Review Shokz Openmove

8
Cek harga

Beberapa waktu lalu Erajaya Active Lifestyle meluncurkan jajaran headphone nirkabel Shokz di Indonesia. Headphone besutan Shokz ini datang dengan satu teknologi unggulan yakni Bone Conduction atau konduksi tulang. Di antara empat model yang diumumkan Shokz Openmove hadir dengan harga jual paling murah. Penasaran bagaimana performanya? Simak ulasannya berikut ini.

svg%3E

Desain Shokz Openmove

Meski mengusung konektivitas nirkabel Shokz Openmove berbeda dengan TWS atau earbud nirkabel. Modul speaker kiri dan kanannya terhubung oleh satu band elastis yang terbuat dari material titanium.

svg%3E

Mengadopsi rancangan open-ear tidak ada modul speaker yang masuk ke dalam telinga. Ini membuatnya sangat nyaman digunakan untuk aktivitas olahraga dalam jangka waku yang lama. Berkat headband titaniumnya Shok Openmove juga tidak akan mudah lepas dari telinga. Sekalipun Anda banyak bergerak saat aktivitas olahraga.

Secara keseluruhan rancangannya sangat solid. Bobotnya yang hanya sekitar 29 gram juga sangat ringan. Anda juga tidak perlu khawatir mengajaknya olahraga di kondisi cuaca tidak menentu. Pasalnya, Shokz Openmove sudah tahan air dan keringat dengan peringat IP55.

 

Untuk navigasi Shokz Openmove mengandalkan tombol fisik. Ada tiga tombol fisik yang dibawanya. Dua dibagian kanan dan satu di bagian kiri. Dua tombol di bagian kanan terdiri dari tombol volume (+) dan (-). Tombol volume (+) juga merangkap tombol power. Akses kedua tombol tersebut cukup mudah dijangkau. Tepat di samping kedua tombol ini tersedia port USB-C untuk isi ulang baterai.

Sementara, satu tombol di sebelah kiri ditempatkan tepat di modul speakernya. Tombol ini multifungsi. Bisa untuk Play/Pause, memilih Track lagu dan memilih bahasa. Shokz Openmove mendukung empat bahasa di antaranya bahasa Inggris, Jepang, China dan Korea.

Memang cukup disayangkan Shokz Openmove belum mendukung navigasi dengan panel sentuhan atau fungsi tap seperti TWS kekinian. Tapi, dengan tombol fisiknya tersebut memang ada kelebihan dan kekurangan yang kami temukan.

Nilai positifnya tombol-tombol fisik ini menawarkan navigasi yang lebih mudah. Anda juga tidak perlu khawatir saat tidak sengaja tersentuh. Ini karena tombol-tombol tersebut tidak akan berfungsi jika tidak ditekan. Sisi negatifnya untuk navigasi memang Anda perlu menghafal semua kombinasi tekan tombol fisiknya.

Misalnya, tekan dua tombol volume di sebelah kanan bisa digunakan untuk memulai mode pairing. Saat sudah terhubung ke ponsel tekan dua tombol volume ini bisa digunakan untuk memilih mode EQ. Kemudian, tombol fisik di sebelah kiri tekan sekali untuk pause/play dan menjawab panggilan telepon. Tekan dua kali untuk maju ke lagu berikutnya dan tekan tiga kali untuk mundur ke lagu sebelumnya. Tekan dan tahan sebentar tombol di sebelah kiri bisa digunakan untuk memanggil asisten virtual di ponsel.

Fitur Shokz Openmove

Tidak banyak fitur yang bisa ditemukan di Shokz Openmove. Headphone ini dilengkapi dengan dua mode EQ yakni Standar dan Human Voice. Mode Human Voice akan memprioritaskan suara vokal. Bisa dipilih untuk Anda yang gemar mendengarkan podcast atau audiobook. Tapi, dari pengujian kami antara mode EQ Standar dan Human Voice hanya terasa sedikit sekali ada perbedaan.

svg%3E

Shokz Openmove juga mendukung fitur multipairing. Artinya, headphone ini bisa terhubung ke dua perangkat sekaligus. Selain itu, Shokz Openmove juga sudah dilengkapi dengan mikrofon terintegrasi ganda dengan fitur penangkal bising. Kualitas suara dari mikrofonnya juga cukup baik. Lawan bicara bisa mendengarkan suara kami dengan cukup jelas saat melakukan panggilan telepon.

svg%3E

svg%3E

Kedua modul speaker Shokz Openmove dilengkapi dengan sistem magnetik. Saat tidak digunakan kedua modul speakernya bisa menempel untuk mempermudah penyimpanan. Perlu dicatat di Shokz Openmove tidak ada fitur stop atau play otomatis. Jadi, untuk menghentikan musik yang diputar Anda harus menekan kembali tombol powernya hingga mati.

