Mobile GadgetReviewSmartphone

Review Asus ZenFone Max Pro (M1): Smartphone Snapdragon 636 Termurah dengan Baterai 5000 mAh

Cocok untuk yang gemar bermain game

Cek harga

Harus diakui selama beberapa tahun terakhir Asus mulai mengalami penurunan popularitas di ranah smartphone Android, khususnya untuk pasar Indonesia. Kehadiran lawan-lawan berat yang punya produk bagus di level menengah maupun bawah menjadi penyebab utamanya.

Namun di tahun 2018 ini, Asus percaya diri dapat merebut kembali posisinya sebagai salah satu brand smartphone dengan penjualan tertinggi di Tanah Air. Lewat produk terbarunya, ZenFone Max Pro M1 (M1), Asus bisa dibilang kembali ke strategi lamanya yang terbukti sukses di era Zenfone 4, 5, dan 6 pada 2014 lalu, yakni spesifikasi menarik dengan harga terjangkau.

Penasaran seperti apa keunggulan dari ZenFone Max Pro (M1)? Simak ulasan lengkap kami:

Desain kokoh berbahan metal

Seri ZenFone Max awalnya memang hanya mengedepankan baterai besar sebagai nilai jual utamanya. Namun sejak kehadiran ZenFone 3 Max, Asus terus membenahi seri ini agar punya daya tarik lain, termasuk di sektor desain.

ZenFone Max Pro tampil kokoh dalam bodi yang mengusung material metal, dengan sudut-sudut yang ergonomis. Desainnya terkesan minimalis tanpa banyak ornamen pemanis di sekujur bodinya. Hasilnya, ZenFone Max Pro terlihat lebih elegan.

Anda hanya akan disajikan layar yang nyaris mendominasi seluruh bagian depan, serta bagian belakang yang hanya diisi kamera ganda berposisi vertikal dan sensor sidik jari. Bahkan, untuk varian warna Deepsea Black yang kami review logo Asus pun hampir tidak terlihat.

Yang kami suka dari bagian belakang ZenFone Max Pro, kamera ganda yang ditanamkan tidak menonjol keluar alias rata dengan bodi. Jika Anda termasuk orang yang tidak suka menambahkan casing, desain kamera seperti ini memberi keuntungan karena tidak rawan terbentur ketika meletakkan smartphone.

Meski layarnya besar, 6 inci, aspect ratio 18:9 dan bezel yang tipis membuat ZenFone Max Pro tetap mudah digenggam. Kurang lebih, setara smartphone 5,5 inci. Memang dimensinya lebih memanjang, tapi itu tidak mengurangi kenyamanan pengoperasiannya dengan satu tangan. Bobotnya sedikit di atas rata-rata, 180 gram, karena pengaruh baterai besarnya. Namun menurut kami, masih dalam batas wajar.

Satu hal yang menjadi catatan, penggunaan material metal membuat smartphone ini terasa agak licin. Untungnya, Asus sudah langsung memberikan solusi yakni berupa softcase yang tersedia di paket penjualan ZenFone Max Pro.

Layar lega, mantap untuk menikmati berbagai konten

Bagi pengguna yang gemar menikmati konten multimedia secara mobile, layar besar menjadi salah satu syarat wajib ketika memilih sebuah smartphone. Untuk mengantisipasi hal ini, Asus membenamkan layar FullView IPS 6 inci 18:9 dengan resolusi Full HD+ (2160 x 1080 pixel).

Kombinasi ukuran besar dan resolusi yang tajam membuat layar ZenFone Max Pro sedap dipandang. Tingkat kecerahannya pun cukup baik di kelasnya, dan reproduksi warnanya juga bagus khas panel IPS.

Anda bisa menelusuri website dan media sosial dengan lebih memuaskan, menonton film serta bermain game lebih asyik, dan pastinya, multitasking yang lebih leluasa ketika menjalankan dua aplikasi sekaligus.

Intinya, tak ada kekurangan berarti yang membuat layar ini harus mendapat nilai minus. Semua kegiatan dapat terfasilitasi dengan baik. Tidak ada notch (poni)? Menurut kami tidak masalah. Notch di Android saat ini (kebanyakan) hanyalah pemanis untuk membuat tampilan smartphone terkesan lebih modern, mengikuti tren yang dibuat oleh iPhone X.

Audionya? Cukup baik. Lantang dan jernih di pengaturan volume tertinggi. Posisi speaker ada di bawah yang artinya masih berpotensi tertutup jari Anda sendiri saat bermain game dalam posisi landscape.

