Review ASUS Eee PC VX6: Netbook Mewah dengan Aura Desain Italia

Buah kerja sama antara ASUS dan Lamborghini sejauh ini memang cukup berhasil. Paling tidak, netbook ini tampil berbeda dari berbagai netbook yang ada di pasaran. Selain ukurannya lebih besar, resolusi layar lebih tinggi dan keyboard ‘tanpa sindrom netbook’, ASUS EeePC VX6 dilengkapi chipset NVIDIA Ion untuk menawarkan kinerja 3D dan hardware accelerated HD video playback. Mari kita lihat netbook ini lebih dekat.

 

Desain dan Konstruksi
Sulit memalingkan muka dari ASUS EeePC VX6. Warna hitam dengan finish gloss menutupi bagian lid notebook ini. Bila itu tidak menarik mata Anda, logo Lamborghini yang ditempatkan di tengah sulit untuk diacuhkan. Netbook ini juga tersedia dalam dua warna: hitam dan putih. Saat melihatnya, Anda juga akan melihat bahwa permukaan lid netbook ini sedikit menonjol, tidak seperti notebook maupun netbook kebanyakan. Setengah bercanda, saya beranggapan finish gloss memang sengaja dipilih ASUS agar Anda lebih sering memoles notebook ini dan logo Lamborghini-nya, seperti layaknya Anda memoles mobil kesayangan Anda.

Dengan layar 12 inci, notebook ini mempunyai layar dengan resolusi maksimal 1366×768 (16:9). Sedikit lebih tinggi dari apa yang lazim Anda temui di platform netbook. Memang, EeePC VX6 lebih mendekati ultraportable daripada netbook dan cukup kecil sehingga sulit disebut notebook. Dibandingkan notebook 12 inci lainnya, EeePC VX6 mempunyai ukuran lebih kecil.

Layar yang digunakan cukup baik untuk ukuran netbook. Seperti biasa, sudut pandang layar optimal terbatas pada sudut sekitar 30 derajat, baik dari atas, kiri maupun kanan. Secara default, setting yang digunakan lebih cenderung memperlihatkan warna-warna ‘dingin’. Bila Anda ingin menyesuaikan kontras, gamma dan warna yang ditampilkan, Anda harus menggunakan control panel untuk Intel GMA yang disertakan (dan bukan lewat control panel NVIDIA Ion).

svg%3E
Ukuran 12 inci memungkinkan Anda mengetik dengan lebih leluasa

Keuntungan lain adalah ukuran keyboard. Keyboard EeePC VX6 ini cukup lebar, hampir sama dengan sebuah full size keyboard. Keluhan utama saya adalah ASUS memutuskan untuk menempatkan tombol Home, End, Page Down dan Page Up di sisi paling kanan daripada memanfaatkan ruang yang ada untuk mengoptimalkan besar dan jarak antar tombol keyboard.

svg%3E
Ukuran tombol Tab, Caps Lock dan Shift sama dengan yang Anda temui pada full size keyboard. Sama dengan Acer, ASUS juga menempat function keys untuk WiFi dan Sleep berdekatan.
svg%3E
Tombol Home, End, Page Up dan Page Down di sisi kanan luar

Saat mencobanya untuk mengetik, kami bisa mencapai 66 kata per menit. Lebih baik daripada apa yang dapat kami capai dengan netbook 10 inci, tetapi masih di bawah apa yang dapat kami capai dengan full size keyboard (100 kata per menit).

svg%3E
Finishing glossy pada Trackpad dan tombolnya rentan bekas jari dan tangan.

Trackpad yang disediakan cukup lebar dan navigasi cursor mempunyai respons baik. Kami jelas tidak sependapat dengan keputusan ASUS menggunakan finish gloss untuk trackpad dan tombolnya. Untuk mereka yang bertangan kidal, Anda mungkin harus melakukan penyesuaian tambahan karena posisi trackpad ini tidak persis di tengah (lebih condong ke bagian kiri).

