Review Xiaomi Redmi 9T

Harga Murah, Performa Oke, Baterai Tahan Lama

8.1
Cek Harga

Smartphone murah dengan performa yang bertenaga dan baterai tahan lama selalu menjadi dambaan bagi sebagian besar pengguna di Indonesia. Apalagi kalau ditambah dengan kemampuan kamera yang cukup oke. Tidak perlu berharap akan kualitas tangkapan gambar ala ponsel menengah atau high-end, yang penting masih ideal untuk mengabadikan momen sehari-hari dan membagikannya ke media sosial.

Formula semacam inilah yang selalu dikedepankan oleh Xiaomi pada seri entry-level mereka. Siap mengulang kesuksesan Redmi 9, Xiaomi Indonesia baru-baru ini memboyong Redmi 9T sebagai jagoan mereka selanjutnya. Penasaran seperti apa kecanggihan dari perangkat dengan banderol 1,8 jutaan rupiah tersebut? Yuk, langsung saja simak ulasannya!

POCO M3 ganti baju?

Ada satu hal yang paling saya soroti ketika Redmi 9T pertama kali menjejakkan kaki di Indonesia. Ya, apalagi kalau bukan kemiripannya dengan POCO M3. Dari segi hardware, perlu ketelitian ekstra untuk mencari perbedaannya. Dan ternyata yang paling signifikan adalah penambahan kamera ultra-wide selain perbedaan harga sebesar Rp100.000 tentunya.

Mungkin tidak berlebihan jika saya menyebut Redmi 9T sebagai POCO M3 yang berganti baju. Pasalnya, kalau mengamati lembar spesifikasi keduanya di website resmi Xiaomi Indonesia, dimensinya 100 persen sama. Tinggi, lebar, ketebalan, hingga beratnya tidak ada yang berubah.

Ketika dilihat dari depan pun sulit mengenali mana Redmi 9T dan mana POCO M3. Barulah di bagian belakang tampak perbedaan yang cukup kontras. Bukan cuma soal pemilihan warna, pada POCO M3 frame hitam dengan logo POCO yang membentang dari housing kamera hingga ujung sebelahnya tidak akan Anda temukan di Redmi 9T. Selain itu, pada Redmi 9T Xiaomi menyertakan logo Redmi dari kiri bawah ke arah atas.

Xiaomi Redmi 9T hadir dengan tiga pilihan warna, Carbon Gray, Twilight Blue, dan Ocean Green. Tekstur pada back cover dibuat agak kasar sehingga terasa mantap saat dipegang dan bebas sidik jari. Agak kaget karena ternyata bobotnya masih ringan meski baterainya jumbo.

Jujur saja saya belum pernah menguji POCO M3, tapi saya yakin, sensasi genggamannya tidak akan jauh berbeda. Xiaomi sendiri menyebutkan bahwa desain Redmi 9T memang dibuat ‘all rounder’ yang artinya bisa ditujukan ke lebih banyak kalangan. Mungkin itu juga alasan mengapa pada Redmi 9T saya tidak melihat terobosan desain yang berani seperti pada POCO M3. Oke, semua tergantung selera masing-masing.

Selebihnya tidak banyak yang bisa dibicarakan dari tampilan eksterior ponsel ini. Redmi 9T sudah mengadopsi port USB Type-C yang posisinya ada di bawah berdampingan dengan lubang speaker. Port audio jack 3.5mm ada di atas bersama IR Blaster. Sementara sensor sidik jari berada di samping dan menyatu dengan tombol Power. Saya sendiri lebih suka posisi sensor sidik jari di samping karena membuat bagian belakang ponsel tampak lebih ‘bersih’.

Netflix Full HD dan Dual-Speakers

Beralih ke urusan layar, Redmi 9T mengandalkan panel IPS 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ lengkap dengan poni minimalis bergaya Dot Drop. Seperti kebanyakan smartphone pada umumnya, poni tersebut sekaligus berfungsi untuk menampung kamera selfie.

Langkah Xiaomi untuk tetap menyediakan layar dengan resolusi Full HD+ jelas patut diapresiasi. Beberapa ponsel pesaing di kelas harga yang sama sebagian besar masih mengandalkan layar HD+ saja. Kalau dari segi tampilan warna tidak ada yang spesial. Khas IPS dan pastinya masih cukup memanjakan mata untuk menikmati berbagai konten.

Untuk tingkat kecerahan menurut saya masih sedikit kurang. Terkadang saya agak kesulitan menggunakan Redmi 9T di bawah sinar matahari yang terik. Bisa dimaklumi karena masalah serupa juga sering saya ditemui pada berbagai perangkat entry-level lainnya.

Nilai plus justru datang dari sektor audio. Redmi 9T dibekali dual-speakers yang mampu mengeluarkan suara stereo. Cukup menyenangkan untuk menemani saya bermain games atau menonton film di Netflix. Ngomong-ngomong soal Netflix, Redmi 9T sudah memiliki sertifikasi Widevine L1 sehingga film bisa diputar hingga resolusi Full HD.

