Pamerkan Keunggulan Snapdragon 835, Qualcomm Gelar Snapdragon Tech Day di Singapura

Qualcomm mengundang awak media dari Asia Tenggara dan India untuk mengetahui lebih jauh tentang Snapdragon 835. Dalam acara yang digelar di Singapura, Selasa (9/5), Qualcomm memamerkan berbagai kecanggihan dari SoC terbaru andalan mereka di kelas premium tersebut.

Lebih kecil, lebih bertenaga, lebih hemat daya

svg%3E

Seperti diketahui, Snapdragon 835 adalah SoC pertama Qualcomm yang sudah menggunakan fabrikasi 10nm. Ukurannya secara signifikan jauh lebih kecil dibanding generasi sebelumnya (30 persen dibanding Snapdragon 820). Ukuran yang lebih mungil tersebut memungkinkan produsen smartphone untuk menciptakan perangkat yang lebih tipis dan menyisipkan baterai yang lebih besar.

“Snapdragon 835 memiliki lebih dari 3 miliar transistor. Anda bisa mendapatkan peningkatan performa dan yang paling penting, menekan konsumsi daya,” ujar Cisco Cheng, Director, Product Marketing, Qualcomm Technologies, Inc.

Soal spesifikasi, Snapdragon 835 dibekali prosesor Kryo 280 yang terdiri dari 4 core berperforma tinggi 2.4 GHz yang diklaim 20 persen lebih kencang, serta 4 core hemat daya 1.8GHz. Jika dibandingkan generasi sebelumnya, Snapdragon 835 diklaim konsumsi dayanya lebih rendah hingga 25 persen.

svg%3E

Untuk urusan grafis, ada GPU Adreno 540 yang disebut-sebut memiliki graphics rendering 25 persen lebih cepat.

5 pilar utama

Qualcomm menjelaskan bahwa melalui Snapdragon 835 setidaknya ada 5 pilar utama yang ingin mereka kedepankan untuk memberikan pengalaman yang lebih maksimal kepada pengguna, yakni Battery Life, Immersion, Capture, Connectivity, dan Security.

svg%3E

Battery Life seperti disebutkan di atas, disajikan lewat konsumsi daya Snapdragon 835 yang jauh lebih hemat. Qualcomm pun lupa membenamkan teknologi Quick Charge 4.0 terbaru mereka agar pengguna bisa mengisi daya baterai secara cepat.

svg%3E

Versi anyar ini kompatibel dengan USB Type-C, dan diklaim dapat mengisi daya 20 persen lebih cepat dibanding Quick Charge 3.0. Menurut Qualcomm, 5 menit charging dengan Quick Charge 4.0 dapat menghasilkan daya untuk penggunaan hingga 5 jam.

svg%3E

Di sisi Immersion, Qualcom mengklaim Snapdragon 835 sebagai SoC yang cocok digunakan untuk Virtual Reality dan Augmented Reality. Tak hanya mampu menyajikan konten VR dengan lebih smooth, Snapdragon 835 memiliki processing sound yang lebih baik untuk menghadirkan kualitas 3D audio yang nyata. SoC ini juga menjadi seri Snapdragon pertama yang mendukung video playback Ultra HD 4K Premium, termasuk HDR 10.

Sementara untuk Capture, Snapdragon 835 juga diklaim mampu memberikan peningkatan di sektor fotografi, termasuk untuk sistem optical zoom dan teknologi autofocus yang lebih canggih. Dukungan sensor yang dimungkinkan adalah 32 megapixel untuk sistem single-camera, dan 16 megapixel untuk sistem dual-camera.

Beralih ke Connectivity, Snapdragon 835 mengandalkan Snapdragon X16 LTE, modem pertama di dunia yang mampu memberikan kecepatan gigabit LTE, dan sekaligus akan menjadi jalan menuju era 5G. Saat melakukan uji coba dengan Telstra di Australia, kecepatan download yang didapat mencapat 911,21 Mbps!

svg%3E

Terakhir adalah soal Security. Qualcomm menyebutkan bahwa Snapdragon 835 mampu memberikan solusi keamanan berbasis biometric yang lebih bisa diandalkan. Nantinya, perangkat akan lebih mengenali penggunanya dan memiliki sistem pendeteksi malware.

Dorong pertumbuhan inovasi mobile di Asia Tenggara

Melalui berbagai platform mobile garapan mereka, termasuk Snapdragon 835, Qualcomm turut mendorong terwujudnya pertumbuhan inovasi di ranah mobile, khususnya untuk pasar Asia Tenggara.

Menurut Qualcomm, penggunaan perangkat yang mendukung jaringan 3G atau 4G terus meningkat pesat. Jika saat ini ada lebih dari 450 juta koneksi ke jaringan 3G atau 4G di Asia Tenggara, jumlah tersebut diprediksi akan bertambah hingga lebih dari 730 juta pada tahun 2020 mendatang.

Inovasi yang dihadirkan Qualcomm juga akan mendorong pertumbuhan IoT (Internet of Things) di berbagai sektor, misalnya Smart Home, bidang kesehatan, otomotif, perangkat wearable, Smart City, dan yang lainnya.

Verified by MonsterInsights