Kami cukup menyukai penggunaan finish matte pada bagian wrist area. Finish yang digunakan cukup berhasil memberikan sentuhan halus tanpa terasa licin ala plastik, namun seiring waktu kami melihat beberapa noda yang tak mau hilang di daerah ini. Ternyata, finish yang digunakan sangat rentan terhadap minyak. Untuk membersihkannya, pastikan Anda menggunakan kain kering dan pembersih dengan Ph balance netral. Satu saran bagi ASUS – selain melengkapi paket penjualan EeePC VX6 dengan kain pembersih, mungkin ada baiknya menyertakan pula larutan pembersih.

svg%3E
Anda dapat menikmati film dan video 1080p di layar besar dengan sambungan HDMI
svg%3E
VX6 dilengkapi dua Port USB 3.0

Berkat penggunaan chassis yang terbuat dari metal, EeePC VX6 tidak hanya terasa lebih kokoh daripada netbook pada umumnya, tetapi juga lebih padat dengan distribusi berat yang baik. Namun, jelas netbook ini lebih berat. Secara umum, konstruksi ASUS EeePC VX6 sangat baik. Dari segi desain, kami tidak terlalu suka penggunaan finish gloss pada bagian lid dan terutama pada trackpad dan tombolnya.

[tab:Konektivitas & Kesan]

Konektivitas
Sebagai pilihan konektivitas, ASUS menyertakan WiFi 802.11a/b/g/n dengan EeePC VX6, menggunakan adapter Atheros R9285. Unit yang kami uji tidak menyediakan Bluetooth (3.0) yang tersedia sebagai option tambahan.

Kami sempat melakukan pengujian singkat dengan menghubungkan netbook ini ke jaringan 802.11g dengan access point ASUS DSL-G31. Hasilnya cukup mengesankan. Jarak paling jauh yang kami dapat dari access point sekitar 20 m. Pada jarak tersebut, akses ke jaringan masih aktif dan kecepatan jaringan terdeteksi sekitar 54 Mbps dengan kekuatan sinyal dua strip/bar.

Untuk jaringan kabel, EeePC VX6 dilengkapi Gigabit Ethernet menggunakan adapter Atheros 8152.

Kesan dari Pemakaian Sehari-hari
Secara umum, ASUS EeePC VX6 cukup untuk pekerjaan ringan seperti web browsing, email, dan pekerjaan produktivitas lainnya, Berkat penggunaan prosesor Atom D525, bekerja dengan beberapa aplikasi terasa sedikit lebih baik daripada dengan prosesor Atom single core yang lazim ditemui di platform netbook. ASUS juga cukup mengerti kebutuhan pengguna dengan menyertakan memori 2 GB bersama EeePC VX6.

Kelemahan utama prosesor Atom adalah respons yang lambat. Hal ini jelas terlihat saat kami memanggil aplikasi lewat shortcut ataupun membuka folder di hard disk, terutama saat membuka folder berisikan file-file multimedia (foto maupun video) dengan tampilan thumbnail.

Ukuran layar 1386×768 memungkinkan Anda menikmatik film H.264 dengan resolusi HD 720p dengan maksimal. Video maupun film dengan resolusi 1080p juga dapat dinikmati, baik di layar yang ada maupun lewat sambungan HDMI yang disediakan. Berkat keputusan ASUS melengkapi EeePC VX6 dengan chipset NVIDIA Ion, netbook ini bisa memanfaatkan fungsi hardware accelerated playback untuk format MPEG, VC1 dan H.264.

Kinerja
Secara umum, kinerja yang ditawarkan cukup. Prosesor Atom D525 dengan chipset Ion membuat EeePC VX6 menawarkan kinerja prosesor dan GPU nyaris sama dengan platform yang menggunakan AMD E-350. Walaupun begitu, hal ini terbatas pada aplikasi yang bisa memanfaatkan semua core yang ada, baik fisik maupun logical.

svg%3E
Hasil benchmark ini menunjukkan kinerja Atom D525 sangat rendah bila hanya menggunakan satu core.

 

OpenGLCPU singleCPU multi
Aspire 4750 – Plugged In7.240.761.9
Aspire 4750 – Battery7.280.761.91
ASUS EeePC VX6 – Plugged In6.180.550.18
ASUS EeePC VX6 – Plugged In6.180.550.18
Aspire 4253 – Plugged In7.70.330.6
Aspire 4253 – Battery5.020.330.62
Aspire One 522 – Plugged In5.010.20.38
Aspire One 522 – Battery50.20.39
Neo X2 L3352.30.350.67
C2D T8100n/a0.61.17

 

Pada aplikasi (maupun game) yang mementingkan kinerja dari satu core, kinerja ASUS EeePC VX6 tidak terlalu menggembirakan. Di DIRT 2, kami harus menurunkan resolusi ke 640×480 dan mematikan detil seperti ‘Crowd’ untuk mendapatkan frame rate cukup tinggi. Sebagai perbandingan, kami dapat menggunakan setting ‘Medium’ (dan meminimalkan beberapa detil seperti Night Lighting, Shadows dan Particles) di 800×600 baik dengan E-350 maupun Core i3 2310 dan masih mendapatkan frame rate cukup nyaman untuk bermain dengan beberapa AI.

