Samsung Galaxy Z Fold7 hadir sebagai smartphone lipat tercanggih Samsung. Seperti biasa, selalu ada peningkatan yang ditonjolkan. Namun peningkatan yang dihadirkan di Fold7 ini terasa istimewa. Samsung memasukkan cukup banyak peningkatan dari sisi spesifikasi, fitur, dan desain. Ini sejalan dengan kompetisi di pasar foldable atau smartphone berdesain lipat yang semakin memanas, dengan Honor Magic V3, OPPO Find N5, dan Vivo Fold X3 Pro yang tampil lebih tipis dibandingkan Fold 6.
Di luar kamera, Samsung Galaxy Z Fold7 masih menjadi smartphone berdesain lipat terbaik. Apalagi kemampuan AI Fold 7 masih menjadi yang terbaik dan terlengkap, begitu juga UI yang telah dioptimalkan untuk hape lipat. Desain Fold7 yang lebih kuat dan lebih tipis, membuatnya lebih nyaman saat digunakan satu tangan dengan layar tertutup maupun dua tangan dengan layar terbuka.

Namun, peningkatan sesungguhnya terletak di sektor kamera. Samsung Galaxy Z Fold 7 kini dilengkapi dengan kamera utama yang ada di S25 Ultra, menjadikannya lebih baik dibandingkan kamera Fold 6. Apakah kecanggihan yang dijanjikan Samsung sesuai dengan kenyataan? Berikut review Samsung Galaxy Z Fold7 dari sisi kamera.
Kualitas hasil foto dari kamera Galaxy Z Fold7
Kamera utama 200 megapixel yang identik dengan kamera utama Galaxy S25 Ultra menjadi andalan Fold7 untuk memotret. Resolusi ekstra ini berguna untuk melakukan cropping, walaupun agak tumpang tindih dengan kamera telephoto Fold7. Sebagai catatan, kamera utama 200 megapixel ini sebaiknya digunakan dalam kondisi cahaya ideal.
Hasil kamera utama dalam mode 200 megapixel di kondisi siang hari dan cahaya berlimpah terlihat amat baik, dengan detil di wajah dan obyek di sekelilingnya.
Selain mode 200 megapixel, juga ada mode 50 megapixel. Namun untuk hasil foto dengan dynamic range, ketajaman serta noise terbaik, kamu bisa menggunakan setting 12 megapixel. Sebagai informasi, lensa kamera utama Fold7 adalah 23mm. Ini menjadikannya cukup lebar sehingga kamu harus waspada untuk mencegah distorsi berlebihan saat memotret dari sudut miring. Berikut hasil foto kamera utama Fold7 dalam mode 12 megapixel, tanpa penyuntingan.

Kamera utama Fold7 mampu menangkap nuansa syahdu di lobi hotel mewah ini, dengan kontras yang pas dan terlihat alami.

Warna-warni bunga palsu di sebuah mall ini berhasil ditangkap Fold7 dengan baik.

Dalam kondisi cahaya berlimpah, warna menyala buah jeruk dan tomat yang matang ini bisa direproduksi dengan baik di foto.
Untuk kamera ultra lebar, hasilnya cukup oke. Walaupun seperti diduga, kualitasnya masih di bawah kamera utama Fold7. Meskipun begitu, hasil foto kamera ultrawide Fold7 masih bisa diandalkan saat kondisi cahaya tidak terlalu gelap seperti dalam ruangan mall. Berikut contoh hasil foto kamera 0,6x atau ultra lebar dari Fold 7.

Foto ini diambil di mall Grand Indonesia yang cukup terang. Hasilnya cukup baik, walaupun terlihat detil yang menurun jika dicermati dari dekat.

Berikut hasil kamera utama untuk dibandingkan dengan hasil foto kamera ultra lebar di bawah
Kamera ultra wide Fold7 juga bisa menghasilkan foto yang baik, terutama di bagian tengah frame.
Bagi yang gemar memotret makro dari jarak dekat, kamera Fold7 akan otomatis beralih ke kamera ultra lebar untuk mengunci fokus dari jarak dekat. Jika dulu mode makro seperti ini menghasilkan foto dengan detail yang kurang halus dan cukup banyak noise, kini tidak lagi. Peningkatan sensor kamera ultra lebar sepertinya jadi kunci untuk peningkatan mode makro di Samsung Galaxy Z Fold 7. Hanya saja, hasil foto makro di kondisi cahaya gelap atau minim cahaya masih kurang memadai.

Detil pada bunga dan lebah yang diambil dengan mode Macro ini terlihat jelas dan nyaris tanpa distorsi yang mengganggu
Bagi penggemar food photography, bisa mengandalkan kamera telephoto jika tidak ingin menggunakan mode makro Fold7. Hasilnya termasuk baik, bahkan di dalam ruangan sekalipun. Salah satu keuntungan menggunakan kamera telephoto ini adalah minimnya bayangan yang menimpa makanan. Kamu bisa menggunakan setting zoom 2x (hybrid digital zoom) dan zoom 3x (optical zoom)

Dengan jarak yang cukup jauh, kamera telephoto Fold7 tidak akan menghasilkan bayangan yang menimpa makanan yang sedang difoto.

