PINTAR Hadirkan Platform Pendidikan dan Pengembangan Diri Tanpa Kenal Usia

PT Pintar Pemenang Asia hari ini, Selasa (17/5), merilis platform pendidikan dan pengembangan diri yang diberi nama PINTAR. Menurut pihak perusahaan, platform tersebut dibuat untuk memberdayakan angkatan kerja Indonesia lewat akses belajar tanpa kenal usia.

Tiga lini produk PINTAR

PINTAR

Dalam acara peluncuran yang dihadiri Yangcanggih secara online, dijelaskan bahwa ada tiga lini produk yang terintegrasi dalam satu platform, yaitu Kursus, Kuliah, dan Korporasi. Hadirnya platform ini diharapkan dapat menutup gap antara demand dan supply dalam pasar tenaga kerja yang muncul karena perubahan dunia kerja seiring perkembangan teknologi.

“Kami yakin bahwa pendidikan yang relevan terhadap kebutuhan industri tidak hanya berpotensi membuka peluang bagi pembelajar, tetapi juga bagi keluarganya, komunitasnya, serta organisasi di mana dia menyumbangkan waktu, pikiran, dan tenaganya,” ucap Ray Pulungan, CEO PINTAR.

Yang menarik, pendidikan yang ditawarkan tidak hanya berupa pendidikan formal saja, tapi juga pendidikan yang dinamis dan peka terhadap perubahan zaman. Grace Gunawan selaku Head of Learning PINTAR mengungkapkan, platform ini memperjuangkan pendidikan yang tidak mengenal ruang dan waktu sehingga memberi kesempatan yang setara bagi setiap orang di usia produktif.

Bagi yang berminat mencoba belajar dan mengasah skill baru, platform PINTAR bisa diakses melalui website Pintar.co.

PINTAR

Masalah ketidaksesuaian di dunia kerja Indonesia

Chair of B20 Indonesia 2022 sekaligus Wakil Ketua Kadin Indonesia dan CEO Sintesa Group Shinta Kamdani menjelaskan, di Indonesia terjadi permasalahan ketidaksesuaian (mismatch) antara supply dan demand tenaga kerja. Menurut penelitian LIPI, 4,6 persen tenaga kerja Indonesia undereducated, 27,9 persen tenaga kerja overeducated, dan 68,4 persen mengalami field of study mismatch.

Mismatch inilah yang menimbulkan kesenjangan keterampilan, rendahnya kepuasan kerja, tingginya angka pengangguran, sampai kesenjangan gaji/upah. Karena itu, PINTAR diharapkan dapat memberi solusi terhadap masalah tersebut dengan menjadi menjadi penjembatan skill gap di dunia kerja lewat kolaborasi dengan berbagai institusi.

Menurut Shankar Prasad, Incoming Dean for School of Professional Studies, sangat penting bagi institusi pendidikan tradisional seperti universitas untuk berkolaborasi dengan edutech. Sebab, mereka mampu menciptakan konten-konten yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, mereka juga mampu menjangkau lebih banyak pembelajar dibanding institusi pendidikan tradisional.

Your email address will not be published.