Lomography resmi memperkenalkan dua warna baru untuk kamera panorama analog Sprocket Rocket, yaitu Starlight dan Ultra Violet. Tidak ada perubahan spesifikasi dari Sprocket Rocket selain dari warna.

⚡ Poin Penting soal Sprocket Rocket Starlight dan Ultra Violet
- Dua warna baru: Starlight (bodi plastik berefek chrome perak) dan Ultra Violet (ungu tua), dengan tema promosi invasi alien.
- Sprocket Rocket menghasilkan 18 foto panorama per roll dengan rasio 1:3, mengekspos seluruh lebar film 35mm termasuk lubang sprocket.
- Tidak butuh baterai sama sekali, dilengkapi multiple exposure, long exposure, hot-shoe flash, dan dudukan tripod.
- Di Inggris, kedua warna dijual seharga £45 per unit menurut laporan Kosmo Foto.
- Harga dan ketersediaan resmi di Indonesia belum diumumkan Lomography.
Kamera Panorama yang Mengekspos Lubang Sprocket Film
Sebenarnya kamera ini bukan barang baru. Sprocket Rocket pertama diluncurkan Lomography pada 2011. Lomography mengklaim bahwa inilah kamera 35mm sudut lebar pertama di dunia yang didedikasikan untuk lubang sprocket film, yaitu deretan lubang kecil di tepi rol film 35mm yang biasanya dipakai kamera untuk menggerakkan film dan disembunyikan dari hasil foto. Jadi jika kamu memotret dengan Sprocket Rocket, lubang itu justru ikut terekspos. Hasilnya foto dengan bingkai sprocket khas seperti foto berikut.

Sprocket Rocket menghasilkan 18 foto panorama per roll film 35mm dengan rasio 1:3, jauh lebih lebar dari rasio foto standar. Kamera ini sepenuhnya mekanis dan tidak butuh baterai, jadi bisa dipakai kapan saja tanpa risiko kehabisan daya. Fitur multiple exposure dan long exposure memungkinkan pengguna menumpuk beberapa eksposur dalam satu frame, atau membuka rana lebih lama lewat mode Bulb (B) untuk foto malam hari. Dudukan tripod dan koneksi flash hot-shoe tersedia untuk pemotretan yang lebih terkontrol. Ada juga sisipan bingkai opsional untuk pengguna yang tidak ingin lubang sprocket muncul di hasil fotonya.
Starlight dan Ultra Violet, Dua Warna Baru Bertema Invasi Alien

Starlight tampil dengan bodi plastik berefek chrome warna perak. Ultra Violet memakai warna ungu tua yang lebih gelap. Promosi peluncuran keduanya mengusung tema invasi alien, lengkap dengan visual bertema luar angkasa di materi pemasaran Lomography.
Di luar warna, kedua edisi ini tidak membawa perubahan spesifikasi dari Sprocket Rocket reguler. Fitur, lensa, dan cara kerjanya identik, jadi bedanya murni soal tampilan.
Spesifikasi Sprocket Rocket Starlight dan Ultra Violet
| Spesifikasi | Sprocket Rocket Starlight & Ultra Violet |
|---|---|
| Format Film | 35mm |
| Panjang Fokus | 30mm |
| Aperture | f/10.8 dan f/16 |
| Kecepatan Rana | Bulb (B) dan 1/60 detik (N) |
| Eksposur | 18 foto panorama per roll, rasio 1:3 |
| Fitur | Multiple exposure, long exposure, hot-shoe flash, dudukan tripod, sisipan bingkai opsional |
| Warna | Starlight (silver chrome), Ultra Violet (ungu tua) |
| Harga (Inggris) | £45 per unit (Sumber: Kosmo Foto), harga Indonesia belum diumumkan |
Harga Sprocket Rocket Starlight dan Ultra Violet
Sprocket Rocket Starlight dan Ultra Violet sudah bisa dibeli secara global lewat toko online resmi Lomography. Di Inggris, harganya £45 per unit menurut laporan Kosmo Foto. Siaran pers resmi Lomography sendiri tidak mencantumkan harga untuk pasar Indonesia.
Harga dan ketersediaan resmi Sprocket Rocket Starlight dan Ultra Violet di Indonesia belum diumumkan Lomography. Lomography sebenarnya sudah punya distributor resmi di Indonesia, yaitu PT Duta Sukses Indonesia, yang sejak pertengahan 2026 memasarkan sejumlah kamera analog Lomography lewat jaringan ritel dan lab foto di Indonesia. Namun lini produk yang mereka bawa sejauh ini belum mencakup Sprocket Rocket. Belum bisa dipastikan apakah dan kapan Starlight dan Ultra Violet akan masuk lewat jalur resmi tersebut.
Sambil menunggu kepastian itu, pembeli yang berminat bisa memesan langsung dari toko online internasional Lomography di shop.lomography.com, dengan konsekuensi ongkos kirim dan pajak impor yang perlu dihitung sendiri.
Kesan Pertama yangcanggih.com
Starlight dan Ultra Violet hadir sebagai varian dari kamera legendaris Lomography. Daya tariknya murni soal pilihan warna baru untuk pengguna yang sudah suka format panorama bersprocket khas Lomography ini. Yang perlu diperhatikan, kamu wajib paham soal fotografi manual untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Sprocket Rocket Starlight dan Ultra Violet
Apa beda Sprocket Rocket Starlight dan Ultra Violet dari versi reguler?
Bedanya cuma warna bodi. Starlight memakai plastik berefek chrome perak, Ultra Violet memakai warna ungu tua. Spesifikasi, lensa, dan fitur seperti multiple exposure, long exposure, serta dudukan tripod tetap sama persis dengan Sprocket Rocket reguler.
Berapa harga Sprocket Rocket Starlight dan Ultra Violet di Indonesia?
Lomography belum mengumumkan harga maupun ketersediaan resmi kedua warna ini untuk pasar Indonesia. Di Inggris, harganya £45 per unit. Sambil menunggu kepastian dari distributor resmi di Indonesia, pembeli bisa memesan lewat toko online internasional Lomography.
Apa itu lubang sprocket pada film 35mm?
Lubang sprocket adalah deretan lubang kecil di kedua tepi rol film 35mm yang biasanya dipakai mekanisme kamera untuk menggerakkan film maju mundur. Pada kamera biasa, area ini tersembunyi di luar frame foto. Sprocket Rocket sengaja mengekspos lubang ini sehingga ikut muncul di hasil cetak.
Berapa banyak foto yang dihasilkan Sprocket Rocket per roll film?
Sprocket Rocket menghasilkan 18 foto panorama per roll film 35mm standar 36 eksposur, dengan rasio gambar 1:3. Rasio ini jauh lebih lebar dari rasio foto biasa, cocok untuk memotret pemandangan atau skena lebar dalam satu bingkai.
Apakah Sprocket Rocket butuh baterai?
Tidak. Sprocket Rocket sepenuhnya mekanis dan tidak memerlukan baterai sama sekali. Kamera ini mengandalkan kecepatan rana Bulb (B) dan 1/60 detik (N), jadi tetap bisa dipakai memotret kapan saja tanpa risiko kehabisan daya.




