Review Infinity Blade: Game iOS pertama dengan Unreal Engine

Lima tahun yang lalu, tidak banyak orang yang percaya bahwa game di ponsel akan memiliki tampilan 3 dimensi yang setara dengan konsol kelas kakap seperti PlayStation atau Xbox, namun hal tersebut ternyata sudah berhasil direalisasikan oleh Epic Games dan Chair Entertainment. Memanfaatkan Unreal Engine yang sudah dikenal di kalangan penggemar game PC, Infinity Blade merupakan aplikasi iOS pertama yang menggunakan engine game tersebut. Dan hasilnya sungguh menakjubkan. Meskipun kualitas tekstur dan pencahayaan belum sekelas game PC modern, tapi yang terpenting, game dapat dimainkan dengan halus. Memang kadang terasa ada sedikit lag di beberapa bagian game, tapi sama sekali tidak mengganggu keasyikan bermain game.

[tab:Konsep game]
svg%3E
Infinity Blade sendiri tergolong game Action RPG, dengan porsi aksi hantam-hantaman yang lebih banyak dibanding aspek RPG. Tokoh yang Anda mainkan memiliki statistik yang memengaruhi Health Point (yang biasa disebut “darah”), Attack, Shield (seberapa tahan tameng Anda), serta Magic. Selain itu tentunya Anda juga berburu benda-benda ajaib untuk meningkatkan kemampuan bertarung dan bertahan Anda. Sistem Magic di sini sangat sederhana. Anda tinggal mengenakan cincin, dan tiap cincin punya spell alias mantera sendiri. Jadi, kita hanya dapat merapal sebagian mantera saja. Total jumlah mantera atau spell hanya ada 6 dan Anda sebenarnya hanya butuh 1 atau 2 untuk menamatkan game ini.

Mekanisme game amat sederhana dan mudah dikuasai. Anda dapat menangkis dengan pedang, menahan dengan tameng, atau menghindar. Yang perlu diperhatikan adalah timing, tapi begitu sering memainkannya, Anda akan menemukan pola tiap musuh yang tidak begitu bervariasi. Setiap berganti senjata, tameng, baju, atau helm, maka karakter Anda akan memperlihatkannya. Setiap benda juga memiliki keunikannya sendiri dan Anda butuh XP untuk menguasai satu benda untuk mendapatkan efek maksimumnya. Jalan cerita cukup standar: Anda merupakan keturunan ksatria yang ingin menantang God King. Nah, yang menarik, jika gagal dan terbunuh, God King akan menunggu keturunan Anda yang dijamin pasti menantangnya (bener-bener deh, nggak ada kerjaan lain). Satu lagi “keunikan” game ini, tidak ada karakter yang terlihat wajahnya. Semua tertutup oleh helm. Mungkin itu salah satu keterbatasan Unreal Engine di iOS.

Cara bertarung cukup mudah. Anda tinggal menggeser jari dan karakter akan menghantam musuh sesuai arah jari Anda. Untuk menangkis, Anda juga melakukan hal yang sama dengan arah yang tepat. Menahan dengan tameng, cukup tekan tombol tameng di tengah, sementara untuk kemampuan khusus dan magic ada di bagian atas layar. Interface yang sederhana ini amat mudah dipahami oleh non-gamer sekalipun.

[tab:Kesimpulan]
Meskipun sederhana, ternyata game ini amat menggoda untuk terus dimainkan. Sepertinya butuh keahlian khusus untuk menamatkannya dalam Bloodline 1 (saya menamatkannya pada Bloodline 4, di level 19), tapi masih memungkinkan kok. Untuk saat ini, konten Infinity Blade tergolong terbatas, dan Anda bisa menamatkannya dalam waktu kurang dari 1 jam. Epic Games menjanjikan konten tambahan, namun bagi Anda yang ingin game yang memberikan pengalaman berbeda, harus kudu wajib memainkannya.

[box type=”download”]
Infinity Blade dijual seharga US$5,99 di Apple Store. Bisa dimainkan di iPhone 3GS, iPhone 4, iPod touch (3rd generation), iPod touch (4th generation), dan iPad. Membutuhkan iOS 3.2 atau lebih baru[/box]

[tab: Gallery]

Verified by MonsterInsights