Hands On: Samsung GALAXY Tab 2 (7 inci)

Sebelum melepas pertama kali Samsung GALAXY Tab 2 ke pasaran minggu depan di beberapa kota besar, hari ini (18/4) Samsung mengajak media untuk melihat bagaimana fitur dan performa GALAXY Tab 2 secara langsung. Tablet 7 inci ini akan dibundling dengan perdana dari Indosat yang memberikan layanan gratis data unlimited selama 12 bulan, dan calon konsumen akan mendapat penawaran diskon hingga Rp 500 ribu jika membeli menggunakan kartu kredit dari BCA atau BNI.


Tips: Mainkan (Play) video di bawah, tunggu hingga proses buffer pertamanya selesai, tahan (Pause) saat video mulai main dan lanjutkan menonton saat Anda telah selesai membaca. Video direkam dalam resolusi HD 720p.

Seperti biasa, yang pertama kami telusuri adalah dari sisi desain. Anda dapat melihat bagaimana ketipisan GALAXY Tab 2, juga sisi belakangnya. Lensa kamera, tombol power di sisi atas bersama letak audio jack.

Beralih ke sisi kiri, Anda dapat menemukan slot SIM dan micro SD yang bersifat hot swap. Bahkan Anda dapat melepas-pasangnya tanpa perlu tablet melakukan restart, selama menggunakan SIM card yang sama.

Di sisi bawah, terletak speraker stereo bersama universal dock. Dengan letak speaker di bawah, keluaran suaranya akan terhalang saat Anda memasangkannya dengan keyboard dock (akan lebih optimal jika Samsung meletakkannya di sisi kiri-kanan atau atas). Solusinya, Anda bisa menggunakan keyboard Bluetooth yang banyak tersedia di pasaran.

Puas mengamati desain, kami langsung masuk ke sisi UI. Salah satu hal baru yang terlihat di sini adalah, kemampuan GALAXY Tab 2 dalam menambahkan langsung coretan-coretan layaknya kertas gambar segera setelah Anda meng-capture layar.

Beralih ke sistem, kami masuk ke menu pengaturan untuk melihat versi Android yang digunakan oleh tablet berseri P3100 ini.

Di menu utama, Anda dapat melihat berbagai aplikasi baik standar maupun lokal yang dibawa oleh GALAXY Tab 2. Lihat juga bagaimana menu tertampil dalam posisi lanskap, posisi default tablet ini.

Masuk ke keamanan, kami mencoba mencari face unlock – namun tak berhasil menemukannya. Ketika dikonfirmasi ke pihak Samsung, ternyata fitur ini belum tersedia untuk tablet.

Setelah itu kami mencoba untuk melihat fitur pemutar dan editor video. Karena belum ada video tersimpan, kami pun memasuki mode kamera untuk mengambil foto dan merekam video. Anda dapat melihat informasi resolusi maksimum yang mampu dihasilkan oleh keduanya, serta ketersediaan informasi ruang memori yang cukup untuk menampung hasil rekaman.

Yang menarik, pada video player, ketika Anda memegang tablet dalam posisi berdiri, maka tampilan pada video ikut berdiri dengan konsekuensi zoom pada gambarnya. Setelah itu, saya kembali masuk ke editor video. Di sini Anda bisa menambahkan berbagai efek, musik, menyisipkan gambar serta menentukan transisi pada video yang sedang disunting.

Lalu kami mencoba aplikasi eReading yang berisi berbagai majalah lokal dan bisa dibaca dengan membelinya seharga tertentu. Samsung menjelaskan akan menggunakan sistem poin untuk pembelian. 1 Samsung Point akan senilai Rp 1000, dengan pembelian minimal 25 poin. Samsung Point ini sifatnya berbeda dengan e-currency atau mata uang elektronik mengingat tidak bisa dikembalikan menjadi uang. Jadi Samsung Point hanya berlaku untuk transaksi konten digital di layanan Samsung.

Selanjutnya, kami mencoba keyboard virtual GALAXY Tab 2, diikuti dengan melihat Live Walpaper yang tersedia.

Satu yang perlu diperhatikan adalah layar GALAXY Tab 2 memantulkan obyek di depannya terutama saat Anda memainkan visual-visual gelap. Positifnya, Anda bisa mengalihfungsikan GALAXY Tab 2 sebagai cermin – dan ini disukai oleh wanita, namun negatifnya adalah, pandangan Anda pada konten di layar akan sedikit terganggu. Padahal rekaman ini kami buat di ruang tertutup.

Untuk spesifikasi dan pembahasan sebelumnya, Anda bisa membacanya di artikel berikut.

Verified by MonsterInsights