[Real-Life Test] Mengabadikan Momen Liburan ke Korea Selatan dengan Kamera Samsung Galaxy Note10+

Sektor fotografi selalu menjadi fokus utama dari setiap produk yang dikembangkan oleh Samsung. Tidak terkecuali pada seri Galaxy Note, yang mungkin bagi sebagian orang lebih identik sebagai perangkat yang menunjang produktivitas. Seiring dengan perkembangan zaman ke era digital, Galaxy Note kini bukan cuma dipakai oleh para profesional yang membutuhkan S Pen sebagai alat menuangkan ide dan gagasan. Spesifikasinya yang canggih terutama pada sektor fotograi juga membuatnya cocok untuk Anda para kreator konten.

svg%3E

Pada Galaxy Note10 Series, premis yang ditawarkan adalah ‘the power to create’ melalui kamera pro-grade yang siap membawa penggunanya menjadi ‘the powerful creator’. Nah, untuk membuktikan semua hal tersebut, Samsung kembali menggelar sesi workshop bersama awak media yang kali ini diadakan di kampung halaman mereka, Korea Selatan. Penasaran seperti apa pengalaman selama jalan-jalan dengan Galaxy Note10+? Yuk, ikuti perjalanan saya:

Memotret dengan beragam perspektif berbeda

Sekadar informasi bagi Anda yang belum tahu, Galaxy Note10+ punya kamera belakang yang terdiri dari 12 megapixel dual-aperture f/1.5 dan f/2.4 dengan OIS, kamera 12 megapixel telephoto juga dengan OIS, dan kamera 16 megapixel ultra-wide angle. Khusus untuk Galaxy Note10+, ada tambahan 3D ToF sensor yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang aplikasi 3D Scanner maupun mempercantik efek bokeh. Sementara kamera selfienya 10 megapixel.

svg%3E

Bukan tanpa alasan Samsung menanamkan konfigurasi seperti ini. Masing-masing kamera punya tugasnya sendiri, dan memberi keleluasaan bagi penggunanya untuk menciptakan konten dengan perspektif yang berbeda-beda tanpa harus repot gonta-ganti lensa.

Kamera utama 12 megapixel punya dual-aperture yang akan menyesuaikan kebutuhan pemotretan. Pada skenario dengan cahaya yang terang, kamera otomatis akan memilih aperture f/2.4. Sedangkan saat low light, aperture f/1.5 memiliki kemampuan untuk menangkap cahaya lebih baik.

Perjalanan saya di Korea Selatan dimulai dengan mengunjungi Gyeongbokgung Palace, sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul. Dibangun sejak era Dinasti Joseon, istana ini memiliki arsitektur yang kental dengan nuansa kerajaan. Selain itu, saya juga sempat mengunjungi tempat favorit lainnya seperti Gangchon Rail Park dan Nami Island.

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (2)

hasil foto Galaxy Note 10+

Hasil foto Galaxy Note 10 (1)

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (9)

Selama berada di Korea Selatan, kondisi cuacanya selalu cerah dengan matahari yang bersinar terang. Di sini, aperture f/2.4 punya peran penting untuk membantu mendapatkan hasil foto dengan tingkat kecerahan yang pas, alias tidak over. Ketajaman, detail foto, dan akurasi dari reproduksi warnanya wajib saya acungi jempol.

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (26)

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (28)

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (29)

Ada beberapa catatan menarik yang saya garisbawahi. Salah satunya adalah soal dynamic range. Menurut saya, kamera Galaxy Note10+ punya dynamic range yang luar biasa jika dibandingkan dengan kebanyakan smartphone yang ada di pasaran saat ini, baik untuk keperluan memotret maupun merekam video.

Hasil video Samsung Galaxy Note10+ (2)

Anda pasti setuju, satu masalah yang sering dihadapi oleh kamera smartphone kebanyakan saat pemotretan outdoor adalah backlight. Tapi bagi Galaxy Note10+, backlight atau bahkan menantang sinar matahari secara langsung pun bukan masalah. Jangan lupa, Anda bisa menyesuaikan White Balance sendiri atau mempercayakannya kepada fitur Scene Optimizer.

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (27)

Catatan kedua adalah soal kamera ultra wide-nya yang punya kualitas tidak kalah bagus dari kamera utamanya. Keuntungan dari memiliki kamera dengan lensa bersudut lebar adalah saya bisa mengambil gambar lebih luas tanpa harus beranjak dari posisi semula. Misalnya seperti pada contoh di bawah ini. Bandingkan jangkauan yang berhasil ditangkap antara kamera utama dengan kamera ultra-wide.

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (6)

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (5)

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (10)

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (11)

svg%3E

Walaupun sebagian besar kondisi pemotretan dilakukan dengan cahaya yang terang, ada satu lokasi yang mampu memaksa kamera Galaxy Note10+ beralih ke aperture f/1.5. Lokasi tersebut adalah singgasana raja di Gyeongbokgung Palace, yang berada di dalam ruangan dengan kondisi cahaya agak temaram. Kalau Anda melihat foto di bawah ini, mungkin Anda akan menganggap foto tersebut diambil di kondisi cahaya yang ideal. Faktanya tidak. Ruangan ini aslinya tidak seterang yang terlihat pada foto, dan aperture f/1.5 sangat membantu menciptakan foto yang lebih jelas tanpa harus memakai ISO tinggi sehingga minim noise.