Android 8.1 Oreo murni

Kami cukup terkejut saat mengetahui ZenFone Max Pro mengadopsi sistem operasi Android 8.1 Oreo murni. Ya, murni, alias tanpa ZenUI. Menarik melihat keputusan Asus kali ini karena sepanjang sejarahnya, ZenUI selalu digembar-gemborkan sebagai salah satu UI paling intuitif.

Dalam sebuah sesi wawancara dengan awak media di Jakarta, Asus sempat menyebutkan bahwa keputusan memakai Android murni didasari oleh survey yang telah mereka lakukan. Dan nantinya, mereka ingin tahu bagaimana tanggapan dari user.

Kembali ke ZenFone Max Pro, artinya dengan Android murni, Anda akan disajikan antarmuka bawaan yang polos. Tidak ada fitur dan aplikasi-aplikasi khas Asus yang biasanya ditemukan pada ZenUI. Bahkan untuk kameranya pun, Asus mengandalkan aplikasi Snapdragon Camera. Ya, tidak ada Selfie Master.

Nilai plusnya, dengan Android murni performa ZenFone Max Pro terasa ringan dan amat mulus. Transisi antar halaman dan perpindahan dari satu aplikasi ke aplikasi lain sama sekali tidak ada gangguan.

Meski secara keseluruhan banyak fitur bawaan ZenUI yang tidak tersedia, ternyata Asus masih membenamkan ZenMotion untuk memudahkan kendali dengan gesture. Misalnya, double-tap untuk menghidupkan layar, menggambar C untuk membuka kamera, dan sebagainya.

Soal sistem keamanan, smartphone ini dibekali dengan sensor sidik jari dan face recognition. Dua opsi yang menurut kami sudah lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari.

Kamera ganda dengan efek bokeh

Masuk ke sektor kamera, Anda harus memberi perhatian lebih saat ingin membeli ZenFone Max Pro. Pasalnya, Asus menawarkan beberapa varian yang konfigurasi kameranya berbeda-beda. Semuanya sudah kamera ganda, tapi ada yang 13 MP + 5 MP dan ada yang 16 MP + 5 MP. Kamera depannya pun berbeda, yakni antara 8 MP atau 16 MP.

Versi yang kami review adalah yang termurah, yakni dengan kamera belakang ganda 13 MP f/2.2 dan kamera kedua 5 MP, serta kamera selfie 8 MP f/2.2. Kombinasi yang sesungguhnya cukup wajar untuk smartphone seharga 2 jutaan rupiah.

Kamera ini dibekali beberapa fitur pendukung, seperti Depth Effect untuk menciptakan efek bokeh, mode HDR, Sports, Flowers, dan pastinya beautify. Bahkan, kamera depannya pun ada Depth Effect sehingga bisa digunakan menciptakan foto selfie bokeh.

IMG_20180425_134617

ASUS Zenfone Max Pro M1

Hasil jepretannya? Lumayan di kelasnya. Belum bisa dibilang yang terbaik, tapi cukup di atas rata-rata. Di kondisi cahaya yang memadai, hasilnya tajam dan reproduksi warnanya natural. Depth Effect-nya pun dapat membuat efek bokeh yang cukup rapi. Tapi di kondisi temaram, detail akan menurun dan noise mulai bermunculan di sana-sini.

IMG_20180426_114338

IMG_20180425_183723

Jika hasil-hasil foto di atas masih kurang, Anda bisa langsung menuju akun Flickr resmi Yangcanggih.com untuk melihat lebih banyak koleksi foto yang kami abadikan menggunakan kamera ZenFone Max Pro (M1).

Performa gesit, enak untuk main game

Nah, akhirnya masuk ke pembahasan performa. Mengapa kami sangat menantikan poin ini? Alasannya tak lain karena ZenFone Max Pro sudah didukung SoC Qualcomm Snapdragon 636. Ya, ini adalah chipset kelas mainstream terbaru yang kinerjanya sekitar dua kali lebih kencang dibanding Snapdragon 625.

(catatan: versi yang kami ulas belum ada Gyroscope. Tapi tak perlu khawatir, pada unit yang dijual resmi di pasaran, ada Gyroscope-nya)

Snapdragon 636 memiliki CPU octa-core Kryo 260 yang terdiri dari 4-core performa tinggi dan 4-core hemat daya. GPU yang dibenamkan, Adreno 509, juga jauh lebih bertenaga. Dipasangkan dengan RAM 3 GB dan memori internal 32 GB (ada pula varian hingga 6GB/64GB), ZenFone Max Pro menjanjikan pengalaman gaming yang mulus.

