7 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Ketika Memilih Laptop Gaming Di Tahun 2018

Bagi gamer, bentuk mesin gaming atau berat serta dimensinya tidak terlalu penting. Selama bisa digunakan untuk bermain game dengan visual bagus dan kinerja tinggi, maka tidak masalah. Itu sebabnya gamer lebih memilih menggunakan Desktop PC atau console gaming untuk bermain. Beberapa kalangan generasi muda saat ini yang tergolong gamer casual lebih memilih menggunakan perangkat mobile seperti smartphone dan laptop untuk bermain game.

svg%3E

Jika kamu tertarik untuk bermain di laptop gaming, perlu diketahui bahwa ada kelebihan dan kekurangan ketika menggunakan perangkat tersebut. Supaya kamu tidak salah pilih ketika membelinya, yang biasanya memiliki harga lebih mahal bila dibandingkan console game atau PC Desktop dengan spesifikasi serupa, maka kami menyusun beberapa tips yang bisa membantu.

Tentukan GPU Berdasarkan Game Yang Ingin Dimainkan

Tidak perlu disangkal lagi, GPU adalah satu komponen terpenting untuk bermain game. Itu sebabnya begitu banyak graphics card baru yang keluar mengikuti perkembangan game; semakin tinggi permintaan grafis game, maka kartu grafis baru yang mengimbanginya akan meluncur. Sayangnya, tidak seperti di Desktop PC, laptop gaming tidak bisa dengan mudah diganti GPU-nya.

Untuk itu, tentukan terlebih dahulu game apa yang ingin kamu mainkan. Bila gamenya kelas AAA, maka memilih GPU dengan kelas GeForce seri 10 adalah keharusan. Kelas GTX 1050 akan membantumu untuk memainkan game AAA dengan setting Low ke Medium dengan resolusi 1920 x 1080. Sedangkan untuk setting lebih tinggi, usahakan untuk membeli di atasnya, yaitu kelas GTX 1060 hingga GTX 1080.

svg%3E

Bila budget menjadi masalah, maka untuk mendapatkan kelas GTX 1050 biasanya kamu perlu siapkan dana antara $800 hingga $1100. Jangan kaget, karena untuk laptop gaming mengeluarkan uang di atas 10 jutaan adalah hal yang lumrah. Sedangkan untuk kelas GTX 1060, persiapkan dana sekitar $1200 hingga $1500. Kelas ini juga mampu membantumu untuk memainkan game VR.

Sedangkan pada kelas atas, yaitu GTX 1070 dan GTX 1080, persiapkan dana di atas $1500; bahkan bisa pula sampai $3000. Laptop gaming dengan komponen super semacam ini memang memiliki plafon harga di atas 25 jutaan. Bahkan ada pula yang sampai 60 jutaan dan 90 jutaan. Belum lagi bila kamu menggunakan GPU dengan teknologi baru seperti Max-Q yang tipis dimensinya.

Perlu diingat pula bahwa untuk mengganti GPU biasanya kamu perlu mengganti laptop gaming keseluruhan. Ada beberapa brand yang memberikan opsi untuk meng-upgrade laptopnya, tetapi biayanya juga cukup besar. Opsi paling aman adalah menggunakan kelas GTX 1060 karena bisa memainkan game terbaru dengan setting menengah ke atas.

Pertimbangkan Matang Sebelum Memilih CPU

Berbeda dengan GPU, CPU atau prosesor dari laptop gamingmu tidak bisa di-upgrade. Untuk meningkatkannya, kamu sama saja dengan beli laptop gaming baru. Bila kamu punya uang cukup untuk membeli prosesor Intel generasi kedelapan, yang nomor serinya dimulai dengan angka 8, maka kamu bisa menggunakannya untuk beberapa tahun ke depan.

Akan tetapi, sebaiknya kamu memilih prosesor i5 ke atas. Terutama bila kamu ingin memainkan game terbaru. Untungnya, beban game lebih mengarah ke GPU, dan kartu grafis terbaru biasanya memiliki chip tambahan yang bisa membantu kinerja CPU.

svg%3E

Pilihan aman di CPU adalah menggunakan core i7, sehingga kamu bisa menggunakannya untuk waktu cukup lama. Setidaknya sampai kamu punya dana lebih lagi, dan teknologi gaming masih belum meningkat signifikan.

Memory Memengaruhi Kinerja Gaming

Satu komponen lain yang sangat penting ketika bermain game adalah memory atau RAM. Semakin besar RAM, maka akan semakin nyaman ketika bermain game. Untuk ukuran yang masuk akal, sebaiknya gunakan RAM 8GB.

