Bertujuan Menyelamatkan Banyak Jiwa, Pistol Pintar Ini Hanya Bisa Diaktifkan dengan Sidik Jari

Senjata api atau pistol memang menjadi salah satu benda yang kontroversial. Meskipun begitu dengan bantuan teknologi, benda ini sepertinya tidak akan sekontroversial sekarang.

foto: smarttechfoundation.org

Seperti diketahui, senjata api dianggap menjadi biang keladi dari berbagai peristiwa pembunuhan massal. Terutama di Amerika Serikat, di mana saat ini sedang marak kasus-kasus kejahatan dengan senjata api yang memakan banyak korban jiwa.

Ketika terjadi pembantaian di gedung bioskop Aurora yang menewaskan 12 orang pada tahun 2012 silam, Kai Kloepfer merasa terinspirasi. Tentu saja inspirasinya ini bukan ingin menjadi sosok pembunuh yang berlaga bak Joker dalam komik Batman di tragedi tersebut.

Kloepfer menyadari bahwa berbagai kejadian kejahatan, bunuh diri, dan kecelakaan lainnya begitu banyak yang melibatkan senjata api. Dengan realita ini, dia akhirnya mengembangkan teknologi yang diharapkan bisa mengurangi penyalahgunaan senjata api untuk hal-hal tersebut.

Bernama smart gun alias pistol pintar, perangkat yang dikembangkan Kloepfer tentu saja berupa pistol seperti pada umumnya. Namun, pistol ini memiliki fitur pemindai sidik jari (finger print scan) dengan enskripsi standar militer yang hanya bisa digunakan oleh pemiliknya.

svg%3E

“Jika anak kecil menemukannya atau seorang remaja ingin menggunakannya untuk bunuh diri, bahkan untuk menaklukkan polisi, pistol ini akan terkunci dan tidak bisa digunakan,” ujar pria berusia 18 tahun ini.

Kloepfer meyakini jika teknologi yang dikembangkannya ini bisa membantu Presiden Obama yang sedang melakukan kontrol penggunaan senjata api. Dia bahkan menjamin jika inovasinya ini bisa menyelamatkan jiwa orang lain.

“Tujuanku menciptakan teknologi ini memang untuk menyelamatkan nyawa orang lain,” tegasnya.

Saat ini pistol pintar buatan Kloepfer masih dalam prototype dan dia sedang berusaha mewujudkannya menjadi produk massal dengan mengumpulkan uang di Indiegogo. Anda bersedia mendukung teknologi yang dikembangkan Kloepfer ini?