Review Gadget Terbaru ada di sini

Review Sony RX1R III

Reader Rating0 Votes
0
7.5

Berselang 10 tahun sejak Sony RX1R II diperkenalkan, kini Sony menghadirkan penerusnya yaitu Sony RX1R III. Konsepnya masih sama. Kamera sensor full frame dan lensa 35mm yang ringkas dan ringan. Salah satu yang mengagetkan adalah harganya yang naik cukup tajam, lebih dari 50%.

Dengan harga 79 juta rupiah, Sony RX1R III bersaing dengan Leica Q3 dan Fujifilm GFX 100RF. Berbeda dengan dua kamera ini, Sony juga memperhatikan fitur video RX1R III. Dalam ulasan Sony RX1R III, kami menguji kamera mungil premium ini dalam berbagai skenario dengan penekanan utama di sisi fotografi. Selain itu kami juga menyingkap kelebihan dan kekurangan kamera ini dari sudut pandang penggemar kamera dan fotografi.

Desain dan menu Sony RX1R III

Sesuai konsep awalnya, Sony RX1R III punya bobot ringan dan ukuran ringkas. Dari sisi ergonomis, RX1R III punya grip atau bagian genggaman kamera yang tipis. Tidak begitu memberikan rasa aman saat kamera digenggam satu tangan atau oleh pengguna yang tangannya mudah berkeringat.

Sony RX1R III 2
Sony RX1R III adalah kamera full-frame paling ringkas di dunia

Tapi desain minimalis inilah yang membuatnya tampil begitu ringkas dan mudah dikantungi. Bahkan RX1R III merupakan kamera full-frame termungil di dunia untuk saat ini. Menggenggam kamera ini termasuk nyaman. Walau bagi sebagian pengguna, kamera ini agak terlalu kecil. Ini akibat grip atau bagian genggaman yang terlalu tipis dan mungil. Untungnya bagian grip ini bertekstur sehingga tangan tidak mudah selip atau tergelincir saat memegang kamera.

Deretan tombol dan kenop pengatur fungsi RX1R III juga seringkas ukurannya. Ini berarti kebanyakan fungsinya harus diakses dari Menu yang memang serumit kamera mirrorless Sony. Ini merupakan konsekuensi dari lengkapnya pengaturan yang bisa diubah di RX1R III. Untungnya, fungsi penting dan rutin seperti mengatur ISO dan exposure bisa dilakukan melalui kenop putar dan tombol navigasi.

Sony RX1R III top
Kenop putar dan pengaturan aperture di lensa terasa solid dan premium

Pengaturan aperture di lensa juga terasa meyakinkan, dengan mekanisme putar yang sulit bergeser sendiri tanpa sengaja.  Sony RX1R III juga punya pengaturan fokus lensa antara Makro dan Infinity. Pengaturannya juga mudah dan instan, cocok bagi yang ingin memotret dari jarak dekat.

Satu hal yang disayangkan adalah viewfinder elektronik RX1R III. Untuk kamera semahal ini, resolusi EVF hanya setajam Sony a6700 dan A7C II yang harganya hanya sepertiga  RX1R III. Ini kurang selaras dengan harga RX1R III yang masuk kelas premium.

Lensa Sony RX1R III

Berkat sensor 61 megapixel yang sama seperti Sony a7R V, Sony RX1R III mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi. Dipadukan dengan lensa Zeiss 35mm f2, kamera ini bisa diandalkan untuk membuat foto menawan dalam berbagai suasana.

Sebagai catatan, lensanya sama seperti lensa di RX1R II dengan sedikit perbaikan teknis. Awalnya kami sempat meragukan, tapi ternyata lensa ini masih amat mumpuni untuk dipasangkan dengan sensor 61 megapixel Sony yang baru.

Berikut contoh foto dengan pengaturan aperture paling besar.

f/2.0
Lensa dengan aperture f/2 dan sensor full-frame menghasilkan foto dengan depth of field amat tipis

DSC06628
Efek bokeh yang halus mudah didapat di setting aperture f/2

Bahkan untuk foto pemandangan, lensa Zeiss 35mm di RX1R III ini juga mampu menangkap detil dengan amat baik. Seperti contoh foto senja berikut ini.

DSC06784
Detil gedung yang jaraknya amat jauh ini masih terlihat baik jika diperbesar di layar komputer

DSC07381
Foto dengan kecepatan rana 2 detik ini diambil dengan cara menyandarkan kamera di pagar jembatan penyeberangan. Detil pada mobil, pohon, maupun warung masih terlihat amat jelas.

Foto dengan Digital teleconverter di Sony RX1R III

Dengan resolusi sensor ekstra besar, Sony RX1R III dapat leluasa memanfaatkan fitur digital teleconverter yang berfungsi seperti lensa telefoto. Jadi kamu akan bisa mengambil foto dari sudut pandang lensa 35mm, 50mm dan 70mm. Tiap melakukan “zoom”, resolusi foto akan berubah. Untuk 50mm, resolusi menjadi 29 megapixel dan 70mm menjadi 15 megapixel. Masih memadai jika kamu ingin mencetak fotonya dalam ukuran besar.

Berikut contoh hasil foto RX1R III dalam berbagai setting teleconverter.

DSC07115
Lensa dengan setting 70mm cocok digunakan saat foto portrait, untuk mengisolasi subyek dari latar.

