Sebelum pengumuman Xiaomi 15T Series, kami terbang ke Sumba untuk mencoba kemampuan kamera Xiaomi 15T Pro. Sebagai informasi, seri 15T dan 15T Pro ini merupakan pelengkap untuk seri Xiaomi 15 dan 15 Ultra yang telah muncul beberapa bulan silam. Seri T juga menjadi seri yang populer karena biasa mengombinasikan spesifikasi bagus dan harga yang lebih terjangkau.

Di hari pertama, kami berkunjung ke desa adat Ratenggaro di Sumba Barat Daya. Desa ini memiliki banyak keunikan, mulai dari rumah adat dengan atap menjulang tinggi, kuburan batu berusia ribuan tahun hingga kuda pacunya yang tampil beda.
Semua kamera Xiaomi 15T Pro amat berguna di lokasi ini, mulai dari lensa lebar hingga telephoto. Untuk artikel ini, semua foto dari Xiaomi 15T Pro ini tidak kami edit, jadi langsung dari kamera. Berikut hasil jepretan kamera Xiaomi 15T Pro selama di desa Ratenggaro dan daerah lain di Sumba.

Warna khas Leica ini bisa didapatkan dengan memilih filter warna Leica antara Vibrant dan Authentic. Kontras dan saturasi warna yang baik juga mudah didapatkan walaupun menggunakan kamera ultra lebar.

Kamera Xiaomi 15T Pro mampu menangkap momen dengan baik, walaupun di kondisi cahaya kontras tinggi.

Mode Portrait Xiaomi 15T Pro mampu menangkap ekspresi wajah dengan amat baik. Kamu juga bisa mengatur efek bokeh sesuai yang diinginkan.

Kami menggunakan mode Portrait dipadukan dengan kamera telephoto 5x zoom untuk mendapatkan efek bokeh yang halus dan natural di latar.

Foto hitam putih juga layak dieksplorasi mengingat Leica dikenal dengan tonal warna hitam putih yang klasik.

Gunakan aspect ratio cinematic yang lebih lebar dari 16:9 untuk mendapatkan foto sinematik seperti ini. Selain lebih bercerita, foto dengan rasio aspek ini lebih unik sehingga lebih menarik.

Kuda yang berlari cepat masih dapat ditangkap fokusnya oleh kamera Xiaomi 15T Pro
Keesokan harinya, rombongan berpindah ke Sumba Timur. Spot pertama yang kami kunjungi adalah Bukit Wairinding yang lama dikenal akan keindahannya saat matahari terbenam. Di sini, kami mengandalkan kamera Xiaomi 15T Pro untuk memotret dengan kamera telefoto dan dalam kondisi low-light.


Mode sinematik mampu menggambarkan luasnya bukit Wairinding dengan baik

Cahaya yang masih agak “keras” dengan matahari yang sudah di bawah dapat ditaklukkan oleh kamera telefoto Xiaomi 15T Pro. Terlihat bukit di latar masih jelas detilnya.

Sinar matahari yang masih terik di latar juga bisa diatasi oleh kamera Xiaomi 15t Pro yang masih bisa menangkap detil di wajah ibu dan kuda.
Saat senja tiba, kami bisa dengan mudah menangkap siluet aktivitas warga lokal berlatar bias senja yang indah
Selanjutnya kami berkunjung ke desa adat Prailiu untuk melihat dan mengabadikan keindahan tenun ikat khas Sumba. Di sini kami juga menggunakan mode Portrait lebih banyak untuk memotret model.

Kamera telephoto 5x zoom masih jadi favorit untuk mengisolasi wajah dan mendapatkan efek bokeh yang lebih halus. Detil di wajah dapat tertangkap dengan baik, sambil tetap mempertahankan reproduksi warna yang alami.

Untuk memberikan konteks tentang foto yang ada, kamera utama yang lebar mampu lebih bercerita. Ketajaman dan reproduksi warnanya juga amat baik.

Untuk medium-shot, zoom 2x juga bisa diandalkan. Perhatikan detil dan warna pada kain yang masih amat baik.

Zoom 10x terbukti masih menghasilkan detil foto yang amat baik, terlihat dair bulu mata dan rambut yang detilnya realistis.
Sorenya, kami bertandang ke pantai Walakiri untuk memotret dancing tree yang ikonik. Skenarionya adalah pre-wedding photoshoot di pantai. Selain itu, matahari terbenam juga menjadi obyek yang menarik. Berikut hasil foto Xiaomi 15T Pro langsung dari ponsel.

Aspect ratio 21:9 memberikan sudut pandang berbeda, dengan menyajikan sudut unik dari matahari terbenam dan pasangan yang tidak saling tumpang tindih.

Detil pada wajah dan pakaian khas Sumba dapat ditangkap dengan baik oleh kamera 5x zoom Xiaomi 15T Pro

Kamera ultra lebar mampu menyajikan foto yang ekspansif dengan detil yang masih amat baik.

Penggunaan kamera zoom 10x membuat matahari tampak lebih besar, memberikan efek senja yang dramatis.
Dari perjalanan 3 hari ke Sumba, Xiaomi 15T Pro terbukti mampu menjadi teman jalan-jalan yang sempurna. Kemampuan kamera yang amat baik untuk foto dan video akan menjadi kelebihan favorit para pengguna dan pelancong yang membutuhkan hape dengan kamera superior. Kami puas dengan hasil foto dan video dari kamera Xiaomi 15T Pro, terutama melihat warnanya yang mendekati hasil foto dari kamera Leica. Bahkan beragam filter Leica juga sudah dimilikinya, memudahkan saat menghasilkan foto dengan warna yang diinginkan.
Informasi harga Xiaomi 15T Series juga kami beritakan, beserta dengan spesifikasi lainnya. Nantikan ulasan lengkap kamera Xiaomi 15T Pro di YANGCANGGIH.COM.






