Quantcast

Review Lenovo Moto M: Smartphone Kelas Menengah Berdesain Mewah

Desain mewah di kelas menengah
Cek Harga

Motorola di bawah naungan Lenovo mulai bergerak cepat di pasar Indonesia. Tak lama setelah meluncurkan Moto Z dan Moto Z Play, satu smartphone lainnya kini telah hadir dengan mengusung hardware kelas menengah.

Ya, kita sedang membicarakan Moto M. Dibanderol 4 juta rupiah, smartphone ini mengandalkan sektor desain dan performa sebagai tawaran utamanya. Penasaran seperti apa keunggulan dari Moto M? Simak ulasan kami berikut ini:

Desain stylish, salah satu yang terbaik di kelasnya
Tak salah memang Motorola mengedepankan desain sebagai nilai jual Moto M. Smartphone tersebut tampil sangat menawan dengan nuansa elegan yang kental. Ini didukung berkat penggunaan material full metal di sekujur bodi dari Moto M.

Pada frame yang mengelilingi bodi, ada aksen metallic yang membuat Moto M terasa premium. Sudut-sudutnya ergonomis dengan bagian belakang melengkung mengikuti kontur tangan manusia. Di bagian belakang Anda juga akan menemukan sensor sidik jari tepat di bawah kamera.

Dari sisi fisik, Moto M jelas tidak setipis Moto Z yang lebih mahal. Tapi dengan ketebalan bodi hanya 7,9 mm dan bobot 163 gram, smartphone ini cukup enak digenggam dan tetap nyaman untuk dimasukkan ke dalam saku celana. Bahan logamnya memang terasa licin di tangan, tapi diimbangi dengan desain cover belakang yang melengkung dan mudah dipegang.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan pada Moto Z, yakni splash-resistant, juga tersedia di Moto M. Artinya, Anda tidak perlu khawatir perangkat Anda rusak karena cipratan air. Tapi ingat, hanya cipratan air! Jadi jangan bawa Moto M berenang di kolam atau laut.

Secara keseluruhan, Moto M adalah sebuah smartphone dengan kualitas rancang bangun yang sangat baik. Bahkan menurut kami, desainnya merupakan salah satu yang terbaik di kelasnya dan tidak kalah dengan smartphone kelas premium di atas harga 5 jutaan.

Layar 5,5 inci, cocok untuk segala kebutuhan

Moto M hadir dengan layar IPS berukuran 5,5 inci yang memiliki resolusi 1080p. Rasio screen-to-body adalah 73,1 persen. Dengan rasionya, Moto M tetap nyaman dioperasikan dengan satu tangan. Apalagi bezel di kiri dan kanannya dibuat tipis.

Layarnya sendiri tajam dengan keluaran warna yang sedap dipandang. Respon terhadap sentuhan sangat baik. Penggunaan di bawah sinar matahari pun masih cukup optimal dan tidak ada masalah berarti.

Untuk segala kebutuhan dasar maupun hiburan seperti menonton video dan bermain game, layar Moto M sudah lebih dari cukup. Jika ingin menikmati tampilan layar dengan warna yang lebih matang, Anda dapat mengubah pengaturan dari Standard ke Vibrant.

Beralih ke sektor audio, Moto M menawarkan dukungan software Dolby Atmos dengan berbagai pengaturan bawaan untuk Music, Movie, Game, dan yang lainnya. Speaker Moto M terletak di bagian bawah smartphone dan terdengar lantang, jernih, serta mampu menghasilkan kualitas audio dengan detail yang baik. Jika Anda ingin menghubungkan headset favorit, Moto M tetap menyediakan audio jack 3.5mm.

Android Marshmallow murni

Salah satu hal yang kami sukai dari jajaran smartphone Motorola adalah penggunaan sistem operasi Android murni. Artinya, Android yang dibenamkan tidak mengalami berbagai modifikasi terkait user interface maupun penambahan fitur-fitur lainnya.

Berbekal Android 6.0.1 Marshmallow, pengoperasian terasa sangat ringan dan mulus. Transisi antar layar cepat dan tidak ada masalah lag. Pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya berjalan gesit.

Walaupun demikian, penggunaan Android murni menurut kami juga memberikan dampak yang kurang menyenangkan. Dengan penampilan dan fitur yang hanya bawaan dari Google, user interface Moto M terasa membosankan untuk sebuah smartphone seharga 4 juta rupiah.

Tak ada fitur unik yang membuatnya berbeda. Fitur yang bermanfaat untuk pengoperasian yang lebih mudah memang ada, misalnya mengaktifkan shortcut untuk membuka aplikasi kamera hanya dengan menekan tombol power dua kali. Akan tetapi, fitur-fitur semacam ini tidak banyak.

Sementara itu, sensor sidik jari pada Moto M mampu memindai dengan cepat dan bisa Anda andalkan sebagai sistem keamanan untuk menjaga privasi. Tapi sayangnya, sensor sidik jari ini benar-benar hanya berfungsi untuk membuka kunci saja.

Hasil foto lumayan

Sektor fotografi dari Moto M didukung sensor 16 megapixel f/2.0 di belakang, lengkap dengan Phase Detection Autofocus dan LED flash. Sementara untuk yang gemar selfie, Anda bisa mengandalkan sensor 8 megapixel di depan.

Berbeda dengan menunya, UI kameran Moto M berbeda dengan UI kamera ponsel berbasis Android Marshmallow. Anda akan menemukan beberapa mode seperti Panorama, Art Nightscape, Effects, dan Pro. Pada mode Pro, Anda bisa mengakses beberapa pengaturan manual antara lain Shutter Speed, White Balance, ISO, dan fokus. Sayangnya, pengaturan kecepatan rana atau shutter speed terbatas hingga 2/3 detik saja sehingga dibutuhkan aplikasi tambahan untuk pengaturan shutter speed ekstra lambat.

