Review: Huawei MediaPad

svg%3E

Pada awalnya, OS Android khusus tablet PC, Honeycomb (Android v.3) diklaim hanya bisa diaplikasikan pada perangkat berlayar di atas 7 inci saja. Tapi nyatanya, Huawei berhasil menepis klaim tersebut dengan mengeluarkan tablet 7 inci pertama di dunia dengan OS Honeycomb, Huawei MediaPad.

Tablet yang diperkenalkan di Indonesia pada akhir tahun lalu bersamaan dengan Breakthrough Series lainnya ini tepatnya menggunakan Android v.3.2. Pihak Huawei menyatakan bahwa versi tersebut sangat identik dengan v.3.1, namun lebih dioptimalkan untuk tablet berlayar 7 inci. Lalu seperti apakah performanya?

Desain

Sekilas dari segi fisik, MediaPad tidak memiliki perbedaan berarti dibandingkan tablet lain, terutama untuk bagian depan. Namun kalau dilihat dari sisi belakangnya, kita akan mengetahui bahwa tablet ini didesain untuk dipergunakan secara potrait. Jika ditilik dari tablet Huawei terdahulu seperti IDEOS S, maka MediaPad merupakan yang paling mirip dengan form factor Samsung GALAXY Tab.

Tablet ini hanya sekitar 11 mm lebih tebal dibanding iPad 2, namun bobotnya lebih ringan, sekitar 390 gram. Dimensi keseluruhannya cukup nyaman digunakan baik dengan satu tangan dalam keadaan berdiri maupun dua tangan dalam keadaan tidur. Terkait dengan orientasi potrait yang ideal digunakan, kedua speaker stereonya juga mendukung hal itu dengan letaknya yang ada di sisi atas tablet, ditemani dengan lubang konektor audio 3.5mm.

Di sisi kanannya dapat Anda temui tombol daya dan pengaturan volume, sementara di bawah tersedia lengkap konektor daya, slot microHDMI dan microUSB. Sekedar catatan, MediaPad juga membawa karakteristik tablet-tablet Huawei di mana perangkat tidak akan melakukan pengisisan daya saat dihubungkan ke PC lewat microUSB-nya. Jadi Anda hanya bisa melakukan pengisian melalui charger bawaan yang mirip dengan charger Nokia lama dengan ujung besar. Nah, dengan polosnya sisi kiri MediaPad, muncul pertanyaan, apakah Media Pad bisa diberdirikan dalam posisi landskap? Jawabannya adalah bisa, sehingga Anda dapat meletakkan MediaPad di atas meja ketika menonton film berdurasi 3 jam sekalipun, tanpa perlu khawatir tangan menjadi pegal.

svg%3E

Sisi belakang MediaPad terbagi menjadi tiga; sisi hitam atas mengakomodir lensa kamera 5MP tanpa lampu kilat, di sisi tengah yang mendominasi dapat ditemui logo Google, Huawei dan beberapa keterangan perangkat, serta bagian hitam di bawah yang berfungsi sebagai penutup untuk menyelipkan kartu SIM maupun microSD – keduanya bersifat hot swap. Namun meski begitu, ketika Anda menyelipkan kartu SIM, perangkat akan melakukan booting ulang (restart). Perlu dicatat, karena bagian atas dan terutama tengah perangkat ini tak dapat dibuka, Anda tidak dapat melepas-pasang sendiri baterai MediaPad.

svg%3E

Penggunaan material alumunium unibody memiliki 2 efek berbeda. Yang pertama adalah efek bobot yang menimbulkan kesan “berisi” alias tidak murahan pada perangkat ini, selain kokoh alias tidak ringkih. Namun ada kalanya gesekan logam alumunium dengan telapak tangan seringkali menimbulkan suara yang membuat “ngilu”, apalagi jika ia bergesekan dengan benda lainnya. Terlanjur jatuh cinta? Pembungkus atau silicon case nampaknya dapat banyak membantu, meski masih sulit untuk menemukannya saat ini.
Fitur

svg%3E

Total ada 5 halaman Beranda yang tidak dapat dengan mudah dikostumisasi jumlahnya seperti Huawei Honor. Dan, tak seperti layaknya Samsung GALAXY Tab Honeycomb yang sudah menyediakan opsi screenshot di bar bagian bawahnya, MediaPad membutuhkan koneksi dengan PC terlebih dahulu untuk melakukan hal tersebut dari HiSuite.

svg%3E

Meski begitu personalisasi tetap dilakukan oleh Huawei. Seperti terdapat pada bagian bar notifikasi. Di sini Huawei memberi kemudahan kepada pengguna lewat koleksi shortcut yang langsung masuk ke pengaturan yang penting dan sering digunakan. Selain itu, tab aplikasi akan membagi ke dua bagian; Recent & Running, yang mana pada bagian ke 2 Anda bisa langsung menutup aplikasi yang sudah tidak digunakan. Tab ini sekaligus menjadi task manager Anda.

svg%3E

Layar 7 incinya memang sudah berteknologi IPS, namun hanya memiliki kekayaan 256 ribu warna saja. Tak begitu kentara sih jika digunakan secara wajar. Lalu, dengan resolusi WXGA (1280×800 piksel), berapa sentuhan yang mampu direspons? Ketika saya melakukan benchmark layar, total terbaca 5 sentuhan yang bisa dibaca MediaPad dalam waktu bersamaan. Penggunaan keyboard virtual juga cukup lancar, tak perlu waktu lama untuk penyesuaian.

Dengan prosesor Qualcomm MSM8260 chipset dual core 1.2GHz Scorpion, RAM 1GB serta GPU Adreno 220, MediaPad berhasil mendapat poin cukup tinggi, yakni 2196. Posisinya di bawah Samsung GALAXY Tab yang berada di puncak, serta di atas GALAXY Nexus dan Nexus S.

Setali tiga uang dengan skor Vellamo, MediaPad mendapat poin 1183 yang berada di bawah ASUS Transformer Prime dan Xiaomi Mi-One Plus. Ini berarti Anda dapat berselancar internet dengan nyaman menggunakan peramban di tablet ini karena dapat membuka berbagai macam konten di laman hampir tanpa hambatan.

svg%3E

Sedangkan dari benchmark menggunakan AnTuTu, didapat informasi kecepatan baca tulis MediaPad yakni 26.3MB/s (read) dan 8.1MB/s (write).

svg%3E

Dari berbagai fitur bawaan standar tablet Honeycomb di pasaran, ada satu yang menarik perhatian saya, yakni aplikasi pengolah dokumen yang disematkan pada MediaPad. Yozo Office merupakan aplikasi dokumen yang jarang terdengar, namun Huawei sudah memberikan lisensi penuh sehingga Anda dapat membuat dokumen baru, menyunting atau hanya sekedar membuka/baca berbagai jenis dokumen Office dengan mudah. Bahkan Yozo menyediakan beberapa template yang dapat Anda pilih sesuai dengan dokumen yang hendak Anda buat.

svg%3E

Performa keseluruhan MediaPad tergolong baik. Ketika saya memainkan game Let’s Golf 2 yang cukup berat, tak ada hambatan yang saya temui. Masalah baru muncul saat aplikasi WordPress yang saya unduh di Play Store digunakan untuk mengedit artikel, karena poin yang saya inginkan sering lari (melenceng) dan sulit untuk dikendalikan. Meski hal ini juga saya temui di GALAXY Tab 8.9, namun masalah yang terjadi di MediaPad terasa lebih “parah”. Tak cocok dipakai bekerja oleh jurnalis online seperti saya, atau bagi Anda yang suka nge-blog menggunakan WordPress. Solusinya, coba buka blog Anda dari peramban (jangan gunakan aplikasi).

Fungsi SMS/MMS dapat ditemukan pada tablet ini, bahkan sesungguhnya Anda dapat membuat/menerima panggilan telepon di MediaPad. Sayangnya, pada versi yang dijual di Indonesia, fungsi tersebut harus “ditambahkan sendiri”. Caranya bisa Anda ikuti di laman Huawei Indonesia.

Performa

svg%3E

Personalisasi Huawei lainnya terdapat pada pemutar musik, seperti yang dapat Anda lihat sendiri pada gambar di atas. Terdapat simbol unik yakni 2 jempol seperti yang biasa Anda temukan di Facebook; satu mengarah ke atas dan satunya ke bawah. Jika Anda menyukai lagu yang sedang diputar, sentuh saja jempol ke atas – dan sebaliknya. Keluaran suara dari speaker stereonya tergolong sangat powerfull (bertenaga), apalagi jika Anda mengaktifkan SRS WOW HD. Yang paling saya suka adalah modus Custom, di mana saya bisa menyetel nada bass/treble sesuai selera.

Video player MediaPad tak bisa dianggap sepele: mendukung video resolusi Full HD 1080p format DivX/XviD/MKV. Ketika saya memainkan video MP4 resolusi 720p, tampilannya fit dengan layar alias tanpa garis hitam di atas dan bawah layar. Sedangkan ketika diajak memutar video Full HD 1080p, ada 2 kondisi yang saya temukan. Pada film The Notebook, film diputar secara cepat (FF/Fast Forward) sehingga tak dapat ditonton. Sedangkan ketika diajak untuk memutar film Real Steel, film justru nge-lag sehingga juga tidak nyaman ditonton. Mungkin saya perlu mencoba lebih banyak film Full HD hingga menemukan yang sesuai untuk diputar di MediaPad.

svg%3E

Masuk ke sektor kamera, tersedia zoom digital yang akan menghancurkan gambar maupun video Anda, hingga 4.00 kali – jadi memang sebaiknya tak usah digunakan. Di sini saya juga menemukan tampilan yang cukup segar dari Huawei. Menariknya ada pada kemampuan rekam video HD baik dari lensa utama di belakang maupun lensa tambahan di depan, namun tidak menariknya adalah hasil kamera yang belum bisa beranjak jauh dari tablet-tablet Huawei sebelumnya; ambil contoh IDEOS S7 Slim.

GALERI
svg%3E

Foto
Huawei MediaPad indoor (back camera)
Dalam Ruang, kamera belakang

Huawei MediaPad (back camera)

Belakang
vs
Depan

Huawei MediaPad (front-facing camera)

Kesimpulan

Huawei sekali lagi mampu menunjukkan kualitas produknya kepada konsumen yang membutuhkan perangkat baik untuk kerja maupun hiburan. Daftar kelebihan dan kekurangan di bawah yang hampir sama banyaknya tidak mengurangi rekomendasi kami bagi Anda yang ingin mencari tablet berlayar 7 inci alternatif dengan harga Rp 4 juta lebih sedikit. Sebagai tablet berlayar 7 inci pertama yang menggunakan OS Honeycomb, MediaPad layak Anda pertimbangkan.

svg%3E

Pros:
(+) Desain menarik, kokoh, cukup tipis namun dapat berdiri
(+) Kemampuan rekam video HD di kamera belakang & depan
(+) Speaker stereo, SRS Sound enhancement
(+) Personalisasi antarmuka
(+) Fitur pengolah dokumen lisensi penuh
(+) Kinerja baik & stabil
(+) Video Player support Full HD berbagai format
(+) Alumunium unibody (jika Anda menyukainya)

Cons:
(-) Kamera tanpa flash, kualitas standar
(-) Baterai sulit dilepas-pasang
(-) Layar hanya 256 ribu warna
(-) Fungsi telepon harus ditambah secara manual
(-) Video Player kurang maksimal memainkan video Full HD
(-) Tak dapat mengisi baterai ketika terhubung ke PC via USB
(-) Alumunium unibody (jika Anda tidak menyukainya)

SPESIFIKASI
Harga: Rp 4 juta
Desain: 10.5mm slim aluminum unibody, 390g
Layar: IPS 7 inci, 256 ribu warna TFT, resolusi WXGA (1280×800 piksel)
Prosesor: Qualcomm MSM8260 chipset, Dual-core 1.2GHz Scorpion, Adreno 220 GPU
Sistem Operasi: Android 3.2 Honeycomb, updateable to 4.0 Ice Cream Sandwich
Jaringan: Quad-band GPRS/EDGE, dual/tri-band 3G dengan HSPA (HSDPA 14.4Mbps; HSUPA 5.76Mbps)
Kamera: 5MP autofocus camera, maksimum 2592×1944 piksel, , 1.3 MP front-facing camera, geotagging, video 720p HD video recording @30 fps (depan+belakang)
Konektivitas: WiFi 802.11 b/g/n dual-band, hotspot, Stereo Bluetooth v2.1, microHDMI TV-out, USB OTG (menggunakan adaptor tambahan)
Memori: RAM 1GB, internal 8 GB (5.8 GB user accessible), microSD hotswap slot
Suara: Stereo speaker, SRS sound enhancement
Video: 1080p DivX/XviD/MKV video player support
Adobe Flash 11 support
GPS with A-GPS support; digital compass
Baterai: 4100 mAh Li-Po (built-in)

 

Verified by MonsterInsights