Tentu saja untuk bisa memainkan game terbaru di atas kondisi minimum, ukuran 8GB sudah tidak memadai lagi. Ukuran RAM 8Gb biasanya terdapat pada laptop gaming dengan GTX 1050, dan setting yang digunakan di dalam game terbaru hanya bisa setting Low. Sedangkan untuk laptop gaming dengan GTX 1060 yang kami anggap direkomendasikan, RAM bisa mencapai 16GB.

svg%3E

Itu sebabnya pada laptop gaming saat ini, mereka bisa di-upgrade hingga 32GB. Ingat, jumlah RAm yang tidak memadai akan membuat game menjadi patah-patah ketika bermain, dan bisa pula menyebabkan crash serta mematikan paksa laptop. Bila kamu tidak bisa membeli RAM dengan ukuran besar saat ini, kamu tidak perlu khawatir. Karena kebanyakan laptop gaming memberikan opsi untuk menambahkan RAM.

Jangan Sepelekan Jenis Storage

Mungkin selama ini kamu hanya mempertimbangkan ukuran storage saja ketika membelinya. Akan tetapi, untuk laptop gaming jenisnya menjadi penting. Mengapa demikian? Karena kecepatan transfer data read dan write di storage tersebut dapat membuat waktu loading game menjadi lama, atau bahkan di tengah permainan terhenti karena storage kurang cepat mengeluarkan data ke laptop.

Untuk itu, gunakan SSD untuk tempat menyimpan OS dan game yang sedang dimainkan. Berkat tingginya kecepatan transfer data dari SSD, kamu tidak akan mengalami masalah lama waktu loading dan kecepatan transfer data seperti yang terjadi di HDD.

svg%3E

Karena harganya yang masih cukup tinggi, ukuran SSD sebesar 128GB masih bisa digunakan. Selama kamu tidak memainkan terlalu banyak game di waktu yang bersamaan. Perlu dicatat bahwa game di tahun ini mulai membengkak ukurannya, bisa mencapai 60 GB hingga 100 GB.

svg%3E

Jangan lupakan pula HDD di dalam laptop gamingmu. Meskipun tidak terlalu bagus untuk menjalankan game, tetapi ukuran yang besar dengan harga yang terjangkau dapat digunakan untuk menyimpan data back-up game. Apalagi ukuran data game saat ini semakin besar saja, mencapai puluhan GB per gamenya.

Sebaiknya cari laptop yang memberikan storage SSD 128GB dan HDD 1TB bila kamu tidak punya banyak dana. Idealnya kamu memiliki SSD minimum berukuran 256GB supaya OS tidak terganggu ketika kamu memasang game di SSD.

Tentu saja semakin besar ukuran SSD semakin baik dan sebisa mungkin dapatkan HDD dengan kecepatan 7200-rpm supaya mentransfer data menjadi lebih cepat. Bila kamu belum bisa membelinya, maka simpan uangmu untuk upgrade storage laptop gamingmu di masa depan.

Pilih Laptop Gaming Dengan Layar Berkualitas

Mirip dengan monitor gaming, layar yang digunakan pada laptop gaming juga menjadi pertimbangan ketika memilihnya. Sebisa mungkin gunakan layar dengan ukuran 17″ supaya kamu bisa melihat visual game dengan baik. Terutama bila kamu menggunakannya untuk main game shooter. Ingat satu aturan ini, semakin besar layarnya maka harganya akan semakin mahal.

Sedangkan untuk resolusinya, kamu harus menggunakan 1920 x 1080. Sebaiknya kamu tidak menggunakan resolusi di bawahnya karena nantinya akan memengaruhi kenikmatan bermainmu. Perhatikan pula setidaknya layarnya memiliki refresh rate 60Hz. Bila kamu ingin layar dengan 144Hz, maka siapkan uang lebih banyak. Besaran Hz tersebut menentukan semulus apa nantinya visual game yang akan kamu temui.

svg%3E

Untuk teknologi penghalus visual seperti G-Sync dan Free-Sync, biasanya mereka hanya ada pada laptop gaming mahal. Tentu saja keuntungannya besar untuk game karena membuat visual mulus dan tidak ada screen tearing. Namun, untuk laptop gaming tanpa teknologi tersebut selama memiliki refresh rate tinggi maka rasanya tidak akan ada masalah.

