Mengenal Teknologi dan Kelebihan Mobil Bertenaga Listrik di Tahun 2020

Semua orang pasti pernah mendengar soal mobil listrik. Dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan menghilangkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, mobil listrik dipercaya sebagai masa depan dari industri otomotif di dunia, termasuk Indonesia.

Kalau membicarakan mobil listrik, nama Tesla mungkin menjadi yang pertama muncul di benak masyarakat. Tapi selain Tesla, belakangan semakin banyak pabrikan besar lainnya yang meramaikan ranah tersebut, seperti Nissan, BMW, Ford, Kia, Hyundai, Chevrolet, Toyota, dan Honda.

svg%3E
image: Autogespot.com

Bagi masyarakat Indonesia sendiri beralih dari mobil dengan bahan bakar konvensional ke mobil listrik terbilang tidak mudah. Selain harga yang umumnya mahal, saat ini ketersediaan stasiun pengisian daya belum seperti di Amerika dan Eropa.

Walaupun untuk sekarang belum banyak terlihat mengaspal di Indonesia, tidak ada salahnya jika kita mengenal lebih jauh tentang mobil listrik. Kami yakin, banyak di antara Anda yang masih belum familiar dengan teknologi yang tertanam di dalamnya.

Mobil listrik yang akan kami bahas kali ini adalah All-Electric Car yang sudah sepenuhnya mengandalkan baterai, bukan hybrid. Apa saja komponen utamanya? Yuk, langsung saja simak daftar yang kami rangkum dari afdc.energy.gov!

Komponen utama mobil listrik

1. Baterai

Sepert disebutkan di atas, All-Electric Car menggunakan baterai sebagai sumber tenaga penggerak motor listrik di roda. Sejauh ini ada dua jenis baterai yang umum digunakan pada mobil listrik, yaitu Lithium-Ion (Li-Ion) dan Nickel Metal Hydride (Ni-MH).

2. Port untuk charging

Seperti perangkat berbasis baterai pada umumnya, mobil listrik memiliki sebuah port untuk charging. Port inilah yang memungkinkan mobil terhubung ke catu daya eksternal untuk mengisi daya baterai.

svg%3E

3. DC/DC Converter

Perangkat ini berfungsi untuk mengubah daya DC bertegangan lebih tinggi dari baterai menjadi daya bertegangan rendah untuk menjalankan berbagai aksesori yang ada di mobil.

4. Electric Traction Motor

Ini merupakan motor penggerak roda yang ditenagai oleh baterai.

svg%3E

5. Onboard Charger

Perangkat yang mengambil listrik AC yang masuk melalu port pengisian daya, lalu mengubahnya menjadi daya DC untuk baterai. Fungsi lainnya adalah memantau karakteristik baterai seperti tegangan, arus, suhu, dan status charging.

6. Power Electronic Controller

Fungsinya untuk mengatur aliran energi listrik dari baterai, dan mengendalikan kecepatan motor penggerak serta torsi yang dihasilkannya.

7. Thermal System

Sistem yang amat penting ini akan menjaga suhu pengoperasian yang ideal dari mesin, motor listrik, dan komponen lainnya.

8. Traction Battery Pack

Perangkat ini berfungsi untuk menyimpan listrik yang akan digunakan oleh motor penggerak.

9. Transmisi elektrik

Transmisi elektrik bertugas mentransfer tenaga mekanis dari motor penggerak listrik untuk menggerakkan roda.

svg%3E
image: dapplife.com

Kelebihan dan kekurangan mobil listrik dengan baterai

All-Electric Car atau bisa juga disebut Battery Electric Vehicle (BEV) memilki banyak keunggulan dibanding mobil konvensional. Dikutip dari Newsroom Toyota Indonesia, BEV memiliki gas buang yang paling rendah emisinya hingga nol. Itu artinya, secara operasional sangat ramah lingkungan.

Kelebihan lainnya adalah biaya perawatan mobil listrik yang sepenuhnya ditenagai oleh baterai umumnya lebih murah, karena mobil listrik tidak memiliki beberapa komponen yang biasa digunakan oleh mobil konvensional. Selain itu, secara performa mobil listrik juga cenderung lebih responsif dan lebih efisien khususnya ketika kondisi macet.

Meski banyak keunggulannya, harus diakui bahwa untuk saat ini mobil listrik masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah harganya yang cenderung lebih mahal. Untuk sekarang, biaya awal yang harus Anda keluarkan untuk membeli mobil listrik bisa jauh lebih tinggi dibanding membeli mobil konvensional.

Di beberapa negara maju pun mengemudikan mobil listrik masih harus mempertimbangkan soal ketersediaan charging station di kota tempat tinggal. Memang bisa mengisi daya di rumah, tapi yang harus diingat, setiap mobil listrik punya jangkauan jarak yang terbatas.