Setelah memperkenalkan headset mixed reality vivo Vision Discovery Edition, di kesempatan yang sama vivo turut memaparkan strategi terbarunya di bidang pencitraan (Imaging) untuk menjawab beragam tantangan di masa depan. Momen ini masih menjadi bagian rangkaian perayaan hari jadi vivo Ke-30 tahun. Sekaligus untuk menegaskan kembali komitmen vivo terhadap inovasi yang berpusat pada pengguna, keunggulan teknologi, dan kolaborasi.

1. Perkuat kemitraan strategis dengan ZEISS

Kolaborasi vivo dan ZEISS sudah dimulai sejak tahun 2020 lalu. Selama lima tahun terakhir, vivo dan ZEISS konsisten menetapkan standar baru kamera smartphone melalui perpaduan filosofi produk vivo yang berpusat pada pengguna dan inovasi optik dari ZEISS.
Kedepannya, kemitraan strategis ini akan terus diperkuat dan diperluas. Dengan begitu bisa tercipta inovasi teknologi pencitraan seluler yang semakin canggih, intuitif, dan relevan sesuai perkembangan jaman.
2. AI dan integrasi teknologi mandiri sebagai fondasi

Strategi pencitraan vivo selanjutnya adalah membangun fondasi dengan mengembangkan teknologi mandiri yang mengintegrasikan chip, sensor dan algoritma.
Untuk menghasilkan kualitas gambar terbaik, vivo mengandalkan kombinasi dua chip besutannya yakni VS1 dan V3+. Sinergi antara kedua chip tersebut diklaim mampu mempersingkat waktu pemrosesan gambar di skenario yang kompleks. Sekaligus, bisa menghasilkan jepretan foto portrait yang terlihat lebih detil, jernih, dan alami.

Teknologi AI juga turut menjadi bagian penting dari strategi pencitraan vivo. Kolaborasi antara sensor, chip, dan algoritma AI canggih kini telah berhasil mengatasi berbagai keterbatasan kamera ponsel.
Contohnya, fitur AI Photo Enhance yang bisa meningkatkan kualitas gambar agar lebih tajam. Fitur ini sangat membantu untuk memperbaiki gambar buram. Terutama saat mengambil gambar di posisi zoom lensa paling maksimal.

Bahkan, vivo juga mengembangkan algoritma restorasi dan rekonstruksi gambar khusus untuk meningkatkan kualitas foto yang diambil menggunakan lensa telefoto dengan kemampuan zoom hingga 30x.
3. Jaminan keamanan dan keaslian konten

Memastikan konten orisinil di era perkembangan AI yang semakin masif akan menjadi tantangan besar di masa depan. Untuk itulah vivo menjadi pabrikan smartphone Tiongkok pertama yang bergabung dengan Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA).
Ini berarti vivo berkomitmen untuk memastikan keaslian setiap konten foto dan video yang dihasilkan oleh perangkat mereka. Keaslian konten dijamin sesuai standar teknis yang mencakup:
- Traceability: Setiap konten (foto atau video) dipastikan punya metadata atau jejak digital yang bisa dilacak. Jejak ini mencakup informasi penting seperti kapan, di mana, dan oleh perangkat apa konten tersebut dibuat. Jadi, bisa berguna untuk verifikasi dan membuktikan keaslian konten.
- Tamper-resistance: Melindungi konten dari perubahan atau manipulasi yang tidak sah. Sistem akan mendeteksi apabila konten telah disunting. Sangat penting untuk melawan penyebaran berita palsu dengan gambar yang telah dimanipulasi.
- Recognizability: Menjamin keaslian konten agar mudah dikenali atau diverifikasi.
4. Perluas akses teknologi pencitraan

vivo berkomitmen untuk memperluas akses teknologi pencitraannya ke khalayak yang lebih luas. Salah satunya dengan merambah sektor medis. Untuk mempermudah diagnostik mata, vivo berencana mengembangkan lampu celah portabel.

Perangkat ini akan menggabungkan kemampuan telefoto makro dari smartphone vivo X200 dengan optik kelas medis. Dengan begitu bisa menjadi solusi diagnostik mata yang lebih praktis dan canggih.
5. Integrasi lintas perangkat

Untuk menghadirkan pengalaman imaging antar perangkat yang mulus dan saling terintegrasi vivo meciptakan beragam inovasi. Seperti misalnya teknologi pencitraan 3D pada X100 Ultra dan video spasial 60 fps di X200 Ultra. Semua kreasi konten 3D dan video spasial dengan kedua perangkat tersebut nantinya bisa dinikmati lewat headset mixed reality vivo Vision Discovery Edition untuk pengalaman audio dan visual yang lebih imersif.
6. Dukung platform kreatif

Terakhir, vivo sedang membangun ekosistem kreatif. vivo memadukan teknologi canggih dengan platform kreatif terbuka agar semua orang bisa mengeksplorasi fotografi dan videografi dari ponsel.
Beragam kegiatan juga digelar yang difokuskan untuk segmen anak muda. Seperti misalnya kompetisi film pendek “Capture the Future” bersama UNESCO yang berhasil memberikan panggung untuk para sineas muda.

Kemudian, vivo juga menggelar Pameran National Mobile Photography pertama bersama Asosiasi Fotografer Tiongkok untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap seni fotografi.
Di kesempatan yang sama vivo turut mengumumkan para pemenang vivo VISION+ Mobile PhotoAwards 2025. Ajang prestisius ini berhasil menarik lebih dari 500.000 kiriman foto dari seluruh dunia yang diabadikan sepenuhnya dengan kamera smartphone vivo.






