Quantcast

Review Kamera Huawei P9

Sejak awal kemunculannya, fitur kamera ganda dari Huawei memang sangat menarik perhatian. Ini tidak lepas dari kamera gandanya saja, tapi juga dalam pengembangannya Huawei turut menggandeng pabrikan kamera asal Jerman, Leica.

Kami pun pernah melalukan pengujian singkat kamera Huawei P9 di bulan Mei lalu yang bisa Anda baca di tautan berikut. Namun, di review kali ini Huawei P9 kami uji keandalannya sebagai senjata untuk mengabadikan momen liburan kami. Apakah langkah awal kerjasama Huawei dan Leica ini memang bisa meuaskan para penggemar fotografi? Temukan jawabannya di artikel berikut ini

Kamera ganda dengan dua lensa dan dua sensor gambar

Menyegarkan ingatan Anda, kami akan kembali mengulas sedikit teknologi kamera ganda di Huawei P9. Kamera ganda di Huawei P9 hadir dengan dua lensa dan dua sensor. Lensanya ini masing-masing berdiafragma f/2.2.

Jadi, di kamera ini terdapat dua sensor gambar dan dua lensa untuk memotret. Sensor gambarnya terdiri dari sensor warna RGB dan sensor monokrom.

Dengan teknologi tersebut Huawei percaya Hasil foto yang dihasilkan bisa lebih detil di kondisi cahaya yang baik dan secara signifikan mengurangi noise saat memotret di kondisi cahaya yang minim.

Antarmuka sederhana dengan sentuhan Leica

Demi memberikan sensasi memotret seperti menggunakan kamera Leica, P9 hadir dengan antarmuka yang dirancang semirip mungkin dengan kamera Leica. Dari penggunaan huruf di setiap menu kameranya hingga bunyi suara shutter di P9 juga dirancang sama persis seperti di kamera Leica sesungguhnya.

Alhasil, tampilan antarmuka P9 memang terlihat berbeda dengan smartphone kebanyakan. Antarmukanya pun sangat sederhana dan mudah digunakan. Semua mode dan pengaturan bisa diakses hanya dengan menyapu layarnya saja.

Sapu layar ke sebelah kiri Anda akan disambut dengan menu pengaturan dan sapu layarnya ke sebelah kanan, Anda bisa menemukan beragam mode pemotretan yang cukup lengkap. Terakhir, sapu layar ke bagian atas, Anda akan masuk ke mode PRO untuk memotret secara manual yang menawarkan pengaturan Metering, ISO, kecepatan rana kamera, kompensasi exposure, mode autofokus dan White Balance. Di mode PRO ini juga memungkinkan Anda untuk memotret dengan format RAW yang hasilnya berupa file .DNG.

Efek simulasi film Leica

Satu hal yang menjadikan kamera Huawei P9 sangat menarik adalah hadirnya opsi pilihan efek simulai film Leica. Dengan opsi ini Anda bisa memotret dengan warna khas kamera film Leica. Ada 3 opsi yang ditawarkannya yaitu Standard, Vivid dan Smooth.

Ketiga opsi efek simulasi film ini memang punya ciri khasnya masing-masing. Walau begitu, ketiganya hadir dengan satu benang merah yang sama yaitu tonal warna yang cukup matang.

Perbedaan warna ketiga opsi efek simulasi film Leica ini bisa dilihat sebagai berikut

Standard
Standard

Vivid
Vivid

Smooth
Smooth

Dari ketiganya, efek simulasi Smooth adalah yang kami favoritkan. Pasalnya, di opsi ini setidaknya hasil foto terlihat lebih menarik dengan hadirnya sedikit efek vignette di tepian gambar sehingga memberikan kesan retro seperti menggunakan kamera film.

Selain efek simulai film Leica, P9 juga menyediakan 9 opsi filter warna yang bisa dipilih sesuai dengan selera.

Lebih artistik dengan efek bokeh yang bisa diatur

Selain menawarkan efek simulai film Leica, di P9 Anda juga bisa menemukan opsi pengaturan titik fokus untuk menciptakan efek bokeh yang artistik seperti menggunakan lensa berdiafragma besar di kamera digital.

Pengaturan titik fokus dan bokehnya ini pun bisa diatur saat memotret atau setelah foto selesai dihasilkan. Mode ini bisa diaktifkan dengan klik ikon yang bergambar rana kamera dan sangat cocok untuk foto makanan atau foto portrait.

Meski bukaan diafragma lensanya hanya mentok di F/2.2, untuk menciptakan efek bokeh atau blur dibagian belakang objek ini P9 secara digital menyediakan opsi pengaturan bukaan diafragma seperti menggunakan kamera dengan lensa berdiafrgma F/0.95 hingga F/16. Semakin kecil angka bukaan diafragma tersebut maka akan semakin blur di bagian belakang obyek.

Untuk menciptakan hasil foto dengan efek bokeh yang sempurna Anda wajib memperhatikan beberapa hal. Yang paling utama adalah jarak pemotretan dengan obyek. Selain itu, saat memotret tangan diusahakan tidak boleh goyang dan obyek juga harus diam.

IMG_20161120_005249_1

Dari hasil pengujian kami, memotret satu orang obyek atau lebih tetap bisa menghasilkan efek latar blur yang oke selama jarak pemotretan tepat dan ada ruang yang cukup antara obyek dengan latar belakang. Contohnya sebagai berikut

IMG_20161217_084055_1

IMG_20161217_084432

IMG_20161217_091639

Namun, pemisahan obyek dengan latar belakang terkadang juga tidak sempurna jika latar belakang di belakang obyek memiliki pola yang mengakibatkan efek bokeh di sekitar obyek menjadi berantakan. Selain itu, jika memotret lebih dari satu obyek dengan jarak yang kurang tepat dan latar belakang yang berpola, efek bokeh pun akan semakin sulit tercipta dengan sempurna.

