Inovasi Kamera Jadi Andalan Smartphone Vivo di Tahun 2019

Vivo menutup tahun 2018 dengan cukup manis baik secara global maupun khusus untuk pasar Indonesia. Di sepanjang tahun tersebut, deretan smartphone Vivo yang meluncur di Tanah Air mendapat sambutan yang positif dari masyarakat.

Mengawali tahun 2019, Vivo Indonesia buka-bukaan soal fitur apa yang akan menjadi andalan dari smartphone garapan mereka. Menurut Vivo, pihaknya masih secara konsisten terus mengembangkan inovasi kamera.

Pelopor elevating camera

svg%3E

Dalam acara media gathering yang digelar di Lembang, Bandung, beberapa hari yang lalu, Charles Ding selaku Product Manager Vivo Global menyatakan bahwa salah satu fokus pengembangan produk Vivo saat ini adalah mengintegrasikan kamera dengan berbagai komponen maupun fitur lainnya pada smartphone, mulai dari desain, hingga autentikasi pengguna, hingga AI.

“Mengandalkan sumber daya R&D global kami di Shenzen, Guangdong (Tiongkok), dan Sillicon Valley (US) yang telah dipusatkan untuk pengembangan teknologi kamera, kami akan terus mengembangkan fitur kamera untuk memaksimalkan mobile experience secara menyeluruh pada produk smartphone kami ke depan,” ujarnya

Vivo sendiri memiliki satu inovasi yang menarik di sektor kamera pada tahun 2018 lalu, yakni elevating camera yang dibenamkan pada Vivo NEX. Elevating Front Camera 8MP yang ada di Vivo NEX dapat meluncur keluar dan siap mengambil foto dalam waktu kurang dari satu detik. Dengan desain elevating ini, vivo memaksimalkan ukuran layar hingga penuh dan menyisakan bezel yang kian menipis.

“Sebagai pelopor inovasi smartphone dengan elevating camera, kami siap untuk terus menjadi trendsetter di industri smartphone global dan menghadirkan desain dan teknologi smartphone berkelanjutan yang unik dan inovatif,” tambahnya.

svg%3E

Sayangnya, Vivo NEX hampir bisa dipastikan tidak akan masuk ke Indonesia. Untuk saat ini, Vivo Indonesia masih menjadi lini produk V-series sebagai produk andalannya.

svg%3E

Konsisten kembangkan teknologi kamera di 2019

Vivo menjelaskan bahwa sejak membawa lini produk V-series ke Indonesia, yakni seri V5 dan V5 Plus, mereka memang sudah menjadikan sektor kamera sebagai nilai jual utamanya. Kedua smartphone tersebut merupakan salah satu yang pertama menghadirkan kamera selfie 20 megapixel.

Setelah itu, Vivo terus mengembangkan sektor kamera misalnya pada V7+ yang resolusi kamera depannya naik menjadi 24 megapixel, V9 dengan kamera belakang ganda, serta V11 Pro yang tidak hanya menyajikan dual-camera tetapi juga fitur Dual Pixel dan AI.

Saat ini, Vivo masih memperkenalkan V-Series sebagai flagship atau seri unggulannya di Indonesia. Pengembangan fitur kamera pun masih sangat potensial, khususnya dalam integrasi AI yang menambah kapasitasi spesifikasi dasar smartphone.

“Pengembangan fitur kamera membuat pengguna smartphone di seluruh dunia semakin eksploratif memaksimalkan smartphone mereka,” pungkas Charles.

Ia menjelaskan, sejak awal pengembangan efek bokeh untuk hasil foto layaknya kamera professional, hingga kini dengan night-photography atau low-light photography, serta wide-angle photography, itu akan membuka lebih banyak kemungkinan bagi Vivo dalam pengembangan software maupun hardware kamera pada tahun ini hingga ke depan.