Tri Gelar Uji Coba 5G di Surabaya

3 Indonesia (Tri) baru-baru ini menggelar uji coba 5G di Surabaya. Mengusung tema “The Future is Now #IndonesiaTanpaBatas”, pengujian tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Kominfo dan Institut Teknologi Sepuluh November.

Kecepatan download hingga 1,2 Gbps

Tri Gelar Uji Coba 5G di Surabaya 1

Pada uji coba 5G ini jaringan 3 Indonesia mencapai kecepatan unduh data hingga 1,2 Gbps dan kecepatan unggah 75,9 Mbps dengan latency 11 ms. Kualitas jaringan ini memungkinkan Ketua F5Gi Dr. Sigit Puspito Wigati Jarot, M.Sc, yang hadir lewat hologram, untuk dapat berinteraksi secara lebih leluasa dengan mahasiswa yang hadir dan memproyeksikan kehadirannya dengan lebih nyata meski Surabaya dan Jakarta terpaut jarak sekitar 785 km.

“Kecepatan 5G dapat membuat komunikasi lebih sempurna dan imersif. Keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh atau mengirimkan suatu karya ke belahan dunia lain secara real time,” kata Chief Commercial Officer 3 Indonesia, Dolly Susanto.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengamini bahwa jarak merupakan tantangan yang sangat besar di Indonesia. Oleh karena itu, ia menyebut penerapan teknologi baru yang dapat melampaui batasan jarak menjadi penting.

Uji coba 5G di jaringan 3 Indonesia ini adalah uji coba 5G pertama di Indonesia yang dilakukan di live system secara end-to-end yang menggunakan frekuensi millimetre wave untuk 5G gNB radio, 80 GHz untuk E-Band transport, NSA3x untuk 5G Core Network di Semarang, serta HSS, PCRF, dan VoLTE IMS di Jakarta, dan perangkat 5G.

Libatkan sejumlah mitra

Menurut Tri, pencapaian pada uji coba kali ini merupakan kelanjutan dari pencapaian komunitas global 3 yang sebelumnya telah menggelar uji coba 5G di berbagai negara seperti UK, Hong Kong, dan Austria.

Uji coba end-to-end di ITS melibatkan sejumlah mitra, yakni Nokia yang menyediakan gNB untuk 5G RAN, E-Band MW transport, aktivasi 5G di live vEPC, dan integrasi end-to-end, Huawei dengan solusi SDB (Super Dual Band) MW yang pertama kalinya digunakan di Indonesia untuk kapasitas data 5G.

Perangkat yang digunakan dalam uji coba 5G ini juga didukung oleh modem Snapdragon X50 5G dari Qualcomm dan dukungan teknis untuk memastikan panggilan data dan VoLTE di jaringan 5G dapat dilakukan. Uji coba ini juga mendemonstrasikan kemampuan Dual Connectivity yang menggabungkan jaringan 5G dan jaringan LTE secara simultan. Penggunaan Dual Connectivity ini memungkinkan konsumen menikmati internet dengan user experience yang jauh lebih baik.