Satu lagi, kamu hanya bisa memilih antara resolusi atau refresh rate. Kamu tidak bisa mendapatkan layar 4K dengan refresh rate 144Hz. Untuk laptop dengan layar 17″ atau bahkan 18″, resolusi 1920 x 1080 dengan refresh rate 144Hz sudah sangat bagus. Selain itu, sebisa mungkin hindari adanya fitur layar sentuh. Karena selain membuat layar glossy, kamu juga tidak butuh fitur tersebut yang bisa meningkatkan harga jual laptop gaming.

Kalau kamu ingin sedikit berimprovisasi, cari laptop gaming dengan komponen CPU, GPU, RAM, dan Storage yang bagus; kemudian gunakan konektor HDMI atau DisplayPort untuk menghubungkan ke monitor gaming atau TV LED. Dengan begitu, kamu bisa main di layar lebih besar dan menghemat dana dari membeli fitur layar di laptop.

Keyboard di Laptop Gaming, Pentingkah?

Sebagai media interface ketika bermain game, keyboard yang digunakan tentu saja perlu diperhatikan. Biasanya kamu akan menemukan keyboard chiclet yang umum digunakan di laptop. Namun, ada pula laptop gaming kelas premium yang menggunakan jenis mekanikal.

Bila kamu ingin mencari yang terbaik, maka pastikan jenis keyboard mekanikal yang digunakan adalah Cherry Red atau Black dengan respons dan key travel cukup dalam. Kedua jenis key tersebut juga memiliki activation force yang tepat.

Adanya macro key yang bisa diisi dengan rekaman urutan tekanan tombol juga menjadi nilai plus. Namun untuk gamer yang cukup cekatan, mereka biasanya justru tidak menggunakan tombol tersebut. Tentukan sendiri apakah kamu adalah jenis gamer tersebut. Sebagai catatan, keberadaan tombol macro menambah harga jualnya.

svg%3E

Untuk fitur n-key rollover dan anti-ghosting, rasanya kamu tidak perlu khawatir lagi ada atau tidak. Karena kedua fitur tersebut saat ini menjadi standar untuk keyboard di laptop gaming. Sedangkan untuk backlight, ia bisa membantumu ketika bermain di ruangan gelap. Penggunaan warna RGB tentu saja akan meningkatkan harga laptop, dan sebenarnya lebih untuk estetika dibandingkan fungsional.

Sama seperti layar, keyboard juga bisa digantikan dengan menghubungkan USB ke keyboard gaming yang dibeli terpisah. Selain bisa lebih murah, keyboard gaming yang kamu beli terpisah memberikanmu keleluasaan memilih.

Ketahanan Baterai Tidak Begitu Penting di Gaming

Biasanya ketahanan baterai di laptop menjadi faktor besar ketika memilih. Akan tetapi tidak demikian dengan laptop gaming. Karena ketika bermain game, baterai akan langsung terkuras habis. Untuk itu, selalu hubungkan laptop gamingmu dengan listrik di rumah supaya kamu bisa main lebih lama.

Dengan begitu, kamu bisa meninggalkan laptop gaming dengan fitur baterai besar dan di saat bersamaan harganya lebih mahal. Apalagi mengingat laptop gaming biasanya memiliki berat yang bisa membuat pundakmu lelah ketika dibawa di tas, biasanya gamer tidak membawa laptop gaming terlalu lama di luar ruangan. Jadi tidak seperti laptop untuk bekerja dengan ukuran tipis, laptop gaming hampir mirip dengan Desktop PC karena pada akhirnya ditinggal di rumah atau tidak dibawa di tas dalam waktu lama.

Bila kamu bisa membeli laptop gaming tipis dengan harga mencapai 50 jutaan hingga 70 jutaan, maka sebaiknya pilih yang ketahanan baterainya mencapai 8 jam. Nantinya kamu juga bisa menggunakannya untuk bekerja di luar ruangan, atau main game MOBA di cafe.

Sebagai tambahan, cari pula laptop gaming yang memiliki slot kekinian, seperti USB 3.1 Type-C dan Thunderbolt 3. Melalui bantuan slot tersebut, kamu bisa menghubungkan laptop gamingmu dengan GPU eksternal. Otomatis kamu bisa memperkuat laptop gamingmu tanpa membongkarnya, dan lebih murah.

svg%3E

Kesimpulannya, cari laptop gaming yang bisa kamu gunakan untuk beberapa tahun ke depan. Bila danamu tidak mencukupi, maka cari laptop gaming yang punya GPU, CPU, RAM, dan Storage bagus. Kamu bisa menggunakannya sebagai pengganti Desktop PC di rumah, dan menghubungkannya dengan keyboard tambahan serta monitor gaming. Setidaknya siapkan dana mulai dari 10 jutaan untuk laptop gaming kelas pemula.