HDR10+ vs Dolby Vision: Apa Bedanya? Ini Perbandingan untuk TV dan Smartphone

HDR10+
Sumber: Getty Images/Gorodenkoff

Dua TV dengan panel QLED dan label “HDR” bisa menampilkan kualitas gambar yang berbeda. Satu mampu mempertahankan detail di area terang, sementara yang lain membuat highlight terlihat putih polos. Perbedaan ini bukan di panel atau resolusi, melainkan dukungan standar HDR10+ atau Dolby Vision, yang menentukan bagaimana konten HDR ditampilkan lebih akurat sesuai metadata tiap adegan.

HDR10+ dan Dolby Vision sama-sama berkembang dari HDR10 dasar, tetapi menambahkan dynamic metadata yang memungkinkan penyesuaian brightness dan kontras per frame. Dolby Vision mendukung kedalaman warna hingga 12-bit, sementara HDR10+ berbasis 10-bit tetapi tetap memberi fleksibilitas lebih dibanding HDR10 statis.

Di sisi lain, ada juga standar lain seperti HLG yang dipakai untuk siaran televisi. Memahami perbedaan ini penting saat membeli TV atau smartphone, karena dukungan format HDR langsung memengaruhi kualitas tontonan sehari-hari.

Samsung S26 FE Launch-728

HDR 10+ Dolby Vision

⚡ Poin Penting Soal HDR10+ dan Dolby Vision

  • HDR10+ dan Dolby Vision sama-sama memakai metadata dinamis untuk menyesuaikan kecerahan dan warna per adegan.
  • HDR10+ berbasis 10 bit dengan metadata gratis dan bebas royalti.
  • Dolby Vision mendukung warna hingga 12 bit dan puncak kecerahan teoretis 10.000 nit.
  • Dukungan brand berbeda Samsung fokus pada HDR10+ sementara LG, Sony, TCL, Hisense dan Apple mendukung Dolby Vision.
  • Kualitas HDR tidak hanya ditentukan format tetapi juga kemampuan panel terutama kecerahan puncak layar.

Apa Itu HDR dan Kenapa Berbeda dari Resolusi?

HDR (High Dynamic Range) adalah teknologi yang memperluas rentang kecerahan dan warna yang bisa ditampilkan layar, bukan menambah jumlah piksel seperti resolusi. Resolusi 4K menentukan seberapa tajam gambar, sementara HDR menentukan seberapa dekat gambar itu dengan apa yang dilihat mata manusia di dunia nyata, area gelap yang tetap detail dan area terang yang tidak “meledak” jadi putih polos.

Sebuah TV 4K tanpa HDR yang baik akan menampilkan langit cerah dan bayangan gelap dalam satu adegan sebagai kompromi abu-abu yang datar. TV dengan HDR yang diimplementasikan dengan benar bisa menampilkan keduanya secara bersamaan, itulah kenapa dua TV dengan resolusi sama bisa terlihat sangat berbeda kalau salah satunya punya standar HDR yang lebih baik.

Apa Itu HDR10 (Standar Dasar)?

HDR10 adalah standar HDR paling dasar dan paling banyak didukung, memakai warna 10 bit dan metadata statis untuk mengatur kecerahan seluruh video. Menurut penjelasan HDR10+ Technologies, metadata statis berarti instruksi tone mapping hanya dihitung sekali untuk seluruh durasi film berdasarkan adegan paling terang, lalu kurva yang sama itu dipakai untuk semua adegan lain, termasuk adegan malam yang jauh lebih gelap.

Akibatnya, TV harus menebak sendiri cara menampilkan adegan gelap memakai kurva yang sebenarnya dirancang untuk adegan terang. HDR10 sifatnya gratis dan terbuka, itu sebabnya hampir semua TV dan smartphone modern mendukungnya sebagai standar minimum, dari kelas entry sampai flagship.

Apa Bedanya HDR10+ dari HDR10?