Kualitas suara Shokz Openmove

svg%3E

Mengadopsi rancangan open-ear dan konduksi tulang, kualitas audio Shokz Openmove cukup bergantung pada penempatannya di luar lubang telinga. Perlu diingat headphone dengan teknologi bone conduction atau induksi tulang mengirimkan suara dengan memberikan getaran mini yang merambat melalui tulang pipi pemakainya dari transduser yang ditempatkan di depan telinga.

Getaran ini langsung menghubungkan telinga bagian dalam dan melewati gendang telinga. Jadi, tidak ada modul speaker yang masuk ke dalam telinga seperti headphone dengan gaya in-ear. Dengan begitu, headphone dengan teknologi ini akan lebih aman karena pengguna masih dimungkinkan untuk mendengarkan suara dari lingkungan sekitar.

Dari pengujian kami untuk mendapatkan kualitas audio paling optimal pastikan saja cantolan modul speakernya tepat di daun telinga. Posisi ini paling pas untuk menikmati semua potensi Shokz Openmove.

svg%3E

Untuk kualitas suara sendiri tergolong memuaskan untuk sebuah headphone dengan teknologi konduksi tulang. Satu kekurangan headphone dengan teknologi konduksi tulang umumnya adalah suara yang kurang bertenaga. Tapi, Shokz Openmove mampu menghadirkan kualitas suara yang cukup bertenaga. Suara yang dihasilkan juga jernih dengan gebukan suara bass yang cukup terasa. Untuk suara bass-nya ini perlu dimaklumi dan jangan dibandingkan dengan headphone atau TWS dengan gaya in-ear. Kelemahan rancangan open-ear memang suara gebukan bass tidak akan sekencang rancangan headphone in-ear atau close ear.

Saat digunakan olahraga di luar ruangan Anda juga perlu perhatikan volume suaranya. Dari pengujian kami saat menggunakannya bersepeda, pengaturan suara paling ideal untuk di luar ruangan ada di sekitar 50% hingga 70%. Di kisaran volume suara tersebut paling pas untuk mendengarkan musik sambil tetap bisa mendengarkan suara bising dari lingkungan sekitar.  Pengaturan volume suara tersebut bisa saja berbeda dan wajib disesuaikan dengan kemampuan indera pendengaran masing-masing pengguna.

Baterai Shokz Openmove

Shokz Openmove ditenagai dengan baterai isi ulang. Baterainya ini bisa digunakan hingga sekitar 6 jam untuk mendengarkan musik. Daya tahan baterainya ini tergolong rata-rata jika dibandingkan TWS nirkabel kekinian lain. Fitur isi ulang cepat juga belum didukungnya. Pengisian baterainya memerlukan waktu sekitar 2 jam.

Kesimpulan Shokz Openmove

Tidak bisa dimungkiri olahraga memang akan semakin asyik jika ditemani sambil mendengarkan musik. Nah, dengan rancangan titanium band elastis Shokz Openmove sangat nyaman digunakan dan tidak mudah terlepas saat diajak olahraga. Berkat rancangan open ear headphone ini juga sangat aman untuk menemani Anda olahraga di luar ruangan. Untuk sebuah headphone nirkabel fitur yang dibawanya memang tergolong minim. Tapi, setidaknya kualitas suaranya oke. Di atas rata-rata headphone dengan teknologi konduksi tulang pada umumnya.

Jika berminat harga Shokz Openmove ada di kisaran 1,2 Juta Rupiah.  Headphone ini bisa dipilih untuk Anda yang ingin mencicipi headphone dengan teknologi konduksi tulang. Shokz Openmove juga bisa jadi alternatif untuk Anda yang gemar olahraga dan tidak terbiasa menggunakan headphone nirkabel in-ear ataupun TWS.

Kelebihan Shokz Openmove

+ Kualitas suara oke
+ Sangat ringan dan nyaman digunakan
+ Aman digunakan di luar ruangan
+ Rancangan tahan air
+ Harga paling murah di antara headphone Shokz yang lain

Kekurangan Shokz Openmove

– Fitur minim
– Belum mendukung fitur isi ulang cepat
– Daya tahan baterai rata-rata
– Fitur EQ nyaris tidak terasa perbedaanya
– Tidak dilengkapi aplikasi pendukung
– Kombinasi tekan tombol fisiknya cukup banyak

Shokz Openmove cocok untuk

Para penggemar olahraga: Dengan rancangan open ear dan nirkabel Shokz Openmove sangat cocok untuk para penggemar olahraga di luar ruangan seperti misalnya pelari atau pesepeda.
Pengguna yang tidak terbiasa dengan headphone in-ear atau TWS: Rancangannya yang sangat ringan dan nyaman digunakan membuatnya cocok untuk pengguna yang tidak terbiasa dengan headphone in-ear atau TWS.

Bisa dipilih untuk Anda yang ingin mencicipi headphone dengan teknologi konduksi tulang. Shokz Openmove juga bisa jadi alternatif untuk Anda yang gemar olahraga dan tidak terbiasa menggunakan headphone nirkabel in-ear ataupun TWS.
8
Cek harga