Apa jadinya jika 2 konsep kamera Sony, NEX-Series dan Alpha DSLR, disatukan? Ya, pendekatan baru inilah yang coba ditawarkan Sony lewat produk kamera terbarunya, A3000.
Sejatinya, Sony A3000 adalah kamera Sony NEX namun dengan tampilan bodi ala DSLR. Ini terlihat dari penggunaan mount lensa E-Mount yang lazim digunakan NEX-Series dan tampilan menu yang lebih mirip ke menu Sony NEX-Series. Sony A3000 telah dibekali dengan sensor APS-C HD CMOS 20.1 megapixel, prosesor BIONZ, layar berukuran 3 inci dan lubang intip elektronik.
Walau menggusung lensa E-Mount, Anda masih bisa menggunakan lensa A-Mount dengan bantuan adaptor lensa opsional.
Untuk menghasilkan foto yang tajam, Sony A3000 hadir dengan teknologi Contrast Detect Autofocus 25 titik. Kamera ini juga memiliki teknologi Optical Steady Shot stabilization untuk mengoptimalkan pengambilan foto agar tetap tajam dan minim blur, serta telah dilengkapi dengan beragam fitur berguna seperti tips memotret, mode pengambilan foto Intelligent Auto, Sweep Panorama dan 15 opsi efek foto yang berbeda. Intinya, semua fitur kamera DSLR entry-level telah dimilikinya.
Sony A3000 akan tersedia di bulan September 2013 dengan banderol harga US$400, sudah termasuk lensa kit 18-55mm. Ini menjadikannya kamera termurah di pasar DSLR dan mirrorless. Semoga harganya tidak berubah menjadi lebih mahal saat masuk ke Indonesia.
[table th=”0″]” “;Sony A3000
Sensor; CMOS 20.1 megapixel
Prosesor gambar; BIONZ
ISO; “ISO 100 – ISO 16000″
Fokus;25 titik fokus
Image Stabilization; Optical Image Stabilization
Mount lensa;”E-Mount, A-Mount dengan adapter”
Layar;”3 inci 230.400 titik”
Viewfinder; Elektronik
Video; Full HD 1080p 60i
Flash internal; Ya
Konektivitas; mini HDMI, USB 2.0
Baterai;NP-FW50 (450 foto per charge)
Bobot;411 gram (termasuk baterai)
Dimensi;128 x 91 x 85 mm
[/table]



