KomputerLaptopNews

[Computex 2018] ASUS Tampilkan Project Precog, Laptop Dual-Screen Dengan Dukungan A.I.

Tahun ini, teknologi yang menjadi fokus perhatian di Computex 2018 adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi yang sebelumnya hanya bisa muncul di film sains fiksi kini mulai menjadi kenyataan melalui beragam konsep dan perangkat prototype yang dipamerkan. Untuk teknologi tersebut, ASUS tampil ke depan dengan menampilkan perangkat prototype yang bisa digunakan di bawah naungan nama Project Precog.

Project Precog dari ASUS menampilkan laptop dual-screen dengan dukungan AI.

Didukung AI Yang Mengenali Aktivitas Penggunanya

Highlight utama dari Project Precog adalah dukungan AI untuk menjalankan laptop dual-screen. Marcel Campos selaku Head of Marketing ASUS menjelaskan pada saat pengenalan laptop tersebut bahwa aktor utama dari integrasi AI berada di kamera yang ditenagai oleh Intel Movidius. Kamera tersebut dapat mengenali apa yang sedang dilakukan penggunanya, sampai memperkirakan apa yang akan dilakukan setelah itu.

Sebagai contohnya, pengguna Project Precog akan langsung disodorkan dengan keyboard virtual di layar bagian bawah ketika ia menempatkan tangan di sana dengan posisi ingin mengetik. Ketika penggunanya sedang meluncurkan aplikasi office seperti Excel, AI dari laptop tersebut akan memberikan saran mengenai seperti apa tabel yang bisa digunakan untuk presentasi nantinya di layar bagian bawah, tepat di atas keyboard virtual.

Tipis, elegan, dan badannya terbuat dari metal.

Begitu juga bila penggunanya ingin menggunaan keyboard fisikal tambahan. Keyboard virtual akan langsung hilang dan digantikan dengan layar kedua untu memperluas beragam saran yang diberikan AI. Penggunanya juga bisa menggunakan bantuan Windows Cortana dan Amazon Alexa untuk mengerjakan tugas lain di layar kedua sementara pengguna Project Precog melakukan tugas utamanya di satu layar. Menurut ASUS, laptop bertenaga AI ini sangat cocok untuk digunakan bersama dengan Office 365 yang juga didukung oleh AI.

Orientasi Layar Bergerak 360 Derajat

Keuntungan terbesar dari digunakannya dual-screen di Project Precog berada pada orientasinya yang bebas bergerak. Melalui bantuan sumbu yang mampu dilipat hingga 360 derajat, orientasi layarnya dapat diubah menjadi 4 bentuk. Pertama adalah Stand Mode yang bentuknya sama dengan layaknya laptop digunakan. Kemudian, penggunanya bisa mensejajarkan kedua layar menjadi Book Mode yang sangat cocok untuk membaca buku digital.

Bentuk berikutnya adalah Tent Mode dengan cara menekuk layar ke arah punggung laptop supaya orientasinya membuat Project Precog seperti monitor tanpa kaki. Posisi ini sangat tepat ketika ingin digunakan sebagai media presentasi. Terakhir, tidurkan laptop ini dan ratakan orientasinya menjadi Flat Mode. Meskipun mirip dengan Book Mode, mode terakhir ini memiliki orientasi layar landscape dan arahnya berlawanan. Mode tersebut berguna untuk memberikan informasi kepada dua orang pengguna yang posisinya berada berlawanan arah dengan laptop ada di tengah.

Mengubah Mode Input Dengan Bantuan AI

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Project Precog mampu mengenali tangan penggunanya yang berada di atas layar dan mengubah tampilan layar menjadi keyboard virtual. Akan tetapi bukan hanya itu saja mode input yang bisa dilakukan oleh laptop bertenaga AI ini. Tampilan mode input di layarnya juga bisa berubah menjadi mode lain yang sangat menarik untuk para seniman.

Bila penggunanya mendekatkan stylus pen ke salah satu layarnya, Project Precog akan mengubah layar tersebut menjadi permukaan untuk menggambar. Tidak hanya itu saja, laptop tersebut juga akan membuka secara otomatis aplikasi menggambar yang ada di laptop. Dengan demikian, penggunanya tidak perlu lagi membuka secara manual aplikasi yang ingin digunakannya.

Sebagai sebuah perangkat prototype, Project Precog merupakan terobosan yang sangat menarik dan inovatif. Dengan digunakannya bantuan AI untuk beragam kegiatan, penggunanya tidak perlu lagi membuka aplikasi yang diinginkannya secara manual, karena kini laptopnya menjadi pembantu setia. Laptop dengan badan metal dengan warna shading biru dan ungu tersebut memiliki ukuran layar sekitar 13 inci. Seperti apa nantinya produk akhir untuk konsumer, pastinya patut untuk menjadi salah satu perhatianmu nantinya.

Komentar

Beri komentar

Close