Tekstur salmon bisa ditangkap dengan jelas.
Bicara zoom, kamera telephoto Fold7 juga telah meningkat dari sisi kualitas gambar. Ketajaman dan reproduksi warna terlihat lebih oke dibandingkan Fold 6. Berikut hasil foto zoom dari kamera telephoto Galaxy Z Fold 7.

Puncak menara gedung perkantoran yang tinggi ini bisa dengan mudah diabadikan menggunakan kamera telephoto Fold7

Kamera telephoto Fold 7 juga ideal untuk menangkap foto close-up wajah. Warna kulit dan ketajaman yang baik bisa diraih dengan mudah.

Kamera telephoto 3x memberikan fleksibilitas framing untuk berbagai suasana

Obyek yang jelas dan tidak penuh detil bisa ditangkap dengan baik menggunakan setting 10x zoom
Untuk foto malam hari, kamu bisa mengandalkan Nightography yang dibawa ponsel Samsung. Pada dasarnya, ini adalah kumpulan fitur untuk membuat foto malam lebih menarik. Salah satunya adalah kemampuan Night Mode yang lebih minim noise sambil menjaga saturasi warna dan ketajaman.

Suasana temaram dalam ruangan bisa ditangkap dengan baik

Kamu bisa tenang menggunakan kamera telephoto yang bisa menghasilkan foto malam bagus
Fitur kamera Fold7 juga cukup berlimpah, mulai dari deretan fitur AI seperti Generative Edit, Sketch to Image, hingga filter warna dan berbagai opsi pengaturan manual.

Filter hitam putih membuat foto terlihat estetik, jika itu selera kamu.

Fold7 juga punya fitur AI yang namanya Portrait Studio. Ini merupakan fitur yang ada di beberapa hape Samsung sebelumnya, yang berguna untuk membuat avatar AI. Yang membedakan, Portrait Studio kini sudah bisa membuat avatar untuk hewan peliharaan kesayanganmu. Hasilnya juga lebih baik dengan pemrosesan lebih cepat dibandingkan Fold6. Berikut contoh hasil Portrait Studio Fold7.
Hasil video Fold7 juga bisa diandalkan untuk pencipta konten atau vlogger. Selain mendukung perekaman video hingga resolusi 8K, kamera Fold7 juga bisa menghasilkan video bebas guncangan berkat adanya fitur stabilizer yang efektif meredam efek gerakan tangan. Berikut contoh hasil video Fold7 di kondisi cahaya ideal.
Hasil rekaman video Fold 7 di malam hari juga amat baik, selama tidak merekam dalam kondisi nyaris gelap gulita. Berikut contoh video malam Fold7.

Samsung Fold7 juga bisa merekam dalam format LOG yang memudahkan untuk disunting warnanya (color grading). Hasil videonya akan terlihat pudar, tapi itu memang karakteristik video Log sebelum disesuaikan warnanya. Satu fitur yang sudah ditingkatkan adalah Audio Eraser. Fitur penghilang suara bising yang dibantu AI ini semakin presisi sehingga membuat Fold7 bisa diandalkan untuk merekam suara atau video di tempat ramai.
Kesimpulan
Samsung memosisikan Galaxy Z Fold7 sebagai smartphone lipat tercanggihnya di tahun 2025. Untuk sektor kamera, Fold 7 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan seri sebelumnya. Selain di sisi fitur dan software, kualitas kamera utama Fold7 jauh meningkat. Kini kualitasnya sama seperti S25 Edge dan setara dengan S25 Ultra.
Kemampuan rekam foto dan videonya ini membuatnya cocok bagi teman liburan atau pencipta konten. Apalagi ditunjang desainnya yang kuat dan fleksibel yang membuatnya mudah digunakan tanpa bantuan tripod.
Berikut kelebihan dan kekurangan Galaxy Z Fold 7 dari sisi kamera
Kelebihan kamera Samsung Galaxy Z Fold7
- Kualitas kamera utama sangat baik, meningkat cukup jauh dibandingkan Fold 6
- Mode makro yang lebih baik
- One UI mudah dimengerti dan gegas saat dioperasikan
- Desain lipat membuatnya lebih fleksibel saat memotret tanpa tripod
- Hasil video amat baik dengan fitur Audio Eraser yang berguna
- Selfie dengan kamera utama cukup mudah, apalagi jika dipasangkan dengan Galaxy Watch 8
Kekurangan kamera Samsung Galaxy Z Fold7
- Mode makro tidak mampu menghasilkan foto setajam kamera utama
- Foto malam hari dengan kamera ultra lebar dan telephoto masih terpapar noise cukup banyak
- Bodi Fold7 terasa agak panas dan kurang nyaman untuk merekam video berlama-lama
- Daya tahan baterai termasuk rata-rata untuk merekam video dan memotret terlalu sering