HDR10+ menambahkan metadata dinamis di atas fondasi HDR10, sehingga instruksi kecerahan dan warna dihitung ulang per adegan, bahkan per frame untuk siaran langsung. Menurut HDR10+ Technologies LLC, pendekatan ini memberi instruksi tone mapping yang jauh lebih presisi ke TV dibanding satu kurva tunggal untuk seluruh film, karena setiap adegan mendapat “resep” pemetaan warnanya sendiri.

HDR10+ dikembangkan Samsung bersama Amazon, Panasonic, dan 20th Century Fox pada 2017, sebagian sebagai respons terhadap biaya lisensi Dolby Vision. Bedanya dari HDR10 biasa: bukan cuma “bisa menampilkan HDR”, tapi bisa menyesuaikan tampilan HDR itu adegan demi adegan tanpa TV harus menebak sendiri.

  • HDR10: metadata statis, satu kurva untuk seluruh film
  • HDR10+: metadata dinamis, kurva berubah per adegan atau per frame
  • Royalti: HDR10+ bebas royalti, sesuai spesifikasi terbuka yang dipublikasikan HDR10+ Technologies
HDR10+
Sumber: screenresolutiontest

Apa Itu Dolby Vision dan Kenapa Dianggap Lebih Canggih?

Dolby Vision adalah format HDR milik Dolby Laboratories yang juga memakai metadata dinamis, tapi dengan spesifikasi warna dan kecerahan yang secara teori lebih tinggi. Menurut Dolby, Dolby Vision mendukung kedalaman warna hingga 12 bit dan puncak kecerahan teoretis hingga 10.000 nit, jauh di atas HDR10 dan HDR10+ yang dibatasi pada warna 10 bit dan puncak kecerahan 1.000 hingga 4.000 nit di spesifikasinya.

Angka 12 bit itu penting karena artinya lebih banyak gradasi warna yang bisa dibedakan, mengurangi risiko banding atau gradasi warna yang terlihat “berundak” pada gradien halus seperti langit senja.

Bedanya dengan HDR10+ bukan cuma di atas kertas. Karena Dolby yang mengontrol dan mensertifikasi seluruh rantai produksi hingga tampilan akhir, kualitas implementasi Dolby Vision cenderung lebih konsisten antar perangkat. Konsekuensinya, brand yang memakai Dolby Vision harus membayar biaya lisensi dan sertifikasi ke Dolby Laboratories, berbeda dari HDR10+ yang gratis.

HDR10+

Apa Itu HLG dan Kenapa Jarang Dibahas?

HLG (Hybrid Log-Gamma) adalah standar HDR yang dikembangkan BBC dan NHK khusus untuk siaran televisi, dan distandarkan dalam ITU-R BT.2100. Bedanya dari HDR10, HDR10+, dan Dolby Vision yang semuanya memakai kurva PQ (Perceptual Quantizer), HLG dirancang agar satu sinyal yang sama bisa tampil benar baik di TV HDR maupun TV SDR lama, tanpa perlu metadata tambahan sama sekali.

Itu sebabnya HLG jarang dibahas di spesifikasi TV atau smartphone konsumen, tapi tetap penting untuk konten siaran. YouTube, BBC iPlayer, dan siaran olahraga langsung banyak memakai HLG karena sifatnya yang kompatibel mundur ini, cocok untuk situasi di mana pemancar tidak tahu jenis TV yang dipakai penonton di rumah.

HLG
Sumber: Onsitego

Bagaimana HDR10+ dan Dolby Vision Bersaing Antar Brand?

Persaingan HDR10+ dan Dolby Vision di industri terbelah jelas menurut brand, bukan menurut kualitas teknis semata. Samsung secara konsisten tidak menyertakan dukungan Dolby Vision di TV-nya dan sepenuhnya mendukung HDR10+, sementara sebagian besar brand lain mendukung keduanya sekaligus.