Hasil kamera cukup baik, tapi…

Xiaomi Redmi 9T memiliki kamera utama 48 MP, kamera makro 2 MP, kamera depth 2 MP, dan satu lagi kamera ekstra dengan lensa sudut lebar 120 derajat 8 megapixel yang sekaligus menjadi pembeda dengan POCO M3. Untuk selfie, Xiaomi kembali membenamkan sensor 8 megapixel.

Dari awal saya tidak punya ekspektasi tinggi pada kemampuan kamera Redmi 9T. Meski begitu, hasil jepretannya ternyata cukup memuaskan untuk ukuran ponsel seharga 1 jutaan rupiah. Ketika pencahayaan ideal, gambar yang ditangkap terlihat tajam dan reproduksi warnanya pun tergolong baik di kelasnya.

Kamera utama Redmi 9T (9)

Kamera utama Redmi 9T (5)

Kamera utama Redmi 9T (4)

Karakter warnanya menurut saya lebih ke natural tapi dengan saturasi yang sedikit diangkat. Ada mode AI di sini yang selama saya coba cenderung menghasilkan foto dengan warna yang lebih vivid. Saya pribadi lebih suka mode AI dinonaktifkan. Sementara untuk dynamic range juga masih terbilang lumayan asalkan Anda menggunakan kamera utama.

Kamera utama Redmi 9T (6)

(Crop) Kamera utama Redmi 9T (7)

Satu poin lainnya yang patut digarisbawahi adalah ketersediaan mode Pro. Bukan cuma untuk foto, mode Pro ini bisa Anda gunakan untuk merekam video. Jadi Anda bisa mengatur secara manual lensa mana yang ingin dipakai, berapa ISO-nya, exposure, focus, shutter speed, dan white balance sesuai kebutuhan.

Kamera Redmi 9T sudah didukung Night Mode. Sangat bermanfaat ketika Anda mau mengabadikan momen di malam hari atau pada kondisi cahaya yang minim. Hasilnya terbilang lumayan untuk sekadar mendapatkan foto yang lebih terang dan tajam dengan tetap menjaga suasana malam hari. Di beberapa skenario, hasil yang lebih baik bisa Anda dapatkan dengan mengutak-atik Pro Mode. Sedangkan untuk urusan swafoto, meski detail pada subyek utama tampak oke, dynamic range-nya masih khas kamera ponsel murah.

Kamera utama Redmi 9T (1)

1x zoom

IMG_20210302_184852

Pro Mode (Manual)

Kamera selfie Redmi 9T

Lalu, bagaimana dengan kamera ultra-wide? Sebenarnya tidak ada yang spesial. Asalkan cahaya memadai hasil fotonya masih lumayan. Detail dan warna memang tidak sebaik kamera utama. Yang pasti keberadaan lensa sudut lebar bisa memperkaya pilihan Anda untuk menciptakan foto dengan perspektif berbeda. Tapi saran saya, jangan menggunakan kamera ultra-wide untuk memotret di malam hari meski dengan Night Mode.

Kamera Ultra-wide Redmi 9T

ultra wide

Beralih ke kemampuan videografi, Redmi 9T belum dibekali fitur stabilization untuk membantu menahan guncangan ketika merekam, baik di kamera depan maupun kamera belakangnya. Agak sulit untuk digunakan membuat konten seperti vlogging karena Anda harus ekstra hati-hati agar video tidak bergoyang terlalu berlebihan. Berikut contoh videonya (klik untuk memutar):

Video Kamera Selfie Redmi 9T

Video Kamera Utama Redmi 9T

VID_20210302_190032

Main games lancar, baterai jumbo!

Nah, akhirnya masuk ke bagian yang paling saya sukai dari Redmi 9T. Berbekal chipset Qualcomm Snapdragon 662, otomatis Redmi 9T menjadi salah satu ponsel dengan performa kencang di kelasnya. Anda juga dapat memilih antara dua varian memori, yakni 4/64 GB atau 6/128 GB seperti yang kami ulas di artikel ini.

Khusus untuk varian 64 GB, Xiaomi menggunakan storage dengan teknologi UFS 2.1. Sementara untuk varian 128 GB teknologinya sudah UFS 2.2. Secara teori mungkin UFS 2.2 terlihat lebih menggiurkan, walaupun pada kenyataannya, perbedaan kecepatannya tidak terasa signifikan.

Dengan kombinasi seperti ini, Redmi 9T cukup mumpuni untuk mengemban tugas sehari-hari. Perpindahan antar aplikasi terbilang mulus dan responsif. Bermain games pun tidak saya temui kendala berarti, kecuali pada game-game super berat seperti Genshin Impact. Kalau mau dipaksakan, di setting grafis rendah pun masih sering saya temui penurunan fps yang cukup mengganggu.

