Review ASUS Vivobook 13 Slate OLED

7.8

Di tahun ini ASUS memang fokus menghadirkan jajaran laptop dengan layar OLED. Menariknya, rangkaian laptop dengan layar OLED dari ASUS bisa ditemukan di hampir semua segmen. ASUS Vivobook 13 Slate OLED adalah salah satunya. Penasaran bagaimana performa laptop dengan layar OLED paling murah dari ASUS ini? Simak ulasannya sebagai berikut.

 

ASUS Vivobook 13 Slate OLED

Desain ASUS Vivobook 13 Slate OLED

ASUS Vivobook 13 Slate OLED masuk di kategori PC 2-in-1 Detachable. Artinya, panel layarnya bisa dilepas pasang dari keyboard untuk digunakan mandiri sebagai tablet.

ASUS Vivobook 13 Slate OLED

Dalam paket penjualannya perangkat ini sudah termasuk dengan keyboard dan cover stand yang bisa dilipat. Jadi, akan nyaman digunakan ke beragam posisi dan orientasi menyesuaikan kebutuhan pengguna.

ASUS Vivobook 13 Slate OLED

Cover stand dan keyboard tersebut mengusung gaya magnetik. Memang sangat praktis. Tapi, untuk sistem magnet pada cover stand agak kurang kuat. Masih rawan geser dan mudah terlepas dari panel belakang bodinya. Sementara, untuk sistem magnetik di keyboardnya cukup kuat dan tetap mudah dilepas pasang.

Secara keseluruhan profil bodinya cukup tipis. Dimensinya juga ringka. Dengan bobot sekitar 0,78 Kg (tanpa keyboard dan stand cover) vivobook 13 Slate OLED tergolong ringan. Mudah masuk ke dalam tas dan ideal untuk para pengguna yang mobilitasnya tinggi.

Untuk konektivitas di sisi kiri tersedia dua port USB-C, jack audio 3.5mm dan slot microSD. Sementara, di sisi kanan tersedia tombol untuk pengaturan volume.

Layar sangat cemerlang

Tidak bisa dimungkiri daya tarik utama dari Vivobook 13 Slate OLED ada di layarnya. Panel layar ASUS OLED 13.3 inci yang diusungnya sangat memanjakan mata. Respon layarnya dengan sentuhan jari juga amat baik. Layar sentuhnya juga mendukung penggunaan pena stylus opsional ASUS Pen 2.0. Satu yang kurang panel layarnya ini cukup mudah meninggalakan jejak jari. Jadi, wajib untuk sering dibersihkan.

ASUS Vivobook 13 Slate OLED

Tampilan di layarnya terlihat tajam di resolusi Full HD dan kaya warna. Akurasi warnanya jempolan. Sudah mendukung standar gamut warna DCI-P3 100% dan mendapatkan sertifikasi Pantone Validated. Bisa diandalkan untuk konten kreasi. Keunggulan layar ASUS OLED yang lain bisa dilihat di tautan berikut.

Berkat dukungan Dolby Vision layarnya juga sangat optimal untuk menikmati konten film di mode HDR. Pengalaman menikmati konten multimedia di perangkat ini semakin mengasyikkan dengan empat pasang speaker yang didukung Dolby Atmos. Performa suara speakernya ini sangat baik. Terdengar jernih dan bertenaga.

Keyboard nyaman digunakan

ASUS Vivobook 13 Slate OLED

Untuk mendukung produktivitas keyboardnya yang bisa dilepas pasang juga hadir dengan profil sangat tipis. Tapi, untunglah tombol-tombol keyboardnya cukup besar dan tidak terlalu rata dengan permukaan bodi. Mengetik dengan keyboardnya tergolong nyaman dan tidak membuat tangan cepat pegal.

Satu nilai tambah ada di area trackpad. Area trackpad di bawah keyboardnya memiliki ukuran yang sangat besar. Jadi, sangat nyaman digunakan untuk navigasi. Respon touchpad dengan sentuhan jari juga amat baik.

svg%3E

Fitur terbatas

Tidak banyak fitur yang bisa ditemukan di ASUS Vivobook 13 Slate OLED. Untuk pengaman ASUS menyediakan sensor sidik jari yang langsung menyatu dengan tombol power.

Kemudian, seperti perangkat tablet pada umumnya tersedia dua kamera di bagian depan dan belakang. Kamera belakangnya menggunakan sensor 13 megapixel dan kamera depan 5 megapixel. Kamera depannya ini cukup mumpuni untuk mendukung konferensi video. Fitur lainnya tersedia dukungan WiFi 6 dan fitur Quick Charge untuk isi ulang baterai lebih cepat.

