Traffic Naik Selama Pandemi, Smartfren Tingkatkan Kapasitas dan Perluas Jangkauan Layanan

Smartfren menyebut pandemi COVID-19 di Indonesia telah memberikan perubahan yang signifikan terhadap perilaku masyarakat dalam memanfaatkan internet. Seiring dengan kegiatan Work From Home dan Pembelajaran Jarak Jauh, masyarakat banyak masuk ke ranah digital yang tentunya membuat traffic data meningkat tajam di berbagai wilayah operasional. Untuk tetap memberikan layanan yang memadai, apa saja yang telah dilakukan oleh Smartfren?

Smartfren: Tingkatkan kapasitas, perluas coverage dan optimasi jaringan

svg%3E

Dalam acara Technology Update 2020 yang digelar secara online bersama awak media, Rabu (4/11), Smartfren menjelaskan pada paruh kedua 2020 kenaikan traffic secara nasional tercata mencapai 24 persen dibandingkan dengan paruh pertama. Yang paling tinggi ada di Samarinda, yakni hingga 58 persen, menyusul Semarang dan Balikpapan dengan 38 persen dan 36 persen. Untuk merespon, kenaikan tersebut, Smartfren terus melakukan peningkatan kapasitas, coverage, serta optimasi jaringan.

“Selama pandemi, smartfren tetap melakukan optimasi jaringan karena memang pola traffic yang dinamis. Yang tadinya (traffic) lebih banyak di area perkotaan, kini bergeser ke daerah pinggiran kota (perumahan),” kata Munir Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Communications Smartfren.

Optimasi jaringan tersebut dilakukan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, Smartfren memastikan telah mengoptimasi 42 persen dari keseluruhan network mereka. Ketika penggunaan lebih banyak di area perumahan (bukan mall atau perkantoran), maka semua resource akan diarahkan ke perumahan agar memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik.

Munir juga mengungkapkan bahwa Smartfren secara nasional berhasil mengalami kenaikan coverage hingga 21 persen yang artinya jangkauan layanan Smartfren menjadi semakin luas. Kapasitasnya juga diklaim telah bertambah 29 persen.

Sudah siap 5G

svg%3E

Pada kesempatan yang sama Smartfren tidak lupa menyinggung soal kesiapan mereka terhadap teknologi 5G. Menurut Smartfren, implementasi layanan 5G hanya tinggal menunggu waktu saja. Hal itu dimungkinkan karena Smartfren yang saat ini sudah menggunakan jaringan 4G+ telah memiliki semua syarat yang dibutuhkan untuk 5G.

“5G sudah di depan mata. Apakah segera masuk atau tidak nanti masih kita lihat seiring waktu. Smartfren hari ini sudah 4G+. Semua syarat yg dibutuhkan untuk 5G sudah berjalan di jaringan Smartfren. Tinggal milimeter waves yang masih harus menunggu pemerintah,” lanjut Munir.

Saat ini Smartfren menerapkan sejumlah teknologi pada seluruh aspek network, yaitu multiple carrier, milimeter wave, small cell, 4×4 MIMO, Beam Forming, Full Duplex, serta 256 QAM. Semuanya berperan dalam memberikan koneksi internet yang membuat pelanggan mendapat akses berkecepatan tinggi, stabil, serta mencapai 4G+ pada gadget yang mendukung.

Yang lebih menarik, Deputy CEO Mobility Smartfren Sukaca Purwokardjono mengatakan, pelanggan dengan gadget tertentu yang mendukung teknologi network tersebut bisa mendapatkan manfaat lebih besar. Misalnya pengguna iPhone 11 Pro dan Pro Max, iPhone SE, atau Samsung Galaxy Note 20 yang bisa memaksimalkan kecepatan download hingga 540 Mbps.

Sedikit membahas soal produk, Smartfren kembali mengedepankan eSIM sebagai penawaran unggulan mereka yang kini sudah bisa dipesan secara online. Ada pula Kuota Nonstop dengan fitur kuota utama 24 jam untuk semua aplikasi serta akses internet nonstop setelah kuota utama habis. Satu fakta unik lainnya yang diungkap oleh Smartfren adalah di era pandemi ternyata masih banyak yang pelanggan yang mencari perangkat MiFi. Meski begitu, Smartfren saat ini tidak lagi membuat MiFi sendiri, melainkan menggandeng partner sebagai penyedia perangkat.

Verified by MonsterInsights