Mobile Legends dapat berjalan stabil di setting grafis High dengan mode HFR aktif. Sementara PUBG Mobile saya coba mainkan di setting Smooth-High, dan hasilnya juga cukup menyenangkan. Selama memainkan kedua game ini pun saya tidak merasakan peningkatan panas yang berlebihan atau frame rate drop yang buruk.

Baterai juga wajib diacungi jempol. Kapasitas 6.000 mAh dan dukungan fast charging 18W menurut saya sudah amat memuaskan. Daya tahannya mantap untuk pemakaian seharian penuh. Sementara untuk mengisi daya butuh waktu sekitar 2 jam agar dapat penuh 100 persen.

Menariknya lagi, Xiaomi langsung menyediakan charger 22.5W dalam paket penjualan Redmi 9T. Memang kemampuan maksimal dari ponselnya sendiri hanya sampai 18W saja. Tapi dengan memiliki charger 22.5W, Xiaomi berharap para pengguna bisa memanfaatkannya juga untuk mengisi daya perangkat lain.

Salah satu opsi yang (lagi-lagi) paling menarik di kelasnya

Jujur saja saya sudah hampir bosan menyebut setiap smartphone murah Xiaomi sebagai salah satu opsi terbaik di kelasnya. Tapi mau bagaimana lagi. Redmi 9T kembali harus menyandang gelar serupa. Saya sebut salah satu karena memang ia bukan satu-satunya. Artinya, selain Redmi 9T Anda masih memiliki pilihan lainnya yang tidak kalah menarik.

Satu hal yang sedikit saya sayangkan adalah tidak adanya NFC di versi Indonesia. Menurut saya NFC bisa menjadi keunikan tersendiri yang akan membuat Redmi 9T berbeda bukan hanya dengan POCO M3, tetapi juga ponsel lainnya di kelas harga yang sama. Tapi Xiaomi pastinya sudah punya pertimbangan yang matang khususnya terkait harga yang menurut mereka cukup sensitif di segmen entry-level.

Bagi yang berminat, Xiaomi Redmi 9T bisa dibeli dengan harga Rp1.899.000 (SRP Rp1.999.000) untuk varian 4/64 GB, dan Rp2.299.000 (SRP Rp2.399.000) untuk varian 6/128 GB.

Xiaomi Redmi 9T cocok untuk:

  • Mahasiswa dan pelajar yang membutuhkan ponsel terjangkau untuk kebutuhan belajar online dan mengerjakan tugas sehari-hari.
  • Karyawan yang sedang WFH atau sering bekerja secara mobile bisa menjadikan Redmi 9T sebagai daily driver. Kombinasi layar besar, baterai awet, dan performa mulus merupakan faktor utama untuk menunjang kebutuhan tersebut.
  • Gamer yang menginginkan ponsel murah untuk bermain games Android patut menjadikan Redmi 9T sebagai target belanja. Mobile Legends, PUBG Mobile, CODM, Wild Rift, semua lancar. Snapdragon 662 adalah ‘koentji’. Tapi ingat, setting grafis harus disesuaikan.
  • Ibu rumah tangga yang gemar bermain media sosial akan cocok menggunakan Redmi 9T. Kamera ponsel ini juga bisa diandalkan untuk mengabadikan momen bersama anak.
  • Penggemar Netflix dan Drama Korea tidak akan menemui kendala karena Redmi 9T sudah punya sertifikasi Widevine L1. Film yang diputar bisa disajikan di resolusi Full HD.
  • Driver/ojek online bisa menjadikan Redmi 9T sebagai perangkat andalannya untuk bekerja. Baterai jumbo 6.000 mAh tentunya akan sangat membantu agar tidak sering-sering mengisi daya di perjalanan.

Kelebihan Redmi 9T:

  • Desain lebih elegan dan tidak mudah kotor
  • Tergolong ringan meski baterainya besar
  • Performa mulus, asyik untuk gaming
  • Ada varian 6/128 GB dengan harga ramah kantong
  • Layar Full HD+ dan Widevine L1
  • Dual-speakers
  • Baterai 6.000 mAh
  • Kamera bisa diandalkan di kondisi cahaya ideal
  • Side fingerprint cukup responsif
  • Paket penjualan termasuk charger 22.5W

Kekurangan Redmi 9T:

  • Hasil kamera ultra-wide bisa ditingkatkan lagi
  • Night Mode pada kamera ultra-wide buram
  • Akan lebih menarik jika ada stabilization di mode video
  • Dynamic range kamera depan kurang bagus untuk video
Xiaomi Redmi 9T
Xiaomi kembali berhasil meracik ponsel yang istimewa di segmen entry-level. Terlepas dari beberapa kemiripan dengan POCO M3, harus diakui Redmi 9T adalah smartphone yang bagus
8.1
Cek Harga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Desain
Fitur
Performa
Hasil Foto
Harga
Final Score

Artikel lain