Mencermati Kecanggihan 32MP Pop-Up Camera pada Vivo V15

Smartphone pertama di Indonesia dengan kamera pop-up 32 megapixel

svg%3E
Vivo V15

Perkembangan kamera depan pada smartphone tidak hanya melulu soal algoritme mempercantik hasil foto atau besaran megapixel saja. Elemen kamera depan juga mempengaruhi desain smartphone secara keseluruhan.

Seiring tren, dibutuhkan terobosan desain baru untuk menciptakan smartphone dengan ukuran layar yang besar, namun tetap memiliki dimensi yang ringkas.

Salah satu solusi desain yang ditawarkan beberapa tahun lalu adalah notch atau poni pada layar.

Kompromi untuk layar lebih besar

Penerapan notch alias poni pada layar dapat mengikis dimensi bingkai atau bezel pada layar. Dengan bingkai yang lebih tipis, produsen smartphone akan dapat menanamkan layar berukuran lebih besar pada bodi yang sama, dibandingkan dengan desain konvensional. Bagian poni atau notch ini biasanya memuat beberapa sensor dan kamera depan. Sayangnya kompromi yang harus diterima adalah adanya bagian layar yang terpotong untuk beberapa aplikasi. Misalnya, feed Instagram yang tidak utuh atau beberapa bagian tombol yang hilang saat main game seperti PUBG Mobile.

Memang, sisi layar di samping notch atau poni bisa diisi beragam informasi seperti waktu, sinyal, kondisi baterai, notifikasi. Bahkan ada juga yang menyematkan aplikasi atau fungsi lain pada saat ponsel menjalankan aplikasi. Misalnya, area layar di dekat notch akan berubah menjadi notifikasi Whatsapp saat bermain game.

Namun semua itu sebenarnya hanya kompromi untuk menciptakan sebuah smartphone dengan layar berukuran lega pada bodi yang relatif ringkas.

Solusi lebih elegan dari Vivo

Beberapa waktu silam, Vivo sempat memamerkan Vivo NEX. Inilah smartphone pertama di dunia dengan kamera depan pop-up. Vivo Indonesia tidak memboyong NEX ke Indonesia waktu itu. Salah satu pertimbangannya adalah harga jualnya yang premium.

Keuntungan dari desain kamera depan seperti ini amat jelas. Tidak dibutuhkan ruang untuk memuat modul kamera sehingga layar ponsel juga tidak perlu “dipotong” poni yang bagi sebagian orang sangat mengganggu seberapa kecil ukurannya.

Memasuki tahun 2019, Vivo resmi membawa V15 ke Indonesia. Inilah smartphone pertama di Indonesia yang dilengkapi kamera depan geser alias pop-up. Menariknya lagi, Vivo V15 dipasarkan dengan harga yang relatif terjangkau yaitu Rp4.399.000.

svg%3E

Ketahanan dan kualitas diperhatikan

Pertanyaan utama; apakah kamera geser ini akan bertahan lama? Pihak Vivo sendiri menyebutkan bahwa mekanisme kamera geser ini akan dapat bertahan setidaknya sampai 5 tahun. Ini dengan catatan kameranya bergeser keluar masuk rata-rata 30 kali per hari.

Dari pengalaman kami menggunakannya, konstruksi kamera depan geser Vivo V15 terasa mantap dan kokoh. Kami mencoba menekan modul kameranya ini saat dalma posisi keluar dan kamera akan otomatis masuk “bersembunyi” kembali.

svg%3E

Kamera pop-up Vivo V15 membutuhkan waktu kurang lebih 1 detik untuk keluar dan siap menjepret. Selain gegas, mekanisme kamera gesernya juga terasa dan terdengar halus.

Tidak perlu mmempertanyakan hasil foto dari modul kamera depan 32 megapixel Vivo V15. Dari pengujian kami, hasil foto kamera depan Vivo V15 amat baik, lebih baik dibandingkan Vivo V11 Pro yang lebih mahal harganya. Berikut hasil foto selfie Vivo V15 tanpa proses penyuntingan.

AI Face Beauty

AI Beauty

Bagi yang ingin tahu lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan Vivo V15, bisa membaca ulasannya di artikel review kami. Vivo V15 bisa didapatkan secara resmi seharga Rp4.399.000. Informasi pembelian bisa dilihat di tautan berikut.

Artikel ini merupakan hasil kerjasama dengan VIVO Indonesia untuk memberikan informasi terpercaya terhadap konsumen gadget di Indonesia.