  • TV yang hanya mendukung HDR10+ (tanpa Dolby Vision): seluruh lini Samsung Neo QLED dan QLED
  • TV yang mendukung Dolby Vision dan HDR10+: LG OLED, sebagian besar Sony Bravia keluaran 2024 ke atas, TCL, dan Hisense
  • Smartphone dengan Dolby Vision: iPhone (dari iPhone 12 Pro ke atas), sebagian Xiaomi dan Vivo kelas flagship
  • Smartphone dengan HDR10+: sebagian besar Samsung Galaxy seri S dan Fold, meski beberapa model Galaxy tetap bisa memutar konten Dolby Vision lewat aplikasi seperti Netflix

Alasan Samsung menolak Dolby Vision di TV cukup jelas dari sisi bisnis, yaitu menghindari biaya lisensi per unit ke Dolby sekaligus mendorong adopsi HDR10+ yang mereka kembangkan sendiri. Konten pun mengikuti pembagian ini. Netflix dan Disney+ mendukung Dolby Vision secara luas, sementara Amazon Prime Video dan sebagian layanan streaming lain mendukung HDR10+.

Dolby Vision

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli TV atau Smartphone Soal HDR?

Yang paling perlu diperhatikan adalah kecocokan antara layar dan sumber konten yang paling sering ditonton, bukan sekadar mengejar standar dengan spesifikasi tertinggi di atas kertas. Kalau kebanyakan tontonan berasal dari Netflix atau bioskop rumahan lewat Ultra HD Blu-ray, TV dengan Dolby Vision lebih relevan karena katalog kontennya lebih luas. Kalau lebih sering pakai Prime Video atau TV Samsung sudah jadi pilihan karena alasan lain (harga, desain, fitur Smart TV), HDR10+ tetap memberi hasil yang baik.

Hal lain yang sering luput: dukungan format HDR tidak ada gunanya kalau kecerahan puncak panel rendah. Menurut pengujian independen RTINGS, TV dengan puncak kecerahan di bawah 400 nit tidak akan menampilkan perbedaan besar antara HDR10 biasa dan HDR10+/Dolby Vision, karena panelnya sendiri tidak mampu mereproduksi rentang dinamis yang dibutuhkan metadata dinamis itu. Jadi cek dulu kecerahan puncak TV, baru pertimbangkan format HDR yang didukung.

StandarJenis MetadataLisensi/RoyaltiDukungan BrandTier Harga Perangkat
HDR10Statis (satu kurva untuk seluruh video)Gratis, terbukaHampir semua TV dan smartphone modernEntry hingga flagship
HDR10+Dinamis (per adegan/frame)Gratis (royalty-free)Samsung, sebagian Panasonic, Amazon, sebagian Sony/TCL/HisenseMenengah hingga flagship
Dolby VisionDinamis (per adegan/frame), hingga 12 bitBerbayar, lisensi ke Dolby LaboratoriesLG, Sony, TCL, Hisense, Apple (iPhone), sebagian Xiaomi/VivoMenengah-atas hingga flagship
HLGTanpa metadata tambahan, kompatibel SDR/HDRGratis, standar broadcast terbukaNyaris universal untuk siaran, jarang jadi penentu pembelianSemua tier

Dolby Vision 2

Kesimpulan

HDR10 adalah fondasi gratis yang hampir selalu ada, sementara HDR10+ dan Dolby Vision sama-sama menambah metadata dinamis untuk hasil yang lebih akurat, hanya berbeda di siapa yang mengembangkan dan siapa yang mendukungnya.

Mana yang lebih baik antara HDR10+ dan Dolby Vision sebenarnya tergantung konten yang ditonton dan seberapa bagus implementasi panelnya, bukan soal satu standar yang pasti unggul di segala kondisi. HLG punya peran berbeda sepenuhnya, yaitu memastikan siaran langsung tetap bisa ditonton di TV lama maupun baru.