Untuk kinerja, kamera Moto M cukup gegas. Menemukan fokus dapat dilakukan cukup cepat, walaupun agak melambat saat kondisi cahaya meredup. Ada sedikit shutter lag atau waktu jeda sesudah tombol jepret ditekan sebelum gambar direkam, tapi tidak terlalu mengganggu.

Bagaimana dengan hasil fotonya? Menurut kami masih tergolong cukup bagus untuk pemotretan di luar ruangan dengan pencahayaan yang baik. Tangkapan gambarnya terlihat tajam dengan reproduksi warna yang baik. Kami juga mencoba mode Panorama dan hasilnya tergolong memuaskan.

Beralih ke pemotretan dalam kondisi cahaya temaram, cukup sulit mendapatkan hasil foto yang tajam jika menggunakan mode Auto. Sepertinya mode Auto kamera Moto M lebih memilih kecepatan shutter rendah untuk hasil foto yang minim noise. Akibatnya bagi pengguna yang tangannya kurang stabil, hasil fotonya akan berpotensi buram atau blur.

Berikut hasil-hasil foto di bawah ini: (Hasil yang lebih lengkap bisa Anda akses melalui akun Flickr resmi YangCanggih.com)

Hasil kamera Moto M (9)
Hasil kamera Moto M (1)
Hasil kamera Moto M (15)
Hasil kamera Moto M (6)
Hasil kamera Moto M (4)

Performa memadai

Urusan performa, Moto M dipersenjatai SoC MediaTek Helio P15 dengan prosesor octa-core Cortex-A53 berkecepatan 2.2 GHz, GPU Mali-T860MP2, dan ditemani RAM 4 GB. Kombinasi yang mencukupi untuk menjalankan berbagai aplikasi sehari-hari.

Sementara untuk menyimpan data, kapasitas memori internalnya cukup besar, yakni 64 GB. Anda bisa leluasa menyimpan foto, video, dan berbagai file lainnya. Ditambah lagi, kapasitas bisa diperluas lewat slot microSD.

Secara keseluruhan performa dari Moto M tergolong lumayan. Tidak hanya untuk kebutuhan standar, tetapi juga untuk gaming. Kami mencoba menjalankan game Super Mario Run dan Need for Speed No Limits, keduanya nyaman dimainkan dengan frame rate yang cukup stabil.

Berikut beberapa hasil benchmark yang kami gunakan untuk memberikan gambaran performa dari Moto M:

Tahan seharian

Di atas kertas, baterai Moto M yang berkapasitas 3050mAh bisa diandalkan untuk menemani aktivitas seharian. Dalam pengujian dengan gaya pemakaian normal seperti chatting, browsing, mengakses media sosial, serta sesekali menonton video dan bermain games, terbukti Moto M bisa digunakan dari pagi hingga sore hari atau sekitar 9 jam.

Namun saat diuji menggunakan aplikasi PC Mark (Battery Test) ternyata angka yang ditampilkan sedikit di bawah kenyataan. Tentunya bagi pengguna yang hanya menggunakannya untuk chatting atau foto-foto secukupnya, daya tahan baterainya akan lebih dari cukup.

Kesimpulan

Motorola sempat menjelaskan bahwa Moto M adalah smartphone yang ditujukan untuk pengguna muda yang menginginkan performa bertenaga, tangguh, dan dibanderol dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Pada kenyataannya, Moto M memang tersaji kurang lebih sesuai dengan yang diharapkan.

Desain yang menjadi penawaran utama patut mendapat acungan jempol. Terkesan mewah Atraktif dengan build quality yang sangat baik. Sayangnya, selain desain tidak ada fitur lain yang terlihat menonjol dibandingkan smartphone lainnya di range harga setara. Ini membuat Moto M harus menghadapi persaingan yang berat di pasar Indonesia.

Dijual dengan harga Rp3.999.000, Moto M layak dipertimbangkan jika Anda sedang mencari smartphone dengan desain mewah berkelas dan performa memadai. Untuk mereka yang mencari performa lebih tinggi untuk keperluan gaming dengan hasil foto lebih baik, dapat mempertimbangkan Moto Z Play.

Yang Canggih:

+ Desain mewah dengan bahan logam
+ Kualitas rancangan sangat baik
+ Performa cukup gesit
+ Android murni terasa ringan dan tanpa bloatware
+ Sensor sidik jari bekerja cepat
+ Kualitas audio baik

Yang Kurang:
– Hasil foto kurang untuk pemotretan di cahaya temaram
– Daya tahan baterai standar
– User Interface Android standar
– Tidak ada sensor cahaya untuk layar

Spesifikasi Lenovo Moto M
SoC MediaTek Helio P15 octa-core 2.2 GHz
GPU Mali-T860MP2
Layar IPS 5,5 inci (1080p)
RAM 4 GB
Memori Internal 32 GB (ada slot microSD)
Kamera Belakang 16 megapixel f/2.0 (PDAF dan LED flash) / Depan 8 megapixel
Baterai 3050 mAh
Konektivitas 4G LTE, Bluetooth 4.1, A-GPS, GLONASS, WiFi a/b/g/n/ac, USB Type-C
OS Android 6.0.1 Marshmallow
Fitur Dolby Atmos
Dimensi 151.4 x 75.4 x 7.9 mm (163 gram)
Moto M
Smartphone Menengah Berdesain Mewah
Smartphone berdesain mewah dengan bahan logam di kelas menengah bagi yang mementingkan penampilan
Desain mewah di kelas menengah
Cek Harga

Komentar

comments

No more articles
%d bloggers like this: