Review Lenovo A125: Ponsel Entry Level Asli dari Cina

 

Meski sudah banyak pilihan merek dan tipe ponsel dual ON, mulai dari produk lokal hingga global, masih banyak vendor melihat ceruk bisnis di sektor ini. Seperti vendor asli China, Lenovo, yang sejak beberapa bulan terakhir mengeluarkan produk telepon selulernya ke pasar Indonesia dengan konsep dual ON tersebut. Selain desain QWERTY seperti kebanyakan ponsel China lainnya, Lenovo juga memiliki produk candy bar alias batangan yang disasar ke segmen musik, A125. Walau sudah cukup lama dilempar ke pasaran, kami masih tertarik untuk mencoba performa ponsel 500 ribuan rupiah ini.

Desain & Tampilan

svg%3E

Selain terlihat segar dengan bentuk candy-bar (batangan) non-QWERTY, desain A125 ini sendiri memang memikat dengan layar yang luas, tombol d-pad yang di tengahnya memiliki kontur dot sehingga tidak licin, dan speaker memanjang di bawah cover baterai. Jack 3.5mm-nya sendiri – berbeda dari 2 produk dual ON yang saya review sebelumnya – justru teretak di bawah berdampingan dengan port miniUSB.

svg%3E

Pilihan warna yang digunakan Lenovo makin mengangkat tampilannya, karena mampu memunculkan kesan elegan sekaligus dinamis dengan perpaduan warna hitam dikelilingi oleh merah. Brand Lenovo yang tercetak di bagian depan dan belakang pun tak terlihat norak.

svg%3E

Layarnya berukuran 2.3″ TFT sehingga nyaman dipandang. Yang saya apresiasi di sini adalah antarmukanya yang segar, tak seperti ponsel China merek lokal kebanyakan. Walau bukan berarti semua baru sama sekali, namun tampilan menu, pemutar musik, radio FM, kontak hingga sub menu lebih enak dilihat jika dibanding antarmuka ponsel China lainnya.

svg%3E

Fitur

Fitur musik adalah yang ditonjolkan dalam A125. Saya pun memang penasaran dengan kualitasnya, mengingat ketika baru dinyalakan, suara yang keluar dari A125 jauh lebih “empuk” dibanding ponsel-ponsel China yang pernah saya temui sebelumnya.

svg%3E

Pemutar musiknya sendiri memiliki grafis ekualiser standar dengan dua pilihan gaya, namun tanpa disertai penampil album art. Selebihnya, hal-hal standar seperti mode acak dan pengulangan juga tersedia, selain pengatur keseimbangan suara (ekualiser) yang terdiri dari Bass, Dansa, Klasik, Treble, Pesta, Pop, dan Rock. Pilihan-pilihan ini mampu memberika nuansa berbeda dalam hasil output suara atau dengan kata lain, ia memang berfungsi dengan baik.

Nah, ngomong-ngomong soal keluaran suara, speaker A125 yang hanya segaris di bawah penutup cover baterai memberikan suara yang “nanggung” dari segi power namun cukup oke dalam hal dinamisasi. Suaranya seperti tertahan sedikit sehingga tidak “lepas” – namun hal ini terutama tergantung dari bagaimana saya meletakkan ponsel. Saya bahkan bisa membuat efek tersendiri, seperti efek surround, dengan hanya melakukan gerakan seperti memutar ponsel baik penuh maupun setengah lingkaran. Sangat unik.

svg%3E

Fitur dual ON-nya tak memiliki perbedaan berarti dengan ponsel=ponsel sejenis lainnya. Selain bisa mengatur mana yang aktif, pengguna juga bisa memilih kartu mana yang akan digunakan untuk berselancar internet. Di fitur Pesan, Kotak Masuk maupun Keluar akan menggabungkan pesan-pesan di kedua SIM, dengan diferensiasi pada logo amplop – apakah SIM 1 (dengan angka satu) atau SIM 2 (dengan angka 2). Logo ini begitu kecil terutama bagi mereka yang mengalami gangguan pada penglihatannya.

svg%3E

Ada 2 permainan yang disertakan, yakni Puzzle dan VSMJ (mahyong China). Selain itu terdapat pula MSN, Facebook, Twitter dan Yahoo, juga tools berguna untuk mengukur indeks massa tubuh, BMI. Tentunya fasilitas standar macam kalkulator, stopwatch, Bluetooth, hingga organisator (kalender, jam dunia, tugas, alarm, jam dunia dan catatan) juga tak ketinggalan, selain sebuah fitur yang saya rasa “khas China” yakni e-book reader.

Kamera

svg%3E

Kamera yang ditanam dalam A125 memiliki resolusi VGA. Hasilnya menurut saya masih lebih bagus dibanding dengan kompetitornya,, meski dalam kisaran harga yang sama tetap tak dapat menandingi kamera.

svg%3E

Baik dalam jarak cukup jauh ataupun dekat, gambar nampak tidak tajam dan sedikit blur. Warna-warna pun tak nampak sesuai aslinya. Untung saja hal itu sudah terlihat sejak di viewfinder sehingga saya tidak harus memiliki ekspetasi lebih. Walau begitu dalam keadaan cahaya cukup, foto masih cukup dapat dinikmati asal Anda tidak mengambil obyek secara detail.

svg%3E

Sedangkan hasil videonya sudah berformat MP4. Ini menjadikan audionya terdengar sangat jelas. Sayang ketika dimainkan visualnya masih patah-patah meski masih cukup jernih.

svg%3E

Kinerja & Kesimpulan

svg%3E

Berselancar di dunia maya mampu dilakukan dengan mudah tanpa perlu melakukan setting profil secara manual terlebih dahulu. Memori yang tertanam memang terhitung kecil, sehingga ketika saya menggunakannya untuk memotret tak lebih dari 4 gambar sudah menunjukkan indikator penuh. Sedangkan untuk memori eksternalnya, saat saya memasukkan microSD 4GB, ponsel tak mau membaca. Maksimal hanya mampu diekspansi ke 2GB saja.

svg%3E

Daya tahan baterainya tergolong cukup irit. Ketika saya mengisi penuh daya pada hari Jum’at dan dilakukan aktifitas seperti biasa, ponsel masih dapat bertahan hingga Senin pagi. Lenovo A125 nampaknya cocok untuk mereka yang ingin mencicipi rasa baru dari sebuah vendor China.

Spesifikasi:
Jaringan: Dualband GSM (900/1800 MHz) & Dual On; Dimensi: 110x50x10mm; Bobot: 88gr; Layar: 2.3 inci, TFT Color; Transfer data: GPRS; Kamera VGA; Memori: internal 250kb; eksternal microSD; Konektivitas: Bluetooth, kabel data miniUSB; Browser: WAP, UC Web; Fitur lain: Polifonik (MP3), MP3/MP4/3GP Player, radio FM, Phonebook 500 entri, Facebook, Twitter, Yahoo Messenger, MSN, Speakerphone; Baterai: Lithium ion 1050 mAh.