Terbukti, saat kami mencoba memainkan Mobile Legends di pengaturan medium, frame rate terjaga dengan baik tanpa lag yang mengganggu. Game lain yang kami mainkan, PUBG Mobile, juga berjalan lancar di pengaturan medium. Asyiknya lagi, ZenFone Max Pro tidak menghasilkan panas berlebihan selama bermain game.

Untuk sebuah smartphone yang dibanderol mulai dari 2,2 jutaan rupiah, ini jelas merupakan penawaran yang amat menggiurkan bagi Anda yang gemar bermain game mobile. Bahkan, bisa dibilang ZenFone Max Pro (M1) adalah smartphone dengan Snapdragon 636 paling murah yang ada di Indonesia saat ini.

Masih penasaran dengan performanya? Yuk, langsung saja simak beberapa hasil pengujian menggunakan aplikasi benchmark berikut ini:

Baterai tahan lama, salah satu yang terbaik di kelasnya

Bukan ZenFone Max namanya jika tidak dibekali baterai besar. Untuk ZenFone Max Pro (M1), Asus membenamkan baterai berkapasitas 5000 mAh! Snapdragon 636 yang kencang dan hemat daya ditambah baterai 5000 mAh, hasilnya adalah Anda bisa main game lebih lama.

Untuk pemakaian sehari-hari dengan gaya normal, ZenFone Max Pro bisa menyala sampai 2 hari. Hasil pengujian menggunakan aplikasi PCMark juga amat memuaskan, mencapai lebih dari 15 jam.

Namun untuk urusan pengisian daya, ZenFone Max Pro belum dibekali proses charging yang cepat. Dari kondisi di bawah 10 persen, butuh waktu nyaris 3 jam untuk membuat baterainya penuh hingga 100 persen.

Kesimpulan

Seperti yang kami sebutkan di awal artikel, Asus seolah mengadopsi strategi lama mereka yang dulu berhasil membuat namanya melejit di Indonesia. Artinya, mereka sudah kembali ke jalur yang tepat. Apa yang dimiliki ZenFone Max Pro melebihi harga jualnya. Bahkan, bisa dibilang harganya termasuk murah untuk spesifikasi seperti ini.

Keputusan Asus untuk menyebut ZenFone Max Pro (M1) sebagai perangkat yang ditujukan untuk para gamer pun menurut kami sangat pas. Snapdragon 636 memang belum bisa menjalankan beberapa game di setting tertinggi. Tapi setidaknya, di setting low hingga medium tak akan ada masalah.

Kami yakin yang dibutuhkan seorang gamer mobile bukanlah kemampuan grafis tertinggi, tetapi lebih kepada kenyamanan selama bermain dan daya tahan baterai yang membuat mereka tidak harus sering-sering nge-charge. Dan Asus ZenFone Max Pro (M1), memiliki semua itu.

Dibanderol mulai dari Rp2.299.000, Asus ZenFone Max Pro (M1) sangat cocok untuk Anda yang gemar menikmati konten seperti game atau video, tapi malas membawa power bank selama beraktivitas.

Yang Canggih:

  • Desain ramping dan elegan, berbahan metal
  • Layar lebar 6 inci Full HD+
  • Android 8.1 murni
  • Performa mantap berkat Snapdragon 636
  • Daya tahan baterai memuaskan
  • Kamera tergolong cukup baik di kondisi cahaya memadai
  • Ada slot microSD terpisah (bukan hybrid)
  • Harga amat menarik

Yang kurang:

  • Bodi bagian belakang agak licin
  • Proses charging cukup lama
  • Di sisi lain, penggunaan Android murni membuat banyak fitur menarik khas ZenUI hilang
Spesifikasi Asus ZenFone Max Pro (M1)
Layar FullView IPS 6 inci 18:9 Full HD+
SoC Qualcomm Snapdragon 636 Kryo 260 octa-core, GPU Adreno 509
RAM LPDDR4X 3GB / 4GB / 6GB
Memori internal 32 GB / 64 GB
Kamera belakang 13 MP + 5 MP / 16 MP + 5 MP
Kamera depan 8 MP / 16 MP
Baterai 5000 mAh
Sistem operasi Android 8.1 Oreo (murni)
Konektivitas 4G LTE, WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth 5.0, GPS, AGPS, GLO, BDS, microUSB
Fitur Sensori sidik jari, face recognition
Dimensi 159 x 76 x 8,45 mm (berat 180 gram)
Asus ZenFone Max Pro (M1)
Smartphone yang cocok untuk gamer yang malas membawa power bank selama beraktivitas
Cek harga

Komentar

Beri komentar

Close