70mm f2.8
Tidak hanya portrait, setting 70mm juga cocok untuk memotret obyek kecil dari jarak agak jauh. Kamu perlu memperhatikan DoF yang sangat tipis jika memakai bukaan besar seperti f2.8

Sony RX1R III di kondisi minim cahaya

Dengan setting ISO hingga 102.400 dan autofocus yang pintar, performa Sony RX1R III bisa diandalkan untuk kondisi minim cahaya. Noise di ISO tinggi juga amat baik, sehingga kami dapat menggunakannya tanpa ragu untuk mendapatkan shutter speed yang lebih tinggi sehingga hasil foto di kondisi gelap tetap tajam.

DSC06897
Kami menggunakan Highligt Metering untuk memastikan area highlight terlihat jelas dan tidak over

ISO 8000
ISO 8000 masih sangat aman untuk Sony RX1R III di kondisi minim cahaya

bokeh
Pada setting ISO 12800, terlihat detil pada obyek mulai berkurang walaupun secara keseluruhan masih sangat baik

Sayangnya, untuk pemotretan dalam ruangan, Auto White Balance Sony RX1R III masih kurang konsisten dan cenderung kekuningan.

DSC07149
AWB kamera menerjemahkan warna kulit menjadi agak kekuningan. Cara mengatasinya, atur White Balance secara manual.

Foto Makro Sony RX1R III

Kami mengujinya untuk foto jarak dekat di siang hari dan hasil amat memuaskan. Di lensa kamera ada setting makro untuk fokus dari jarak 20cm. Dengan resolusi 61 megapixel, hasil foto dapat dipotong sesuai kebutuhan seperti contoh berikut.

hasil foto sony rx1r iii bee ori.webp
Kami memanfaatkan mode makro Sony RX1R III yang bisa mengunci fokus hingga jarak 20cm.

sony rx1r iii crop bee atas bunga scaled
Hasil crop dari foto di atas, menunjukkan betapa RX1R III mampu mengunci fokus dengan akurat dan menangkap detil dari lebah yang sedang sibuk terbang
hasil foto sony rx1r iii bee macro
Satu lagi crop hasil foto RX1R III tanpa penyuntingan tambahan. Perhatikan warna dan ketajaman pada lebah dan bunga yang amat baik

Kesimpulan

Walaupun terlambat untuk sebuah update, RX1R III merupakan bentuk kepercayaan diri Sony akan kameranya. Namun RX1R III lahir di era yang berbeda. Popularitas Fujifilm X100VI, Leica Q3 dan GFX100 RF membuatnya lebih sulit diterima. Apalagi jika melirik harganya.

Sony RX1R III terminal

Jujur saja, beberapa fitur RX1R III membuat kami agak bingung. Contohnya seperti EVF resolusi rendah yang di bawah ekspektasi sebuah kamera premium. Belum lagi absennya I.B.I.S dan flash internal yang sepertinya harus dikorbankan untuk mendapatkan dimensi ringkasnya. Ditambah lensa yang digunakan sama seperti versi terdahulu yang keluar 10 tahun silam, kekurangan-kekurangan tersebut membuatnya kurang menarik jika dilihat harga dan kompetitor di kelasnya.

Leica Q3 memang sedikit berbeda dengan lensa 28mm, tapi dengan diafragma lebih besar, desain lebih premium serta image stabilizer yang efektif. Kemudian GFX 100RF yang punya spesifikasi serupa, tapi dengan sensor medium format yang menghasilkan foto ekstra detil.

Satu hal yang menjadi kelebihan RX1R III adalah ukurannya yang lebih ringkas dan kemampuan video yang lebih baik. Jadi bagi penggemar Sony yang mencari kamera full frame ringkas dan tidak mempedulikan harga atau spesifikasi, Sony RX1R III bisa dipertimbangkan.

Kelebihan Sony RX1R III

  • Desain premium dan mewah
  • Sensor full frame yang  setara dengan kamera mirrorless foto kelas profesional
  • Lensa mampu menangkap detil yang berlimpah
  • Ukuran ringkas, cocok untuk travelling
  • Hasil foto dalam Macro mode amat baik
  • Hasil foto JPEG amat baik
  • Autofocus amat cepat dan akurat, baik untuk foto maupun video
  • Hasil video amat baik, dengan pengaturan yang cukup memadai
  • Foto di ISO tinggi relatif bersih dengan detil dan warna terjaga

Kekurangan Sony RX1R III

  • Auto White Balance dalam ruangan dan kondisi minim cahaya kurang akurat dan cenderung kekuningan
  • Tidak ada I.B.I.S
  • Tidak ada flash internal
  • Resolusi EVF kurang tinggi untuk kamera sekelasnya
  • Grip terlalu tipis sehingga kurang ergonomis bagi pengguna dengan tangan besar
  • Layar belakang tidak fleksibel, menyulitkan saat memotret dari sudut bawah dan atas
  • Harga terlalu tinggi untuk spesifikasi dan fiturnya, apalagi dibandingkan dengan pesaing terdekatnya

 

 

Sony RX1R III top
Review Sony RX1R III
Desain
8
Fitur & Performa
7
Kualitas Foto
9.5
Harga
5.5
Reader Rating0 Votes
0
7.5