FAQ tentang HDR10+ dan Dolby Vision

Apa itu HDR10+ dan Dolby Vision secara sederhana?

Keduanya adalah standar HDR yang memakai metadata dinamis, artinya instruksi kecerahan dan warna disesuaikan per adegan, bukan satu pengaturan untuk seluruh film seperti HDR10 biasa. HDR10+ dikembangkan Samsung dan bersifat gratis, sedangkan Dolby Vision dikembangkan Dolby Laboratories dan berbayar lisensinya untuk brand yang memakainya.

Kenapa dua TV dengan spesifikasi mirip bisa terlihat sangat berbeda saat menampilkan HDR?

Perbedaan itu biasanya berasal dari kombinasi dukungan format HDR dan kemampuan panel menampilkan rentang dinamis. TV yang hanya mendukung HDR10 statis akan menampilkan adegan gelap dan terang dengan kurva yang sama, sementara TV dengan HDR10+ atau Dolby Vision menyesuaikan kurva itu per adegan, sehingga detail highlight dan shadow lebih terjaga.

Apakah Dolby Vision selalu lebih baik dari HDR10+?

Tidak selalu. Dolby Vision unggul di spesifikasi atas kertas seperti kedalaman warna 12 bit dan proses sertifikasi yang lebih ketat, tapi hasil akhirnya tetap bergantung pada kualitas panel TV dan mastering konten. Di TV kelas menengah dengan kecerahan puncak rendah, perbedaan HDR10+ dan Dolby Vision sering kali tidak terlalu terasa oleh mata.

Kenapa Samsung tidak mendukung Dolby Vision di TV-nya?

Samsung memilih fokus penuh ke HDR10+ yang mereka kembangkan sendiri bersama Amazon dan Panasonic, sebagian untuk menghindari biaya lisensi per unit yang harus dibayar ke Dolby Laboratories. Sebagai gantinya, Samsung mendorong adopsi HDR10+ lewat kemitraan dengan layanan streaming seperti Amazon Prime Video.

Apakah smartphone Samsung Galaxy bisa memutar konten Dolby Vision?

Sebagian smartphone Samsung Galaxy bisa memutar konten berlabel Dolby Vision lewat aplikasi seperti Netflix, meski TV Samsung tidak mendukung format itu sama sekali. Ini beda kasus dengan TV karena aplikasi streaming di smartphone bisa melakukan tone mapping sendiri di level software, bukan sepenuhnya mengandalkan hardware layar.

Apa yang harus diperhatikan saat membeli TV baru terkait HDR?

Cek dulu kecerahan puncak panel, karena TV dengan kecerahan di bawah 400 nit tidak akan menunjukkan perbedaan besar antara HDR10 dan format dinamis seperti HDR10+ atau Dolby Vision. Setelah itu, cocokkan dukungan formatnya dengan layanan streaming yang paling sering dipakai, misalnya Dolby Vision untuk Netflix atau HDR10+ untuk Prime Video.

Apakah HLG penting untuk dipertimbangkan saat membeli perangkat?

HLG jarang jadi faktor penentu pembelian karena dukungannya sudah hampir universal di TV dan smartphone modern, tanpa perlu lisensi khusus. HLG lebih relevan untuk menonton siaran langsung seperti olahraga di BBC iPlayer atau YouTube, dibanding untuk film dan serial di layanan streaming on-demand.

Apakah semua konten HDR10+ dan Dolby Vision otomatis terlihat lebih baik dari HDR10 biasa?

Tidak otomatis, karena hasil akhirnya tetap tergantung proses mastering konten dan kemampuan TV menerjemahkan metadata dinamis itu. Konten yang di-mastering dengan buruk atau ditampilkan di panel dengan rentang dinamis terbatas bisa saja terlihat tidak jauh berbeda dari HDR10 biasa, meski label kemasannya mencantumkan HDR10+ atau Dolby Vision.