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (3)

Berpindah ke Dongdaemun Design Plaza, saya kembali menikmati asyiknya memotret dengan lensa ultra-wide. Foto di bawah adalah contohnya. Saya tidak mungkin dapat menangkap background yang begitu luas dari bawah hingga atas dengan kamera biasa.

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (13)

Selanjutnya di Starfield Coex Mall, saya mencoba menggunakan kamera telephoto dari Galaxy Note10+. Desain ruangan perpustakaan yang ada di dalam mall ini sangat unik, dan menurut saya cocok untuk menguji apakah kamera telephoto mampu menangkap detail dengan baik atau tidak. Hasilnya bisa Anda lihat pada perbandingan foto antara kamera utama dengan kamera tele di bawah ini. Zoom-nya tajam, akurasi warnanya bagus, dan yang juga penting, stabil karena sudah didukung OIS.

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (14)

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (15)

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (16)

Kamera telephoto Galaxy Note10+ juga sempat saya coba ketika berada di Gangchon Rail Park, memotret objek yang posisinya ada di atas bangunan tinggi:

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (20)

Mengabadikan momen di malam hari

Jika malam hari tiba, tidak banyak kamera smartphone yang bisa diandalkan untuk menghasilkan foto yang layak dipamerkan ke media sosial. Galaxy Note10+ dengan bukaan lebar f/1.5 punya keunggulan dalam menangkap cahaya lebih banyak. Apalagi, saya juga bisa memanfaatkan fitur Night Mode.

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (31)

Namun untuk kondisi low-light tertentu ketika kamera mendeteksi ada cahaya yang dirasa masih mencukupi, Night Mode tidak secara agresif menumpuk beberapa foto sekaligus dengan beragam exposure. Artinya, Anda tidak akan melihat perbedaan berarti antara foto dengan Night Mode atau tanpa mode tersebut. Contoh di bawah ini adalah ketika mengambil foto dengan mode standar di kota Seoul pada malam hari:

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (30)

Hasil foto Samsung Galaxy Note10+ (18)

Terkadang saya justru lebih menyukai hasil foto low-light tanpa Night Mode. Secara keseluruhan, Galaxy Note10+ menurut saya tergolong bisa diandalkan untuk urusan pemotretan di kondisi minim cahaya.

Advanced Super Steady: rekam video tidak harus pakai gimbal

Bukan cuma soal kemampuan fotografinya, saya juga sangat puas dengan kecanggihan yang dimiliki Galaxy Note10+ untuk urusan perekaman video. Perlu diketahui bahwa kamera smartphone ini dibekali OIS. Jadi, untuk sekadar merekam sambil berjalan kaki sudah cukup stabil.

Nah, kalau dengan bantuan OIS saja video yang direkam sudah tampak stabil, lalu kenapa Samsung masih harus membenamkan fitur bernama Advanced Super Steady Video? Alasannya jelas, untuk kebutuhan merekam yang lebih ekstrim, misalnya sambil berlari atau seperti pada contoh di bawah ini, ketika saya menaiki kereta di Gangchon Rail Park. Perlu digarisbawahi, kereta ini berjalan dengan kecepatan yang lumayan dan guncangannya juga cukup terasa. Langsung saja lihat hasil videonya dan buktikan seberapa canggih kemampuan Advanced Super Steady:

Hasil video Samsung Galaxy Note10+ (1)

Video di atas saya rekam secara langsung menggunakan tangan, tanpa bantuan alat tambahan apapun. Dengan hasil yang begitu stabil, menurut saya dengan Galaxy Note10+ Anda tidak perlu lagi membawa gimbal ke mana-mana.

Daya tahan baterai

Selama berada di Korea Selatan, saya selalu mengawali hari dengan kondisi baterai Galaxy Note10+ 100 persen alias terisi penuh. Saya juga menggunakan SIM-card dan terus terhubung dengan jaringan internet. Media sosial yang aktif adalah Instagram dan Facebook.

svg%3E

Di hari pertama saya banyak mengambil footage video Full HD (terkadang 4K) dan terus memotret secara random. Saking asyiknya, dalam beberapa jam saja baterai Galaxy Note10+ sudah habis dan mengharuskan saya melakukan charging dengan power bank. Sementara di hari kedua, saya mencoba untuk lebih selektif dalam mengabadikan momen. Hasilnya, di hari kedua ini saya mampu menjaga baterai Galaxy Note10+ mencukupi hingga malam hari.

Editing cepat dan mudah

svg%3E
Adobe Premiere Rush

Ketika saya sudah memiliki banyak footage video, Samsung Galaxy Note10+ menawarkan kemudahan untuk melakukan editing secara cepat. Saya langsung disuguhkan dua opsi penyuntingan, yakni melalui aplikasi video editor bawaan dari Samsung, dan melalui aplikasi Adobe Premiere Rush. Tinggal pilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan jangan lupa gunakan S Pen untuk editing yang lebih presisi.

Kesimpulan

Berlibur bersama Samsung Galaxy Note10+ terasa begitu praktis dan mengasyikkan. Dengan kemampuan kameranya, menurut saya perangkat ini tidak hanya memudahkan untuk mengabadikan berbagai momen seru selama liburan, tapi juga bisa digunakan untuk tujuan yang lebih kreatif dan profesional, misalnya membuat film pendek, cinematic video, atau konten powerful lainnya.