Tahun 2026 ini, Erajaya Group genap berusia 30 tahun. Salah satu yang menjadi catatan adalah perusahaan yang berawal dari distribusi perangkat telekomunikasi ini kini mengelola lebih dari 2.500 gerai di tiga negara. Di dalam portofolionya, ponsel sudah berbagi tempat dengan kendaraan listrik, perlengkapan olahraga, dan teh.
⚡ Poin Penting soal Erajaya 30 Tahun
- Erajaya mempekerjakan lebih dari 22.000 karyawan dan punya 18,4 juta anggota MyEraspace.
- Kategori di luar digital menyumbang sekitar 12 persen dari total penjualan Group pada Semester I 2026.
- Portofolio baru mencakup XPENG, GENTLEWOMAN, ANTA, Under Armour, Wilson, dan CHAGEE.
- Program promosi perayaan 30 tahun berjalan hingga akhir tahun.
Ponsel Masih Jadi Tulang Punggungnya

Erajaya sudah berdiri sejak tahun 1996. Masa yang sama sekali berbeda untuk industri ponsel.
Tiga dekade kemudian, Erajaya menyebut dirinya smart lifestyle retailer, peritel yang mengurus kebutuhan sehari-hari konsumen jauh melampaui layar ponsel. Skalanya terlihat jelas dari jumlah gerai. Sepanjang Semester I 2026 saja, Erajaya menambah 173 gerai baru. Itu setara hampir satu gerai baru setiap hari selama enam bulan.
| Vertikal | Jumlah Gerai |
|---|---|
| Erajaya Digital | 1.920 |
| Erajaya Active Lifestyle | 256 |
| Erajaya Food & Nourishment | 90 |
| Jaringan internasional (Singapura dan Malaysia) | 240 |
| Total | Lebih dari 2.500 |
Sampai di sini, kesannya Erajaya sudah berganti wajah sepenuhnya. Angka penjualan bercerita lain. Kategori di luar digital baru menyumbang sekitar 12 persen dari total penjualan Group pada Semester I 2026, menurut Erajaya.
Budiarto Halim, President Director & Group CEO Erajaya, menyebut kenaikan kontribusi vertikal non-digital sebagai tanda bahwa diversifikasi mulai memberi hasil nyata. Saya bisa menerima klaim itu, dengan satu catatan. Dua belas persen berarti sekitar 88 persen penjualan masih ditopang kategori digital, pada perusahaan yang membukukan penjualan tahunan Rp76 triliun di FY2025 (tahun fiskal 2025).
Sehari Belanja di Dunia Erajaya, dari Sepatu Lari sampai Teh
Secara teori, satu hari belanja kini bisa berputar di lingkaran brand yang sama. Pagi hari kamu mengganti ponsel. Siang menjelang sore, kamu bisa belanja ANTA, Under Armour, atau Wilson untuk urusan olahraga, dan GENTLEWOMAN kalau lemari pakaian ikut dibenahi. Capek belanja? tinggal minum teh CHAGEE.
Kendaraan listrik XPENG juga melengkapi portofolio bisnis Erajaya. Dalam waktu dekat, dua brand kuliner lain yaitu I’m donut? dan Oriental Kopi, sedang dipersiapkan untuk masuk Indonesia. Totalnya, Erajaya mengatakan bermitra dengan lebih dari 30 brand kelas dunia.
“Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami,” ujar Budiarto.
Yang menyambungkan semuanya, menurut Erajaya, adalah ekosistem omnichannel: toko fisik, platform digital, dan program loyalitas Eraspace yang bekerja dalam satu alur. Konsumen bisa mencoba produk di toko, membandingkan pilihan di ponsel, lalu bertransaksi lewat kanal mana pun yang paling nyaman.
Program Jaga Bumi & Zero Waste
Hampir semua orang punya satu ponsel lama yang teronggok di laci, terlalu sayang dibuang dan terlalu rusak untuk dipakai. Erajaya punya jawabannya lewat erafone Jaga Bumi dan Urban Republic Zero Waste, dua program yang menyediakan titik pengumpulan e-waste (limbah elektronik) di sejumlah gerai ritel dan di event perusahaan.
Sejak program itu berjalan pada 2024, 4.238 gadget rusak atau tak terpakai telah didaur ulang oleh mitra, menurut Erajaya. Dua program keberlanjutan lainnya berskala lebih luas. Wana Erajaya adalah inisiatif konservasi dan carbon offsetting (mengimbangi emisi karbon lewat restorasi dan pengelolaan hutan) dengan potensi offset sekitar 1.922 tCO2e, satuan ton setara karbon dioksida. Program vokasi Erajaya sejak 2019 menjangkau lebih dari 3.000 siswa lewat kemitraan dengan 221 sekolah di 29 provinsi.
Babak berikutnya diberi tema “Towards the Next Era” dengan subtajuk “A Legacy of Innovation, a Future of Possibilities” dan tagar #EranyaKita. Erajaya menyebut ekspansi dilakukan selektif dan terukur, dengan mempertimbangkan peluang pasar, keselarasan strategis, dan kapabilitas perusahaan. Untuk merayakannya, program promosi dan penawaran spesial disiapkan hingga akhir tahun.
Tiga dekade menunjukkan Erajaya mampu bertahan dan tumbuh dari satu kategori ke banyak kategori. Ujian berikutnya lebih sulit: konsumen yang mengenal Erajaya lewat ponsel harus mau membeli sepatu, teh, dan kendaraan listrik di tempat yang sama. Angka 12 persen tadi akan menunjukkan arahnya dari semester ke semester.
Jadi gerai dari Erajaya manakah yang menjadi langganan teman canggih?
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Erajaya
Apa itu Erajaya dan apa saja yang dijalankannya?
Erajaya Group adalah peritel yang berawal dari distribusi perangkat telekomunikasi dan kini mengelola tiga vertikal: Digital, Active Lifestyle, serta Food & Nourishment. Dari sekitar 2.500 gerainya, sekitar tiga dari empat masih gerai Digital. Karena itu Erajaya lebih tepat dibaca sebagai peritel gadget yang sedang melebar ke kategori baru.
Apakah ponsel dan gadget masih jadi tulang punggung Erajaya?
Masih. Kategori di luar digital menyumbang sekitar 12 persen penjualan Group pada Semester I 2026, menurut Erajaya, sementara Active Lifestyle dan Food & Nourishment memegang 346 dari sekitar 2.500 gerai, atau sekitar 14 persen. Porsi penjualan dan porsi gerainya hampir sebanding, sehingga dari angka yang dirilis belum terlihat lini baru yang jauh lebih produktif per gerai.
Mengapa Erajaya masuk ke olahraga, fashion, dan kuliner?
Erajaya menyebut perubahan preferensi konsumen sebagai alasannya. Dari sisi bisnis, modalnya sudah tersedia: 18,4 juta anggota MyEraspace dan jaringan toko di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Brand baru berpeluang dijual ke pelanggan yang sudah dimiliki tanpa membangun audiens dari nol. Bagian terakhir ini pembacaan yangcanggih.com.
Ke mana gadget bekas atau rusak bisa diserahkan lewat Erajaya?
Lewat erafone Jaga Bumi dan Urban Republic Zero Waste, yang menyediakan titik pengumpulan di sejumlah gerai ritel dan di event perusahaan. Erajaya tidak merinci daftar gerainya, jadi cek ke gerai terdekat sebelum datang. Sejak 2024, 4.238 gadget telah didaur ulang lewat program ini, menurut Erajaya.