Contoh bokeh yang tidak maksimal dengan latar berpola
IMG_20161217_091753

IMG_20161217_092542_2

Sebagai catatan, fitur ini tidak mendukung untuk memotret di mode Monochrome atau hitam putih dan tidak mendukung penggunaan efek filter.

Kinerja autofokus cepat, shutter lag cukup minim
Saat memotret dengan Huawei P9 kami nyaris tidak menemukan kendala yang berarti. Kinerja autofokus terasa cukup cepat saat kondisi cahaya ideal dan di kondisi temaram kinerja autofokusnya memang akan terasa agak sedikit lebih lambat.

IMG_20161217_100547

Shutter lag juga terasa sangat minim. Melakukan continuos shoot bisa dilakukan dengan menahan ikon rana kamera. Sekejap, puluhan foto bisa langsung tersimpan di memori internal smartphone ini.

Sayang kinerjanya tersebut terasa kurang optimal di saat memoret dalam mode PRO. Saat ingin memotret aksi-aksi cepat dengan melakukan pengaturan kecepatan rana kamera secara manual di 1/4000, shutter lag ternyata cukup terasa beberapa detik. Sebagai saran jika memang Anda ingin memotret aksi-aksi cepat di mode otomatis memang akan lebih baik.

Hasil foto tajam, Kendali noise cukup baik
Huawei P9 berhasil memuaskan kami dengan hasil foto yang ditawarkannya. Dari pengujian kami, tonal warnanya memang terlihat agak matang namun tetap akurat. Hasil fotonya juga menawan di berbagai situasi dengan rentang dinamis yang cukup tinggi meski tidak menyalakan opsi HDR.

IMG_20161130_010423

IMG_20161130_003442

IMG_20161129_015834

IMG_20161130_003640

Ketajaman dan detil hasil foto juga amat baik di resolusi paling tingginya 12 megapixel. Selain itu, kendali noise di kondisi temaram pun tergolong memuaskan dengan hasil foto yang tetap minim noise dan terlihat tajam.

IMG_20161118_090432

IMG_20161130_121556

IMG_20161217_125226_1

Hasil foto dengan kamera depannya juga cukup baik dan tersedia opsi Beauty untuk hasil foto Selfie yang lebih maksimal.

IMG_20161217_063904

Foto hitam putih menawan
Bosan memotret dengan hasil berwarna? Mode Monochrome yang ditawarkan Huawei P9 bisa dijadikan sarana untuk bereksplorasi memotret hitam putih.

IMG_20161123_062856

Dengan sensor hitam putihnya, patut diakui Huawei P9 mampu menghasilkan foto hitam putih yang sangat menawan. Huawei P9 berhasil memukau kami dengan kemampuannya menghasilkan tonal warna hitam dan putih dengan kontras dan detil yang sangat baik di segala situasi, di atas rata-rata kamera smartphone pada umumnya. Kendali noise dan tingkat ketajaman foto di mode ini pun juga amat baik.

IMG_20161124_034057

IMG_20161217_054728

Belum mendukung 4K
Sayangnya, kemampuan kameranya ini tidak diimbangi dengan mode perekaman video 4K yang sedang tren di segmen smartphone menengah hingga premium saat ini. Meski dibekali dengan spesifikasi kelas atas, Huawei P9 belum bisa digunakan untuk merekam video di resolusi 4K.

Walau begitu kameranya sudah cukup mumpuni untuk merekam video di resolusi hingga Full HD 1920 x 1080 pixel. Fitur image stabilizationnya pun cukup baik. Anda bisa menghasilkan video yang cukup stabil meski tanpa menggunakan alat tambahan seperti stabilizer atau gimbal.

Modus videonya ini pun bisa digunakan untuk merekam timelapse dan Slow Mo untuk hasil video yang terlihat lebih dramatis. Namun, hasil video Slow Mo tersebut hanya bisa dinikmati langsung di smartphone Huawei P9. Saat kami buka di PC atau laptop, video yang direkam dengan efek Slow Mo ini berjalan seperti biasa dan tidak bergerak lambat.

Berikut hasil rekaman video yang diambil dan disunting langsung di Huawei P9:


Kesimpulan

Meski agak terlambat, kehadiran Huawei P9 secara resmi di Indonesia kami yakini bisa menutup tahun 2016 ini dengan manis dan melanjutkan suksesnya hingga awal tahun depan nanti.

Dari hasil pengujian kami, meski masih ada beberapa kekurangan di berbagai sektor secara keseluruhan kemampuan kameranya menghasilkan foto amat memuaskan dengan hasil foto yang tajam dan kendali noise yang cukup baik. Kinerja autofokusnya juga terasa cepat.

Pun demikian fenomena Leica di kamera P9 juga bukanlah jargon jualan semata. Setidaknya ini berhasil kami buktikan dengan beragam fitur yang dimilikinya. Campur tangan Leica di Huawei P9 patut diakui membawa nilai lebih yang tidak akan bisa Anda temukan di kamera smartphone premium lain. Sebut saja seperti misalnya antar muka khas Leica dan efek simulasi film Leica dengan tonal warna yang sangat menawan. Selain itu, mode foto hitam putihnya yang amat baik juga bisa menjadi salah satu alternatif pilihan untuk Anda yang gemar memotret dan menekuni fotografi hitam putih.

Hasil foto dari kamera Huawei P9 tanpa proses penyuntingan bisa Anda lihat di akun FLICKR remsi yangcanggih.com di sini dan untuk foto hitam putih di sini.

Komentar

comments

No more articles
%d bloggers like this: