil zoom hybrid maupun kamera ultra wide juga menurun jauh di kondisi minim cahaya.
Harga Samsung Galaxy Z Fold8
Samsung Galaxy Z Fold8 dijual resmi di Indonesia dalam tiga varian penyimpanan. Kamu bisa membelinya di situs Samsung Indonesia.
| Varian | Harga Samsung Galaxy Z Fold8 | Beli di |
|---|---|---|
| 12GB/256GB | Rp28.499.000 | Samsung Indonesia |
| 12GB/512GB | Rp32.499.000 | Samsung Indonesia |
| 16GB/1TB | Rp40.499.000 | Samsung Indonesia |
Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan pilihan warna Lavender, Graphite, dan Cream. Untuk warna Pistachio yang eksklusif, kamu hanya bisa memesannya lewat situs resmi Samsung Indonesia.
Samsung Galaxy Z Fold8 Cocok untuk Siapa?
- Gamer:
Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy kencang. Main game di layar dalam yang lebar juga terasa seperti pakai tablet. Catatannya, belum semua game teroptimasi penuh untuk rasio 4:3. Sebagian masih tampil letterbox. - Business:
Layar dalam yang lebar enak untuk split screen dua aplikasi kerja sekaligus, misalnya email dan dokumen. Dengan bobot ringan dan ukuran ringkasnya, Fold8 juga mudah dibawa-bawa dan dikantungi. - Traveler:
Bobot 201 gram menjadikannya Galaxy Z Fold paling ringan sejauh ini. Ponsel ini juga nyaman digenggam satu tangan untuk cek peta atau tiket di jalan. Rating IP48 membantu saat kena hujan ringan. Tapi ini bukan ponsel untuk aktivitas air. - Creator:
Fitur MyFancam terbukti membantu saat membuat banyak video POV dari satu video. Fitur ini juga masih jarang ada di ponsel lainnya. Selain itu, layar dalam yang luas bikin edit video lebih lega. Kamera utamanya memang bagus, walaupun creator harus mempertimbangkan absennya kamera telefoto. - Pengguna Sporty:
Kamera utama gampang menghasilkan foto keluarga yang tajam dengan warna enak. Layar besarnya juga nyaman untuk nonton bareng. Tapi harganya jauh di atas ponsel keluarga pada umumnya. Ponsel ini lebih masuk akal kalau kamu memang niat upgrade ke satu perangkat utama. - Student:
Harga mulai Rp28.499.000 di luar budget kebanyakan mahasiswa. Kalau dananya ada dan kamu mau satu perangkat untuk kuliah, hiburan, sampai mengerjakan tugas lewat split screen, Galaxy Z Fold8 layak dipertimbangkan. Tapi ini bukan pilihan pertama kalau prioritasmu hemat. - Profesional Kreatif:
Layar lebar untuk multitasking dan kualitas kamera serta video yang solid cocok untuk yang kerjaannya bolak-balik antara urusan administratif dan produksi konten ringan. Untuk kerja berat seperti render video panjang, laptop atau tablet khusus tetap lebih pas.
Kesimpulan
Dengan desain barunya, Samsung Galaxy Z Fold8 kini bisa digunakan lebih nyaman untuk berbagai kebutuhan. Memadukan performa kencang, baterai tahan lama, dan fitur AI yang terintegrasi, Samsung Galaxy Z Fold8 hadir sebagai smartphone foldable yang nyaman dipakai. Apalagi harganya juga beda tipis dengan ponsel flagship konvensional seperti Galaxy S26 Ultra.
Alternatif terbaik adalah Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra, kalau kamu butuh layar lebih besar dan kamera 200 MP lengkap dengan telefoto. Konsekuensinya, harga dan bobotnya lebih tinggi. Perbedaan lengkap ketiganya bisa kamu cek di perbandingan Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, dan Fold7.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Samsung Galaxy Z Fold8
Berapa harga resmi Samsung Galaxy Z Fold8 di Indonesia?
Harga resmi Samsung Galaxy Z Fold8 di Indonesia mulai Rp28.499.000 untuk varian 12GB/256GB, Rp32.499.000 untuk 12GB/512GB, dan Rp40.499.000 untuk varian tertinggi 16GB/1TB.
Apakah baterai Samsung Galaxy Z Fold8 tahan seharian?
Ya. Dalam pengujian pemakaian cukup intensif dengan mayoritas aktivitas di layar dalam, baterai 4.800 mAh Samsung Galaxy Z Fold8 bertahan sekitar 14 jam. Kalau lebih banyak dipakai di layar cover, daya tahannya bisa sampai 16 jam.
Apa bedanya Samsung Galaxy Z Fold8 dengan Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra?
Samsung Galaxy Z Fold8 punya layar dalam 7,6 inci dan kamera utama 50 MP tanpa telefoto. Galaxy Z Fold8 Ultra memakai layar dalam 8 inci dan kamera utama 200 MP lengkap dengan telefoto. Fold8 juga lebih ringan di 201 gram. Fold8 Ultra berbobot 215 gram, tapi baterainya lebih besar di 5.000 mAh.
Apakah Samsung Galaxy Z Fold8 cocok untuk gaming?
Cocok. Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy membuat performa gaming Samsung Galaxy Z Fold8 kencang. Bermain di layar dalam yang lebar juga terasa seperti bermain di tablet. Catatannya, belum semua game teroptimasi penuh untuk rasio 4:3 layar dalamnya.
Apakah Samsung Galaxy Z Fold8 layak dibeli dibanding iPhone lipat?
Dari sisi harga, Samsung Galaxy Z Fold8 jauh lebih terjangkau dibanding ponsel lipat pertama Apple yang diperkirakan dibanderol di atas Rp43 juta. Dengan performa, baterai, dan fitur AI yang sudah matang di harga mulai Rp28.499.000, Galaxy Z Fold8 layak jadi pertimbangan utama untuk yang ingin masuk ke ponsel lipat.






Desain Samsung Galaxy Z Fold8