Battery Life
ASUS melengkapi EeePC VX6 dengan baterai berkapasitas daya 56 Wh. Ini cukup tinggi untuk sebuah netbook. Namun, hasil pengujian daya tahan baterai sedikit mengecewakan. Anda bisa menggunakan netbook ini hingga 3 jam 30 menit untuk menonton video. Kami mempunyai harapan lebih besar pada notebook ini. Tampaknya ini adalah satu kompromi yang harus diambil karena ASUS menyertakan NVIDIA Ion.

Bila Anda menggunakannya untuk menjalankan aplikasi berat atau bermain game 3D, ASUS EeePC VX6 bertahan hingga 3 jam atau lebih pendek 30 menit dari masa pakai saat idle. Jelas bahwa prosesor Atom D525 masih cukup hemat daya. Dengan penggunaan umum, baik dengan maupun tanpa terhubung ke jaringan WiFi, Anda bisa bekerja sekitar 4 jam.

Hasil pengujian daya tahan battery ASUS EeePC VX6 dapat dilihat di bawah ini:

Idle8.475
Idle Display 08.968
Idle Display 509.866
Idle Display 10011.3
HD Idle9
HD Busy13.228
CPU Busy11.837
CPU & GPU Busy13.983
H.264 Playback12.352
WiFI10.381

 

Bila dilihat per komponen, inilah data konsumsi per komponen:

Base8.5
CPU Full3.4
GPU 3D2.1
GPU 2D/Video0.4
HD4.2
Display 00.5
Display 1002.8
WiFi1.3

 

Ada satu catatan penting yang perlu Anda pertimbangkan – masa pengisian baterai. ASUS menyertakan charger ringan bersama EeePC VX6. Dalam pemakaian maupun pengujian, kami melihat waktu yang diperlukan untuk mengisi penuh baterai cukup lama. Jadi, waktu yang tepat untuk melakukan pengisian baterai adalah saat Anda harus meninggalkan EeePC untuk waktu cukup lama.

Kesimpulan

Jelas, ASUS mencoba menawarkan sesuatu lebih dari sekedar netbook dengan EeePC VX6. Namun, di akhir kata, EeePC VX6 masih menggunakan platform yang lazim ditemui di dalam sebuah netbook. Hal paling utama yang membuatnya berbeda adalah ukurannya. Dalam hal ini, lebih kecil tidak selalu berarti lebih baik. Kami tidak selalu setuju dengan berbagai keputusan desain yang diambil ASUS, terutama finish gloss untuk bagian-bagian yang pasti sering Anda sentuh. Walaupun begitu, kami harus mengakui EeePC VX6 memang menawarkan sesuatu yang unik.

Pertanyaan terbesar tentunya apakah semua itu sepadan dengan harga yang Anda bayar? Di sisi software, ASUS membundel Windows 7 Home Premium dan feature-feature unik seperti Express Gate serta ruang penyimpanan data di cloud dengan layanan WebStorage-nya (500 GB untuk 1 tahun). Anda harus memutuskan apakah keduanya dan kebanggaan menyanding logo Lamborghini sepadan dengan harga US$ 699 yang diminta. Dari segi hardware, netbook maupun notebook dengan AMD E-350 menawarkan kinerja dan battery life lebih baik dengan harga lebih murah, walau desain dan konstruksinya jelas tidak secantik EeePC VX6.

Spesifikasi Teknis
Processor : Prosesor Intel Atom D525 (1 MB L2 cache, 1.8 GHz)

OS : Genuine Windows 7 Home Premium

System memory : 2GB DDR3

Harddisk : 250/320 GB HDD (250 GB untuk unit yang diuji)

Optical drive : not included

Layar : 12.1″ LED Backlight HD

Graphics adapter : NVIDIA ION up to 512MB

Webcam : 1.3MP webcam

Wireless communication : Wireless WiFi Link 802.11b/g/Draft-N terintegrasi (Bluetooth 3.0 option tambahan)

Harga: Rp6.299.000 (US$ 699)

Verified by MonsterInsights