Acara tahunan Lenovo TechDay kembali digelar. Bersamaan dengan acara tersebut, Lenovo resmi meluncurkan CIO PlayBook 2026 – The Race for Enterprise AI. Edisi ke-4 CIO Playbook ini mengungkap tren adopsi AI dan implementasi dalam perusahaan serta kesiapan perusahaan di berbagai industri, khususnya di wilayah Asia Pasifik, berdasarkan data riset dari IDC.

“Organisasi di kawasan ASEAN+, termasuk perusahaan di Indonesia yang tengah mempercepat transformasi digital, kini telah beralih dari sekadar uji coba AI ke penerapan dalam skala besar. Sebanyak 67% organisasi mengadopsi AI secara sistematis, dengan integrasi AI ke perangkat dan infrastruktur yang ada menjadi prioritas investasi utama.” ujar Budi Janto, President Director, Lenovo Indonesia.
Lenovo CIO PlayBook 2026 – The Race for Enterprise AI
Di CIO PlayBook 2026 Lenovo mengungkapkan peran startegis AI sebagai pendorong utama pertumbuhan dan daya saing perusahaan di seluruh kawasan ASEAN+. 96% organisasi berencana meningkatkan investasi AI dalam 12 bulan ke depan. Secara rata-rata, organisasi memperkirakan belanja AI akan tumbuh sebesar 15%, mencakup GenAI dan Agentic AI, layanan AI berbasis cloud publik, infrastruktur AI on-premise, serta solusi keamanan AI.
Menurut Sumir Bhatia, President, Asia Pacific, ISG, Lenovo, faktor pembedanya terletak pada seberapa efektif organisasi mengintegrasikan AI, menggunakannya ke dalam infrastruktur, operasional, dan keamanan sehingga nilainya terus berlipat ganda seiring berjalannya waktu.
Seiring dengan semakin melekatnya AI pada strategi perusahaan, para CIO di Asia Pasifik kini mulai fokus pada tiga prioritas bisnis utama yakni upaya mendorong pertumbuhan pendapatan, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat pengalaman bisnis dan pelanggan.
Tiga prioritas Lenovo CIO Playbook 2026
Lenovo CIO Playbook 2026 menyoroti tiga prioritas utama yang akan membentuk arah perjalanan di tahun mendatang:
1. Pemanfaatan AI dalam operasional menjadi penggerak utama nilai bisnis. Sepanjang siklus penggunaan model AI, biaya untuk menjalankan AI dalam aktivitas sehari-hari bisa mencapai hingga 15 kali lebih besar dibandingkan biaya pelatihannya. Pada 2030, sekitar 75% kapasitas komputasi AI akan digunakan untuk operasional AI, dengan 80% perusahaan mengandalkan infrastruktur edge yang tersebar.
2. Produktivitas karyawan semakin menjadi prioritas strategis. Penerapan perangkat berbasis AI untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung inferensi lokal menjadi prioritas investasi IT #2, seiring dengan meningkatnya adopsi AI PC. Diperkirakan 50% pembelian PC di segmen enterprise akan beralih ke model yang dilengkapi agen AI on-device.
3. Skalabilitas AI masih menjadi tantangan utama. Meski 88% organisasi memperkirakan AI akan memberikan ROI positif, hanya sekitar setengah dari proyek uji coba AI (proof-of-concept) yang berhasil diterapkan ke tahap produksi. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan pada ambisi, melainkan pada kemampuan untuk mengembangkan AI dalam skala besar.


![[CES 2026] HP OmniBook X Flip 14 dan Flip 16: Laptop 2-in-1 dengan Layar OLED 3K, Opsi Prosesor Intel atau AMD Generasi Terbaru 19 HP OmniBook X Flip 14 dan Flip 16 1](https://www.yangcanggih.com/wp-content/uploads/2026/01/HP-OmniBook-X-Flip-14-dan-Flip-16-1-370x247.jpg)