Performa cukup untuk produktivitas harian

Masuk ke sektor dapur pacunya Vivobook 13 Slate OLED ditenagai prosesor Intel Pentium Silver N6000. Prosesor tersebut disokong RAM 8GB dan ruang penyimpanan SSD M.2 NVMe PCIe 3.0 yang kapasitasnya 256GB. Hasil benchmarknya sebagai berikut:

Dengan spesifikasinya tersebut ASUS Vivobook 13 Slate OLED bisa menjalankan sistem operasi Windows 11 dengan cukup lancar. Perlu diketahui juga Intel Pentium Silver memang bukanlah prosesor yang mengedepankan performa kencang. Tapi, secara keseluruhan performanya sudah memadai untuk mendukung produktivitas harian. Seperti misalnya mengetik dokumen di Microsoft Office, browsing, , konferensi video dan menikmati konten multimedia. Untuk konten kreasi hanya cukup untuk penyuntingan foto dan video yang sederhana.

Lalu bagaimana dengan manajemen thermalnya? Vivobook 13 Slate OLED hadir dengan solusi pendinginan tanpa kipas. Nilai positifinya kinerjanya sangat senyap. Tapi, di bagian sisi kiri belakang bodinya akan terasa cukup hangat saat digunakan beraktivitas. Jika digunakan di mode laptop memang tidak akan menggangu. Tapi, akan cukup menggangu saat digunakan di mode tablet.

Baterai cukup tahan lama

Pengujian baterai ASUS Vivobook 13 Slate OLED kami lakukan dengan skema terhubung ke WiFi, tingkat kecerahan layar 50 persen dan mengaktifkan mode battery saver Windows. Untuk kebutuhan produktivitas seperti mengetik dokumen dan sesekali browsing baterainya ini bisa tahan hingga sekitar 9 jam. Memang bukan yang paling tahan lama. Tapi, sudah memadai untuk mendukung gaya kerja hibrid dan para pekerja yang mobiltiasnya tinggi.

Kesimpulan

Kehadiran Vivobook 13 Slate OLED menjadi bukti ASUS mampu menghadirkan layar OLED untuk semua kalangan tanpa perlu merogoh kocek mahal. Secara keseluruhan kami cukup puas dengan Vivobook 13 Slate OLED. Terutama di layar, keyboard yang nyaman dan sektor audio yang jernih dan bertenaga. Walau begitu, memang masih ada beberapa kompromi yang perlu dimaklumi. Seperti performa pas-pasan dan rancangan stand magnetik yang rawan lepas. Dengan harga jual di kisaran 9 juta Rupiah Vivobook 13 Slate OLED adalah PC 2-in-1 paling murah dengan layar OLED saat ini. Sangat kami rekomendasikan untuk siapa saja yang membutuhkan laptop ringkas dengan layar ciamik untuk mendukung produktivitas harian dan hiburan.

Kelebihan ASUS Vivobook 13 Slate OLED:

– Layar OLED Cemerlang
– Keyboard nyaman digunakan
– Audio jernih dan bertenaga
– Baterai cukup tahan lama
– Kinerja senyap
– Ada slot microSD
– Harga relatif terjangkau

Kekurangan ASUS Vivobook 13 Slate OLED:

– Stand magnetik mudah lepas
– Pena stylus harus dibeli terpisah
– Layar mudah kotor
– Port konektivitas terbatas
– Agak panas dibagian belakang bodi

ASUS Vivobook 13 Slate OLED cocok untuk:

Pelajar:

Desain yang ringkas dan bisa dilepas menjadi tablet sangat fleksibel untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Performanya masih memadai untuk Google Meet atau Zoom serta menjalankan Canva dan Microsoft Office saat membuat tugas.

Penggemar film dan drama serial:

Layar OLED 13.3 inci yang cemerlang sangat pas untuk nonton film dan drama serial favorit lewat platform streaming. Pastikan Anda tidak membiarkan banyak aplikasi terbuka saat memutar film.

Pekerja yang mobilitasnya tinggi:

Keyboard yang nyaman digunakan dan baterai yang cukup tahan lama bisa diandalkan untuk menemani bekerja. Namun pastikan aplikasi yang digunakan tidak terlalu berat untuk pengalaman kerja yang lebih baik.

Para seniman digital atau illustrator:

Meski pena stylusnya harus dibeli terpisah secara keseluruhan perangkat ini bisa menunjang para seniman digital atau ilustrator untuk berkarya. Namun kami sarankan Anda membeli Apple iPad jika memang sering membuat sketsa mengingat performanya yang lebih gegas dan responsif.

Dengan harga jual di kisaran 9 juta Rupiah Vivobook 13 Slate OLED adalah PC 2-in-1 paling murah dengan layar OLED saat ini. Sangat kami rekomendasikan untuk siapa saja yang membutuhkan laptop ringkas dengan layar ciamik untuk mendukung produktivitas harian dan hiburan.
7.8